Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA NATAL  
 
 
Penantian yang panjang itu berakhir!

SEORANG Batam, Sisil, memintaku untuk memberkati perkawinannya dengan Mike, seorang pria Australia di Paroki St. Frasiskus Xaverius, Kuta, Bali. Lewat berbagai pertimbangan akhirnya aku setuju untuk memenuhinya. “Apakah ada juga umat dari Batam yang diundang untuk menghadiri pernikahan itu?” tanyaku. Sisil tertegun lalu mengatakan, bahwa ada beberapa yang diundang tapi ia tidak terlalu yakin apakan mereka datang. “Ada apa Romo menanyakan itu?” tanyanya. “Tak ada alasan khusus”, sahutku, “tetapi karena saya bertugas di Batam, akan lebih menyenangkan kalau di tengah perayaan yang pasti dihadiri oleh orang-orang yang tidak saya kenal, saya masih bisa melihat beberapa wajah yang yang saya kenal, yang bisa saya ajak berbincang santai tidak kaku dalam pesta.” Ternyata pada hari itu ada tiga orang yang hadir. Saya gembira karena merasa tidak sendirian.

Simeon dan Hana adalah sedikit dari sisa kecil orang Israel yang dengan setia menantikan kedatangan Sang Penebus. Penantian yang lama dan tanpa kepastian ternyata tak memudarkan harapan mereka. Mereka malah semakin tenggelam dalam doa. Doa yang terus menerus membentuk kepekaan batin mereka dalam melihat segala sesuatu yang terjadi. Karena itu, ketika Roh Kudus berbisik bahwa Sang Mesias itu sudah ada di dekat mereka, mata batin mereka yang sudah terlatih langsung mengenali siapa Dia. Harapan mereka terpenuhi untuk melihat terwujudnya rencana keselamatan Allah. Mereka tidak lagi sendirian di dalam penantian itu. Buah-buah penantian sudah boleh dinikmati.

Menanti dalam ketidakpastian, itulah ziarah hidup kita. Kita tahun pasti, sekali waktu hidup kita berakhir dan kita menghadap Sang Hakim, tetapi kapan dan di mana tak pernah kita ketahui. Situasi ini membuat kita sering merasa sendirian, dengan akibat luntur juga semangat kita. Akibatnya suara hati kita tidak cukup tajam untuk membaca tanda-tanda kehadiran Allah. Karena itu kita perlu membuat latihan rohani seperti doa, meditasi, merenungkan firman Tuhan, bacaan rohani, pengakuan dosa, sakramen-sakramen lain, dan sebagainya. Jangan berputus asa dan membiarkan suara hatimu tumpul, karena di sana Tuhan berbicara kepada kita. Hati yang peka akan bisa melihat kehadiran Tuhan dalam peristiwa atau orang sederhana yang kita temui setiap hari. (ap)

  1. Sejauh mana anda melihat suara hati itu penting karena di sana Tuhan berbicara kepada anda?
  2. Apa yang anda lakukan untuk selalu memelihara ke-tajaman suara hati anda?

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)

           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  OKTAF NATAL
 
 
Senin, 30 Desember 2013
 
SABDA ITU TELAH MENJADI MANUSIA
DAN TINGGAL DI ANTARA KITA
 
 
 
 
 
1 Yoh 2:12-17 | Mzm 96:7-10 | Luk 2:36-40
 

Orang yangmelakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya (1 Yoh 2:12-17)

Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni karena nama Yesus. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepadamu hai anak-anak, sebab kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu, dan kamu telah mengalahkan yang jahat.
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang melenyap bersama keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 97:7-10; R: 11a)

Rf: Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai.

  1. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan namaNya.
  2. Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataranNya, sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapanNya, hai seluruh bumi!
  3. Katakanlah di atnara bangsa-bangsa, "Tuhan itu raja! Dunia ditegakkanNya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
 

Hana berbicara tentang kanak-kanak Yesus. (Luk 2:36-40)

Ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, ada di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge