Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 20
   
Mengapa kita perlu dibayar?

DALAM sebuah interview, Peter Ustinov, aktor pemeran Nero dalam film Quo Vadis, berceritera tentang bagaimana ia menuntut pemerintah Uni Soviet untuk membayar royalti atas bukunya yang laku di pasaran Rusia. Pada awalnya, mereka menolak membayar royalti, karena buku yang laku tersebut ditulis di tahun 1971 sementara Uni Soviet baru menandatangani Konvensi Bern tentang royalti di tahun 1973. Menuntut haknya, Ustinov berkata, "Menurut Karl Marx, setiap orang harus dibayar sesuai dengan pekerjaannya." (CLICK untuk lihat 46:30 - 48:30). Ustinov ternyata tidak menggunakan uang tersebut, tetapi melihatnya sebagai kejutan dan apresiasi yang menyenangkan, pengalaman indah dalam hidupnya.

Menjawabi pertanyaan Petrus, Yesus berkata, bahwa semua orang yang telah meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, orangtua dan anak-anak atau ladangnya, akan menerima seratus kali lipat. Bilangan seratus kali lipat ini hendaknya tidak dipahami dalam arti harafiah, melainkan dalam bentuk alegoris, yakni Tuhan sangat menghargai pengorbanan manusia yang ingin turut serta dalam karya besar Ilahi untuk membangun Kerajaan Allah di dunia. Menerima seratus kali lipat berarti menerima penghargaan yang tinggi atas korban itu, sehingga kebahagian sejati bagi orang tersebut tidak terletak di dalam berapa besar harta yang dimiliki atau tingginya peran sosialnya, tetapi kesadaran bahwa dirinya dicintai oleh Tuhan. Bukankah dengan itu ia sungguh berharga di mata Tuhan? (bdk Yes 43:4).

Apakah kita perlu dibayar karena rela mengikuti Kristus dan turut dalam karya pengembangan Kerajaan Allah? Jawabannya ialah "YA", akan tetapi apa wujud bayaran itu? Seperti yang ditekankan Yesus, bayaran bagi kita ialah kesadaran baru akan betapa berharganya diri kita di mata Tuhan. Jika Tuhan saja menghargai diri kita, bukankah kita pun harus lebih memelihara diri kita sebagai kenisah Roh Kudus? (bdk 1 Kor 6:19). Kesadaran akan hakekat diri ini akan selalu menjadi lampu penuntun jalan hidup kita. Di sini kita akan selalu ada bersama Tuhan. (ap)

  1. Pernahkah anda menuntut anugerah khusus dari Tuhan karena terlibat dalam karya pelayanan Gereja?
  2. Apa karunia terindah yang pernah anda peroleh dan memberi kebahagiaan kepada anda?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Selasa, 19 Agustus 2014
 
 

BERILAH KEPADA KAISAR APA YANG
MENJADI HAK KAISAR DAN KEPADA ALLAH
APA YANG MENJADI HAK ALLAH

   
   
   
 
Yeh 28:1-10 | Ul 32:26-28.30.35cd-36ab | Mat 19:23-30

 

Engkau itu manusia ,bukan Allah, walaupun engkau menganggap dirimu sama dengan Allah (Yeh 28:1-10)

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai Anak Manusia, katakanlah kepada raja Tirus, ‘Beginilah sabda Tuhan Allah: Engkau telah menjadi tinggi hati dan berkata, ‘Aku ini Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan.’ Padahal engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel. Tiada rahasia yang tersembunyi bagimu. Dengan hikmat dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kau kumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang, engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau menjadi sombong.” Oleh karena itu beginilah sabda Tuhan Allah, “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah, maka sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas. Mereka akan menghunus pedang melawan hikmatmu yang terpuja dan menajiskan semarakmu. Mereka akan menurunkan dikau ke liang kubur dan engkau akan mati seperti orang mati terbunuh di tengah lautan. Apakah engkau masih akan mengatakan di depan pembunuhmu, ‘Aku ini Allah!?” Padahal bagi para penikammu engkau adalah manusia, bukan Allah. Engkau akan mati seperti orang tak bersunat, dibunuh oleh orang asing. Sebab Akulah yang mengatakannya.”

Mazmur Tanggapan (Ul 32:26-28.30.35c-36d; R: 39c)

Ref: Tuhanlah yang mematikan; Tuhan pulalah yang menghidupkan.

  1. Tuhan bersabda, “Seharusnya Aku menghempas bangsa jahat ini, dan melenyapkan ingatan akan mereka di antara manusia. Tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti.
  2. Jangan-jangan lawan berkata, “Tangan kamilah yang jaya, bukanlah Tuhan yang melakukan semuanya itu. Sebab lawan itu suatu bangsa yang bodoh, dan tidak ada pengertian pada mereka.
  3. Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang dan dua orang dapat menghalau sepuluh ribu orang, kecuali kalau Allah, gunung batu mereka, telah menjual mereka, dan menyerahkan mereka.
  4. Hari bencana bagi musuh telah dekat, dan aka segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya. Ia merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.
 

Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaaan Surga (Mat 19:23-30)

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata, “Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sungguh, pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terkhir akan menjadi yang terdahulu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge