Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 20
   
Mengasihi sesama seperti diri sendiri, mungkinkah itu?

SEORANG kenalan yang berhasil dalam usaha akhirnya menjadi orang kaya yang memiliki banyak uang. Semua kami tahu kalau harta itu diperoleh melalui kerja keras yang jujur, ditambah keberuntungan karena situasi sosial politik yang ada di wilayah itu. Karena dia seorang yang suka menolong, panitya pembangunan Gereja di satu wilayah minta bantuan kepadanya. Dengan murah hati ia memberi bantuan itu, sehingga akhirnya umat yang rata-rata miskin itu dapat memiliki sebuah tempat ibadat yang. Pada hari pemberkatan, ia diundang untuk menghadirinya. Ia pun datang dengan keluarganya. Ternyata di balik kehadirannya itu, ia punya tujuan yang lebih jauh, yakni mendidik anak-anaknya untuk mengenal kemiskinan dan menghargai orang-orang tersebut. "Saya dulu miskin, maka saya tahu dan mengerti apa artinya menjadi orang miskin", katanya, "tetapi anak-anak saya tidak terlahir sebagai orang miskin. Mereka harus belajar mengenal dan mencintai orang miskin, agar jangan menjadi orang egois tetapi justru belajar menolong orang-orang yang tidak seberuntung mereka." Menurut saya, kenalan ini ingin menularkan apa artinya mencintai sesama seperti diri sendiri.

Orang-orang Farisi mengajukan pertanyaan tentang hukum utama untuk menjerat Dia. Mungkin mereka berharap Ia memberikan jawaban yang salah dan merendahkan hukum Taurat. Jika demikian, mereka memiliki kasus untuk mendakwa Yesus sebagai orang jahat. Tapi jawaban Yesus adalah rangkuman dari seluruh hukum Taurat, yakni mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Apapun perintah Taurat, muaranya selalu jatuh ke dua unsur ini, mengasihi Tuhan dalam aneka bentuknya seperti doa dan korban, serta mengasihi sesama dalam bentuk melayani dan menolong orang yang membutuhkan.

Pertanyaan bagi kita ialah, bagaimana memahami dan menyadari bentuk- bentuk cinta kepada Tuhan dan sesama tersebut? Pertama-tama, kita tak bisa membuat pemisahan yang tegas antara mencintai Tuhan dan sesama, karena keduanya terkait satu sama lain. Mencintai Tuhan tanpa mencintai sesama hanyalah sebuah kesombongan rohaniah, sebaliknya mencintai sesama tanpa mencintai Tuhan adalah pelecehan terhadap martabat kita sebagai ciptaanNya menurut gambaran Ilahi. Karena itu, integrasi antara kedua unsur ini mutlak dilakukan dan menjadi identitas yang melekat pada diri setiap orang Kristiani. Dengan demikian, di saat kita mengalami kasih karunia dan berkat Tuhan, dengan seharusnya spontan muncul niat, apa yang bisa dllakukan, agar kasih karunia ini bisa menjadi berkat bagi sesama yang membutuhkannya. Sebaliknya, ketika kita mengalami ke- baikan sesama, spontan tumbuh rasa syukur, bahwa Tuhan menggunakan pribadi ini untuk mengabulkan permohonan-permohonan kita. Bukankah dunia akan menjadi lebih indah, ketika orang-orang hidup dengan penuh rasa syukur dan kesadaran cinta yang dalam? (ap)

  1. Pernahkah anda bersikap egois dengan mengabaikan kemungkinan mewujudkan cinta kepada Tuhan dan sesama?
  2. Menurut anda, apa yang perlu dilakukan dirimu dan komunitasmu untuk mewujudkan kerinduan Tuhan ini?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Jumat, 22 Agustus 2014
 
St. Maria, ratu
 

BERILAH KEPADA KAISAR APA YANG
MENJADI HAK KAISAR DAN KEPADA ALLAH
APA YANG MENJADI HAK ALLAH

   
   
   
 
Yeh 37:1-14 | Mzm 107:2-9 | Mat 22:34-40

 

Hai tulang-tulang kering, dengarlah sabda Tuhan. Aku akan membangkitkan kalian dari dalam kubur,hai kaum Israel (Yeh 37:1-14)

Pada suatu hari kekuasaan Tuhan meliputi aku, dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan daku di tengah-tengah lembah. Lembah ini penuh dengan tulang-tulang. Ia membawa aku berkeliling melihat tulang-tulang itu. Sungguh amat banyaklah tulang-tulang itu berserakan. Semuanya amat kering. Lalu Tuhan bersabda kepadaku, “Hai Anak manusia, dapatkah tulang-tulang itu dihidupkan kembali? Aku menjawab, “Ya Tuhan Allah, Engkaulah yang tahu.” Lalu Ia bersabda kepadaku, “Bernubuatlah tentang tulang-tulang itu dan katakanlah kepadanya, ‘Hai tulang-tulang kering, dengarlah sabda Tuhan!’ Beginilah sabda Tuhan Allah kepada tulang-tulang itu, ‘Aku memberi nafas hidup didalammu,supaya kalian hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat kepadamu dan menumbuhkan daging padamu. Aku akan menutup kalian dengan kulit dan memberi kalian nafas hidup, supaya kalian hidup kembali. Dan kalian akan tahu bahwa Akulah Tuhan."
Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku. Dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara. Sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya, lihatlah, ada urat-urat dan daging tumbuh padanya. Kemudian kulit menutupinya. Tetapi mereka belum bernafas. Maka Tuhan bersabda kepadaku, “Bernubuatlah kepada nafas hidup,bernubuatlah kepada nafas hidup, bernubuatlah, hai Anak manusia! Dan katakanlah kepda nafas hidup itu,’Beginilah sabda Tuhan Allah, hai nafas hidup, datanglah dari ke empat penjuru angina, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali. Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan Tuhan kepadaku. Dan nafas hidup itu memasuki mereka, sehingga mereka semua hidup kembali. Mereka tegak berdiri,seperti pasukan tentara yang sangat besar. Kemudian Tuhan bersabda kepadaku,”Hai Anak Manusia, tulang-tulang itu ialah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri berkata, ‘Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan harapan kami sudah lenyap,kami sudah hilang.’ Maka bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, Beginilah sabda Tuhan Allah: Sungguh, aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kalian dari dalamnya, hai umat-Ku. Dan Aku akan membawa kalian ke tanah Israel. Dan kalian akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kalian dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam kalian, sehingga kalian hidup kembali, dan Aku akan menempatkan kalian di tanahmu. Dan kalian akan mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakan dan membuatnya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 107:2-9; R: 1)

Ref: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.

  1. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari Timur dan dari barat, dari utara dan selatan.
  2. Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu.
  3. Maka dalam kesesakannya berseru-serulah mereka kepda Tuhan dan Tuhan melepaskan mereka dari kecemasan. Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.
  4. Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, Karena karya-karya-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia; sebab Tuhan memuaskan jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
 

Kasihanilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri (Mat 22:34-40)

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membungkam orang-orang Saduki, berkumpullah mereka. Seorang dari antaranya,seorang ahli Taurat, bertanya kepada Yesus hendak mencobai Dia, “Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?” Yesus menjawab, “Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu,dengan segenap jiwamu, dan segenap akal budimu. Itulah hukum yang utama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge