Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 18
   
Jika imanmu bertumbuh dewasa, bertindaklah juga sebagai orang yang telah matang.

MEMPERHATIKAN percakapan anak-anak, saya menemukan, bahwa untuk bisa memperkuat ceriteranya atau menunjukkan keinginannya kepada teman-teman, seorang anak akan mengutip apa yang disampaikan orangtua atau gurunya, atau orang dewasa lain di sekitarnya. Ia tak bisa berargumen dengan logika. Ia hanya mengungkapkan apa yang didengar. Namun ketika ia beranjak remaja, ia tahu memutuskan apa yang benar dan salah, bisa berpikir sendiri dan membentuk jalur logikanya. Di sini kehendak bebas si anak semakin nampak. Sejalan dengan pertambahan usia, ia makin mampu mengungkapkan diri sesuai dengan karakter yang melekat pada driinya. Di sini kehendak dan keputusan bebas sangat berpengaruh.

Orang-orang yang berhimpun di seputar Yesus bukanlah orang-orang yang tidak mempiliki kekayaan spiritual. Mereka juga orang-orang yang dididik menurut ajaran iman mereka. Namun ada orang yang telah matang imannya dan mampu menyesuaikan diri dengan kehendak Yesus. Yang lain tidak mencapai tahapan demikian dan sebatas mengikuti Yesus untuk mendapat keuntungan tertentu seperti makanan, sembuh dari penyakit, bebas dari kuasa gelap, dan sebagainya. Untuk kalangan yang kedua ini, Yesus tidak menolak tetapi menuntut mereka secara serius mengembangkan imannya. Ketika para rasul lebih mengutamakan firman yang memberi hidup, masih banyak orang yang bergantung pada tanda-tanda heran. Di sinilah kehendak Yesus disampaikan, bahwa pendewasaan iman haruslah membuahkan pen- dewasaan pemahaman tentang keselamatan. Walaupun secara fisik orang berkekurangan, ketika imannya bertumbuh matang, ia tak kehilangan harap-an dalam nama Tuhan.

Peringatan Yesus terhadap para murid di atas berlaku juga bagi kita saat ini. Yesus menuntut pendewasaan iman yang bisa terus berpegang teguh padan kehendak Allah tanpa harus ditopang oleh mujizat. Ketika iman sudah meraih dasar pijakan, karunia-karunia lain akan datang sebagai buah-buahnya. Mari beranjak dewasa dalam iman sesuai tutunanNya. (ap)

  1. Menurut anda, apakah kualitas iman anda sudah mencapai tahapan yang dewasa dan kuat menghadapi tantangan?
  2. Apa yang anda lakukan untuk terus menerus menopang iman yang selalu dirongrong oleh kegelapan?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Sabtu, 9 Agustus 2014
 
 

IA MEMBERI MAKAN RIBUAN ORANG
DARI LIMA ROTI DAN DUA IKAN,
DAN MEREKA MAKAN SAMPAI KENYANG

   
   
   
 
Hab 1:12-2:4 | Mzm 9:8-13 | Mat 17:14-20

 

Orang benar akan hidup berkat imannya (Hab 1:12-2:4)

Tuhan, bukankah Engkau Allah sejak sediakala? Bukankah Engkau yang Mahakudus, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya, Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. MataMu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat dan berdiam diri, bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik?
Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itu lah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapat mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasih!
Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawabanNya atas pengaduanku. Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan ini masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti datang dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 9:8-13; R: 11)

Ref: Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan.

  1. Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhtaNya didirikanNya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
  2. Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. Orang yang mengenal namaMu percaya kepadaMu, sebab tidaklah Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.
  3. Bermazmurlah bagi Tuhan yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatanNya di antara bangsa-bangsa, sebab Dialah yang membalas penumpahan darah, karena ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakanNya.
 

Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu (Mat 17:14-20)

Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-muridMu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia daripadanya, dan anak itu sembuh seketika itu juga. Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kalian dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana,’ maka gunung ini akan pindah; dan tiada yang mustahil bagimu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge