Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 17
   
Janganlah membiarkan dirimu menjadi alat kegelapan untuk menghancurkan iman.

BANYAK kejadian dalam hidup yang merupakan buah konspirasi dari berbagai pihak. Konspirasi politik lintas negara sudah sering terjadi untuk menjatuhkan pemerintahan di negara tertentu demi keuntungan para pelaku. Agen-agen intelijen dari berbagai negara menyusup ke negara-negara lain, sehingga banyak negara harus melakukan operasi kontra intelijen. Tidak mengherankan kalau ada banyak perselisihan yang sering membuahkan peperangan, kehancuran dan luka-luka sosial politik antar bangsa. Namun pertanyaan mendasar tetap sama, dari mana asal semua itu?

Kisah tentang pembunuhan Yohanes Pembaptis, sang Bentara Mesias, memberi kita gambaran sumber kejahatan tersebut. Pertama, keserakahan Herodias. Ia meninggalkan suaminya yang sah dan menjadi isteri Herodes, hal yang dilawan oleh Yohanes. Kritikan Yohanes melahirkan sakit hati dan dendam di dalam diri Herodias. Ketika kesempatan itu tiba, Herodias jitu memanfaatkan kecerohonan Herodes. Peranan Herodes di sini ialah lalai membela kebenaran karena menolak tunduk pada suara hati. Putri Herodias secara tidak sadar turut berperanan, karena mau dipergunakan untuk tujuan jahat. Semua hal ini menyatu dalam satu gerakan yang sangat merusak dan mengorbankan kebenaran. Kematian Yohanes mungkin bukan sesuatu yang istimewa, tetapi nilai kebenaran yang turut gugur di dalamnya adalah tragedi bagi kemanusiaan.

Dari kisah ini kita dituntun untuk bersikap penuh mawas diri agar tidak diperbudak oleh nafsu-nafsu jahat kita sendiri. Pada sisi lain, kita berusaha agar tidak memanfaatkan pribadi orang lain untuk tujuan jahat. Di saat yang sama, kita juga mesti berpegang teguh pada kebenaran, agar kita tidak sampai dipergunakan orang untuk meraih tujuan jahatnya. (ap)

  1. Sejauh mana anda menyadari potensi-potensi kejahatan dalam diri anda?
  2. Apa yang perlu anda lakukan untuk mengatasinya?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Sabtu, 2 Agustus 2014
 
 

KERAJAAN SURGA ITU SEUMPAMA
HARTA TERPENDAM
YANG DITEMUKAN ORANG DI LADANG

   
   
   
 
Yer 26:11-16.24 | Mzm 69:15-16.30-31.33-34 | Mat 14:1-12

 

Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu (Yer 26:11-16.24)

Setelah Yeremia ditangkap karena nubuat yang disampaikannya, para imam dan para nabi berkata kepada para pemuka dan seluruh rakyat, “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah benubuat tentang kota ini, seperti kalian dengar dengan telingamu sendiri.” Tetapi Yeremia berkata kepada para pemuka dan seluruh rakyat, “Tuhanlah yang telah mengutus aku bernubuat tentang kota dan rumah ini; Tuhanlah yang mengutus aku menyampaikan segala perkataan yang telah kalian dengar itu. Oleh karena itu perbaikilah tingkah langkah dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara Tuhan, Allahmu, sehingga Tuhan mencabut kembali malapetaka yang diancamkan-Nya atas kalian. Tetapi aku ini, sesungguhnya aku ada di tanganmu. Perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar menurut anggapanmu. Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kalian membunuh aku, maka kalian mendatangkan darah orang tak bersalah atas dirimu dan atas kota ini beserta penduduknya. Sebab Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 69:15-16.30-31.33-34; R: 14)

Ref: Pada waktu Engkau berkenan, jawablah aku , ya Tuhan.

  1. Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tengelam; biarlah aku lepas dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam! Janganlah gelombang air menghanyutkan aku, janganlah tubir menelan aku atau sumur menutup mulutnya di atasku.
  2. Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur.
  3. Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.
 

Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus (Mat 14:1-12)

Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, “Inilah Yohanes Pembaptis. Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Horodias, isteri Filipus, saudaranya. Sebab Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!”
Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah puteri Herodias, di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, “Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.”
Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya orang memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada puteri Herodias, dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil jenazah itu dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge