Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 18
   
Aturan dibuat untuk melayani martabat manusia, bukan untuk memenjarakannya.

KETIKA berkunjung ke rumah seorang sahabat di Nederland, kami berhenti di sebuah stasiun pengisi bahan bakar dalam satu perjalanan keliling negeri tersebut. Ketika mengisi bahan bakar, petugas di tempat itu memberikan satu brosur dari kepolisian setempat yang berisi pengumuman tentang rencana pemeriksaan dokumen kendaraan bermotor, dua minggu sejak hari pengumuman itu. Saya katakan, jika sudah diumumkan, tentu tak mungkin menangkap orang yang melanggar. Sahabatku itu tersenyum dan berkata, "Tugas polisi ini mengingatkan orang untuk taat pada aturan lalu lintas demi keselamatan mereka sendiri. Yang tidak lengkap dokumennya supaya diurus, karena kalau tertangkap melanggar aturan, dendanya sangat besar. Polisi lebih memilih menyadarkan orang daripada menangkap dan memen- jarakan pelanggar aturan."

Orang-orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus untuk berbicara tentang adat istiadat nenek moyang mereka. Mereka pasti sangat terganggu dengan perilaku Yesus dan murid-muridNya yang tidak terlalu mempedulikan tata aturan yang berlaku. Hal-hal sepreti membasuh tangan sebelum dan sesudah makan menjadi tema serius. Di sini terlihat betapa orang-orang ini terpenjara oleh tata aturan tersebut. Soal membasuh tangan sebelum dan sesudah makan tentu kurang penting jika dibandingkan dengan tema lain seperti keselamatan karena belas kasih Allah, atau tobat sebagai pintu menuju keselamatan. Tapi orang Farisi tidak melihat hal itu. Aturan tidak melayani kemanusiaan, tetapi manusia yang harus melayani aturan-aturan tersebut.

Apakah aturan tidak diperlukan? Jelas diperlukan. Tanpa aturan yang baik hidup masyarakat akan berantakan karena setiap orang akan bertindak sesuai gerak hatinya sendiri. Konflik mudah merebak dan orang tidak peduli dengan orang lain. Namun di atas semua aturan ini berdiri prinsip yang lebih tinggi, yakni penegakan hak dan martabat manusia. Kemanusiaan harus menjadi nilai yang menjiwai tata aturan masyarakat. Ketika aturan justru melecehkan kemanusiaan, aturan itu sesungguhnya kehilangan maknanya di hadapan manusia dan Tuhan. Taatilah tata aturan masyarakat agar nilai- nilai kemanusiaan lebih dihargai dan diwujudkan. (ap)

  1. Adakah tata aturan di dalam lingkungan anda yang melecehkan martabat manusia?
  2. Sejauh mana anda berjuang menyadarkan masyarakat tentang hal tersebut?

(c) BBSS 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Selasa , 5 Agustus 2014
 
 

IA MEMBERI MAKAN RIBUAN ORANG
DARI LIMA ROTI DAN DUA IKAN,
DAN MEREKA MAKAN SAMPAI KENYANG

   
   
   
 
Yer 30:1-2.12-15.18-22 | Mzm 102:16-21.29.22-23 | Mat 15:1-2.10-14

 

Karena kesalahan dan dosamu sangat banyak, maka aku telah memukul engkau. Tetapi Aku akan memulihkan kemah Yakub (Yer 30:1-2.12-15.18-22)

Tuhan bersabda kepada Yeremia demikian,”Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Tulislah segala perkataan yang telah Kusabdakan kepadamu dalam sebuah kitab’.”
Beginilah sabda Tuhan tentang Israel, “Penyakitmu sangat parah, lukamu tak tersembuhkan! Tiada orang yang membela hakmu, tiada obat untuk bisulmu, tiada kesembuhan lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak dan besarlah jumlah dosamu! Mengapa engkau mengaduh karena kesedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dan dosamu besar jumlahnya, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.” Dan beginilah sabda Tuhan selanjutnya, “Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub,dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya. Kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan purinya akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka berlipat ganda, dan mereka tidak akan berkurang lagi. Aku akan membuat mereka dipermuliakan, dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri. Dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka. Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku?”

Mazmur Tanggapan (Mzm 102:16-21.29.22-23; R: 17)

Ref: Tuhan akan membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan.

  1. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
  2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
  3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu. Supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.
 

Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai akar-akarnya (Mat 15:1-2.10-14)

Sekali peristiwa datang kepada Yesus beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem. Mereka berakta, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat-istiadat nenek moyang? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Yesus lalu memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkan dan camkanlah, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Maka datanglah para murid dan bertanya kepada Yesus, “Tahukah Engkau bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang Farisi?” Tetapi Yesus menjawab, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga, akan dicabut sampai akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka itu orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge