Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 18
   
Yang bisa kami berikan hanya sumbangan kecil, semoga Tuhan bisa menyempurnakannya.

MENGIKUTI kisah perjalanan Yesus, ketika melayani umat di Israel, kita seperti turut berkelana bersama Dia dan menyaksikan karya-karya besar Tuhan yang dicurahkan dari kemurahanNya kepada bangsa-bangsa. Hari ini kita merenungkan kebesaran Tuhan yang menyentuh kemanusiaan kita, yang kiranya mendorong kita untuk mewujudkannya dalam hidup.

Peristiwa pembunuhan Yohanes oleh Herodes disampaikan kepada Yesus oleh murid-murid Yohanes. Sebagai suadara, Yesus merasa sedih. Maka ia hendak menyingkir ke satu tempat yang sunyi untuk mengasingkan diri, biar bisa bebas meratapi kematian saudara, tanpa harus disaksikan oleh banyak orang. Tetapi ketika ia sampai di tempat tujuan, ada banyak orang sudah menantikan kedatanganNya. Belas kasih tumbuh di hatiNya. Lupa akan kesedihanNya sendiri, Yesus memusatkan perhatian pada pelayanan. Ia mengajar mereka, menyembuhkan penyakit mereka, mengusir setan dan meneguhkan mereka. Tidak cukup melakukan pelayanan rohaniah, Yesus pun menghakhiri hari itu dengan memperbanyak roti untuk memberi makan semua orang. Salib Yesus selalu ada namun salib itu tak menghalangiNya untuk mengungkapkan belas kasih dan perhatian Tuhan kepada manusia.

Dalam hidup sehari-hari, banyak orang membiarkan diri tenggelam dalam rasa kasihan diri yang berlebihan. Sering penderitaan menjadi alasan untuk tidak turut serta dalam pelayanan menolong sesama. Pada satu sisi, orang tersebut terlalu dikungkung oleh salibnya sendiri dan merasa diri yang layak ditolong, bukan menolong. Pada sisi lain, dengan mengungkapkan salibnya di depan orang, ia mengundang simpati dan perhatian orang lain. Dengan itu ia sesungguhnya menciptakan satu zona nyaman, di mana dalam deritanya ia menikmati simpati dan pertolongan sesama.

Iman kita tak boleh diwarnai oleh mentalitas seperti ini. Penderitaan selalu tidak menyenangkan, harus dilawan. Tetapi penderitaan tak boleh membuat orang menjadi egois. Penderitaan harus direnungkan agar dengan semangat baru orang berusaha, agar orang-orang lain tak perlu turut merasakan hal yang sama. Dengan kata lain, penderitaan justru harus menjadi tantangan untuk kreatip mengembangkan pelayanan. Bukankah umat Kristus disatu- kan justru di seputar altar, yang merupakan tanda konkrit salib Kristus, tempat Ia mengorbankan diri demi keselamatan kita? (ap)

  1. Pernahkan anda merenungkan makna salib anda?
  2. Adakah salib yang membuat anda justru lebih bersemangat mewujudkan misi Kristus yang diserahkan kepada anda?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Minggu, 3 Agustus 2014
 
 

IA MEMBERI MAKAN RIBUAN ORANG
DARI LIMA ROTI DAN DUA IKAN,
DAN MEREKA MAKAN SAMPAI KENYANG

   
   
   
 
Yes 55:1-3 | Mzm 145:8-9.15-18 | Rm 8:35.37-39 | Mat 14:13-21

 

Terimalah dan makanlah (Yes 55:1-3)

Beginilah firman Tuhan, “Hai kamu semua yang haus, marilah dan minumlah! Dan kamu yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli, minumlah anggur dan susu tanpa bayar. Mengapa kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti? Dan mengapa upah jerih payahmu kaubelanjakan untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku, maka kamu akan mendapat makanan yang baik, dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sedengkanlah telingamu dan datanglah kepadaKu; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 145:8-9.15-18)

Ref: Kecaplah betapa sedapnya Tuhan, kecaplah betapa sedapnya Tuhan.

  1. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setiaNya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya.
  2. Mata sekalian orang menanti-nantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya. Engkau membuka tanganMu dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.
  3. Tuhan itu adil dalam segala jalanNya, dan penuh kasih setia dalam segala perbuatanNya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan.
 

Tidak ada suatu makhluk pun dapat memisahkan kita dari kasihAllah yang ada dalam Kristus Yesus (Rm 8:35.37-39)

Saudara-saudara, siapakah yang akan memisahkan kita dari Kristus? Penindasan atau kesesakan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjang-an? Bahaya? Atau pedang? Dalam semuanya itu, kita lebih daripada orang yang menang oleh karena Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, baik maut maupun hidup, malaikat-malaikat maupun pe-merintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah, atau segala makhluk lain di mana pun, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita

 

Mereka semuanya makan sampai kenyang (Mat 14:13-21)

Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus. Dengan naik perahu Ia bermaksud mengasingkan diri ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hatinya oleh belas kasihan kepada mereka, dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
Menjelang malam para murid datang kepada Yesus dan berkata, “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Tidak perlu mereka pergi! Kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka, “Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.” Yesus berkata, “Bawalah ke mari!” Lalu disuruhNya orang banyak itu duduk di rumput.
Setelah itu Yesus mengambil kelima roti dan kedua ikan itu. Sambil menengadah ke langit diucap-kannya doa berkat, dibagi-bagiNya roti itu dan diberikanNya kepada murid-muridNya. Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampaikenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, ada dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang pria, tidak termasuk wanita dan anak-anak.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge