Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 19
   
Tak ada kepalsuan di dalam mata bening
seorang anak kecil.

DI PASTORAN Kulibul, Denpasar, anak-anak berhimpun sesudah ibadat hari Minggu. Ramai mereka berceloteh sambil berkejar-kejaran di halaman. Aku memanggil mereka untuk berhimpun. Semua melepaskan permainan dan berkumpul di seputarku. Aku bertanya kepada seorang gadis kecil yang lucu, "Sudah kelas berapa?" "Kelas nol besar", sahutnya. Ia masih di TK. Ketika aku hendak bertanya kepada anak lain, mendadak ia bertanya, "Romo kelas berapa?" Aku terkejut, sekaligus tertawa. Pandangannya masih sebatas itu, maka tak heran ia pun bertanya sebatas itu. Kepolosan anak-anak itu menjadi kenangan indah yang mengisi hari-hariku di sana.

Yesus menggunakan kehadiran anak-anak sebagai contoh bagi para murid tentang bagaimana seseorang sebaiknya beriman. Yang ditekankan Yesus bukanlah ketidakberdayaan melainkan perlunya membebaskan hati dari aneka prasangka buruk terhadap pihak lain. Seorang anak memandang dunia dengan mata jernih tanpa persepsi negatip. Karena itu ia damai dan tenteram di mana pun. Orang Kristiani pun perlu membangun persepsi positip atas peristiwa apa pun dalam hidup, walaupun itu merupakan salib yang berat dan menuntut korban diri. Dengan itu kita meletakkan semuanya ke dalam penyelenggaraan Tuhan, karena kita percaya Tuhan tidak akan meninggalkan anak-anakNya. (ap)

  1. Sejauh mana anda mau memasrahkan hidupmu sepenuhnya pada penyelenggaraan Tuhan?
  2. Apakah sikap tersebut berpengaruh pada hidup sehari-hari dalam komunikasi dengan sesama?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Sabtu, 16 Agustus 2014
 
 

MULAI SEKARANG SEGALA BANGSA AKAN MENYEBUT AKU BERBAHAGIA OLEH KARENA NAMANYA YANG KUDUS

   
   
   
 
Yeh 18:1-10.13b.30-32 | Mzm 51:12-15.18-19 | Mat 19:13-15

 

Aku menghukum kalian sesuai dengan tindakanmu sendiri (Yeh 18:1-10.13b.30-32)

Tuhan bersabda kepadaku, “Apakah maksudnya kalian mengucapkan pepatah ini di Israel: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu? Demi Aku yang hidup, demikianlah sabda Tuhan,kalian tidak akan mengucapkan pepatah itu lagi di Israel. Sungguh, semua jiwa itu Aku yang punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Akulah yang punya! Dan orang yang berbuat dosa, dia sendirilah yang harus mati. Orang benar ialah yang melakukan keadilan dan kebaikan. Ia tidak makan daging persembahan di atas gunung. Ia tidak memuja-muja berhala-berhala kaum Israel. Ia tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri wanita yang sedang haid. Ia tidak menindas orang lain. Ia mengembalikan gadaian oran gdan tidak merampas apa-apa. Ia memberi makan orang lapar dan memberi pakaian kepada orang telanjang. Ia tidak memungut bunga dan tidak memakan riba. Ia menjauhkan diri dari kecurangan dan melakukan hukum yang benar dalam huhungan dengan sesama manusia. Ia hidup menurut ketetapan-Ku, dan tetap mentaati peraturan-Ku; ia berlaku setia. Orang demikianlah orang yang benar, dan ia pasti hidup", demikianlah sabda Tuhan Allah. "Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari kejahatan tersebut,maka anak itu sendirilah yang harus mati, dan darahnya tertumpah pada dia sendiri. Oleh karena itu Aku akan menghukum kalian masing-masing menurut tindakanmu, hai kaum Israel,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Maka bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu,jangan sampai itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. Buanglah daripadamu segala durhaka yang kalian lakukan terhadap-Ku dan perbaharuilah hati serta rohmu! Mengapa kalian mau mati, hai kaum Israel? Aku tidak berkenan akan kematian seseorang yang harus ditanggungnya.,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Oleh karena bertobatlah, supaya kalian hidup.”

Mazmur Tanggapan ( Mzm 51:12-15.18-19; R: 12)

Ref: Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku,ya Allah.

  1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
  2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
  3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan korban sembelihan; dan kalaupun kupersembahan korban bakaran engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur, hati yang remuk redam tidak akan Kau pandang hina, ya Allah.
 

Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga (Mat 19:13-15 )

Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka. Tetapi murid-murid Yesus memarahi orang-orang itu. Maka Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.” Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge