Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 18
   
Dari kelemahan kita juga bisa menolong sesama.

HARI INI kita memperingati St. Yohanes Maria Vianney, seorang imam desa yang sederhana. Ia lahir di Lyon, Prancis, tahun 1786. Ia mempunyai bakat yang sangat terbatas, tetapi karena kemauannya yang begitu kuat, ia berusaha menjadi imam yang baik, rendah hati dan menawan hati umatnya. Ia tidak takut menghadapi tantangan dan kesulitan dalam hidupnya, membina hati nurani yang tulus dan terbuka bagi umatnya, terutama dengan menjadi bapa pengakuan yang sabar dan handal dengan nasehat-nasehatnya yang sederhana tetapi praktis. Ia tetap berpedoman pada Yesus Kristus sebagai andalannya dan jaminannya.

Hidup St. Yohanes Vianey yang sederhana itu telah berkembang menjadi sekian hebatnya, bahkan oleh Gereja dia dijadikan pelindung para imam. Bukan bobot intelektualnya yang diandalkan melainkan pada kesetiaannya terhadap tugas-tugas imamat. Yohanes Vianey itu ibarat lima roti dan dua ikan yang disiapkan oleh para murid Yesus, yang kemudian oleh Yesus diperbanyak sehingga dapat memberi makan ribuan orang. Kerendahan hatinya telah menjadi kekuatan yang sangat besar untuk menyentuh hati banyak orang, sehingga mereka mengalami Tuhan yang maha pengasih dan pengampun. Ia juga ibarat pekerja yang dipilih Tuhan untuk turut memanen karena tuaian begitu banyak sementara pekerja begitu sedikit. Kerohanian yang mendalam telah menjadi alat Tuhan yang ampuh untuk menolong banyak orang berbalik dari jalan yang sesat. St. Yohanes Maria Vianney dikenal sebagai bapa pengakuan yang baik bagi banyak orang yang putus asa karena tenggelam dalam dosa. Padanya ktia belajar, bagaimana turut serta menggunakan kualitas jasmaniah dan rohaniah yang kita miliki untuk turut memelihara umat Tuhan.

Kita mohon doa khusus dari St. Yohanes Maria Vianney untuk para imam, di seluruh dunia. Pertama-tama, agar para imam dijiwai oleh semangat kerendahan hati hati. Kedua, agar para imam dijiwai oleh semangat kekudusan. Dan ketiga, agar para imam dikobarkan semangat pelayanan. Imam yang rendah hati, kudus dan rela melayani bisa menjadi ragi yang tepat bagi umat manusia yang membutuhkan siraman rohani di tengan kekeringan hidup. (ap)

  1. Sejauh mana anda memahami peranan anda sebagai penerus cinta Tuhan kepada sesama manusia?
  2. Apa kualitas diri anda yang dapat menjadi sumbangan bagi kemuliaan nama Tuhan, seperti lima roti dan dua ikan?

(c) BBSS 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Senin, 4 Agustus 2014
 
St. Yohanes Maria Vianey
 

IA MEMBERI MAKAN RIBUAN ORANG
DARI LIMA ROTI DAN DUA IKAN,
DAN MEREKA MAKAN SAMPAI KENYANG

   
   
   
 
Yer 28:1-17 | Mzm 119:29.43.79-80.95-102 | Mat 9:35-10:1

 

Hai Hananya, Tuhan tidak mengutus engkau! Engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta (Yer 28:1-17)

Peristiwa ini terjadi di kota Yerusalem pada awal pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, yaitu dalam bulan yang kelima tahun yang keempat. Nabi Hananya bin Azur, yang berasal dari Gibeon,berkata kepadaku di rumah Tuhan, di hadapan para imam dan seluruh rakyat, “Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel “Aku telah mematahkan penindasan raja Babel. Dalam dua tahun ini segala perkakas rumah Tuhan yang telah diambil dari rumah ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel, akan Kukembalikan ke tempat ini. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Ku kembalikan ke tempat ini,’ demikianlah sabda Tuhan. Sungguh,Aku akan mematahkan penindasan raja Babel itu!”
Lalu berkatalah Nabi Yeremia kepada Nabi Hananya di depan para imam dan seluruh rakyat yang berdiri di rumah Tuhan. Kata Nabi Yeremia, “Amin. Semoga Tuhan berbuat demikian! Moga-moga Tuhan menepati perkataan-perkataan yang kau nubuatkan itu dengan mengembalikan perkakas-perkakas rumah Tuhan dan semua orang buangan dari Babel ke tempat ini. Hananya, dengarlah perkataan yang hendak kukatakan kepadamu dan kepada seluruh rakyat ini. Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar. Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh Tuhan.”
Kemudian Nabi Hananya mengambil gandar yang terpasang pada tengkuk Nabi Yeremia, lalu mematahkannya. Berkatalah Hananya di depan seluruh Rakyat, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel, dari tengkuk segala bangsa.!” Kemudian pergilah Nabi Yeremia dari sana. Dan sesudah Nabi Hananya mematahkan gandar dari tengkuk nabi Yeremia, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, “Pergilah dan katakanlah kepada Hananya, “Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah mematahkan gandar kayu,tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!’ Sebab beginilah sabda Tuhan semesta Allam, Allah Israel, ‘Kuk besiakan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel. Sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya.”
Lalu berkatalah Nabi Yeremia kepada Nabi Hananya, “Dengarkanlah, hai Hananya! Tuhan tidak mengutus engkau, dan engkaku telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah sabda Tuhan,’Sungguh, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah menghasut rakyat murtad kepada Tuhan.” Maka matilah Nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:29.43.79.80.95.102: R: 68)

Ref: Ajarkanlah ketetapan-ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan.

  1. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku.dan karuniakanlah Hukum-Mu kepadaku.
  2. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebsab aku berharap keapda hukum-hukum-Mu.
  3. Biarlah orang-orang takwa berpihak kepadaku, orang-orang yang paham akan peringatan-peringatan-Mu.
  4. Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
  5. Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
  6. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.
 

Melihat orang banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan (Mat 9:35-10:1)

Yesus berkeliling ke semua kota dan desa, mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak yang mengikutiNya, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka Yesus berkata kepada murid-muridNya, "Tuaian memang banyak tetapi pekerjanya sedikit. Maka mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
Lalu Yesus memanggil kedua belas muridNya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit serta kelemahan.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge