Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 21
   
Ketika keelokan, dendam dan kepengecutan membelokkan arah sejarah keselamatan

BEBERAPA pejuang kemerdekaan terkenal mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis, bahkan seperti sebuah korban kecil dalam revolusi skala besar. Michael Collins, salah satu pemimpin gerakan kemerdekaan Irlandia, mengakhiri hidupnya sebagai korban penghadangan beberapa pemberontak muda. Che Guevara, revolusionis Amerika Selatan, yang berhasil mengobar- kan gerakan di mana-mana, menemui ajalnya di tangan sejumlah tentara Bolivia yang menentang pengaruhnya. Gema perjuangan mereka besar, namun secara pribadi mereka tetap orang sederhana.

Siapa pernah berpikir, kalau hidup Yohanes Pembaptis, bentara Mesias yang berkobar-kobar semangatnya untuk mewartakan kedatangan Sang Penebus, berakhir di ujung pedang karena dendam Herodias, tarian memukau puterinya dan kepengecutan Herodes? Tiga faktor konspirasi, yakni dendam, keelokan dan ketidaktegasan. Hidup sang nabi agung pun berakhir. Kita menghormati Yohanes sebagai seorang martir yang memberi hidupnya untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan banyak orang.

Di dalamdiri kita selalu ada potensi yang merusak karya agung Tuhan. Kita bisa mendendam. Kita memuja keelokan ragawi yang bisa membuat kita lupa diri. Kita tidak berani membela yang benar karena takut dilawan oleh banyak orang. Tiga elemen yang menghabisi Yohanes bisa ada di dalam diri kita secara serentak. Bukankah dengan itu kita pun dapat menghancurkan benih-benih Kerajaan Allah di dalam diri kita? Karena itu, waspadalah senantiasa agar kita tidak menjadi sebab kehancuran karya Tuhan. (ap)

  1. Sejauh mana anda menyadari, bahwa dalam diri anda bisa muncul daya-daya yang merusak komunitas umat beriman?
  2. Apakah kesadaran tersebut telah menuntun anda untuk bersikap waspada? Apa bentuknya?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Jumat, 29 Agustus 2014
 
Wafatnya St. Yohanes Pembaptis
 

BERBAHAGIALAH ENGKAU, SEBAB BUKAN MANUSIA YANG MENGATAKANNYA KEPADAMU MELAINKAN BAPA SURGAWI

   
   
   
 
Yer 1:17-19 | Mzm 71:1-4a.5-6b.15.17 | Mrk 6:17-29

 

Sampaikanlah kepada Yehuda segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka (Yer 1:17-19)

Sekali peristiwa Tuhan berkata kepadaku, Yeremia, "Baiklah Engkau bersiap! Bangkitlah dan sampaikanlah kepada umatKu segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukaNya, menentang para imam dan rakyat negeri lain. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikian firman Tuhan.".

Mazmur Tanggapan (Mzm 71:1-4a.5-6b.15.17; R: 15a)

Ref: Mulutku akan menceriterakan keadilanMu.

  1. PadaMu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilanMu, sendengkanlah telingaMu kepadaku dan selamatkanlah aku!
  2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri, sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku. Ya Allah luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
  3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. KepadaMy lah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku!
  4. Mulutku akan menceriterakan keadilanMu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dariMu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku membertakan perbuatanMu yang ajaib.
 

Aku mau supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis (Mat 24:42-51)

Sekali peristiwa, Herodes menyuruh orang menampak Yohanes dan membelenggunya di dalam penjara, berhubung dengan peristiwa Herodias, yakni karena Herodes telah memperistteri Herodias, isteri Filipus, saudaranya. Yohanes pernah menegur Herodes, "Tidak halal engkau mengambil isteri saduaramu!" Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam kepada Yohanes dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan terhadap Yohanes, karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengarkan Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, yakni ketika Herodes - pada hari ulang tahunnya - mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu putri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja Herodes berkata kepada gadis itu, "Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!" Lalu Herodes bersumpah kepadanya, "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!"
Anak itu pergi dan menanyakan kepada ibunya, "Apa yang harus kuminta?" Jawa ibunya, "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, "Aku mau, supaya sekarang juga engkau memberikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!" Maka sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu, mereka datang dan mengambil mayatnya lalu membaringkannya dalam kubur.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge