Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA ADVENTUS  
 
 
Bukalah hatimu untuk Firman Tuhan.

PERTANYAAN para murid pada Yesus di atas merujuk ke ramalan Nabi Maleakhi. “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu men-jelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah” (Mal 4:5-6). Agaknya terminologi ini sering disampaikan oleh para ahli Taurat. Mungkin juga kutipan itu dipakai untuk melawan Yesus. Elia adalah seorang nabi istimewa yang naik ke surga dengan cara ajaib, diangkat dalam kereta api (bdk. 2 Raj 2:11). Jika ia diangkat ke surga dengan cara begitu istimewa, kedatangannya juga harus dengan cara istimewa. Sejauh ini Elia belum datang lagi, maka logikanya Yesus bukan Mesias, karena kedatanganNya tidak didahului oleh Elia.

Kita melihat konsep dogmatis yang kaku dan melekat pada penghayatan ritual orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Sikap kaku ini tidak memberi ruang gerak bagi pemahaman dengan cara lain. Akibatnya, mereka tetap terkungkung dalam kenyamanan hukum dan ritus, sementara Tuhan terus bergerak dengan pembaharuanNya yang menjangkau semua orang. Toh dalam sejarah iman Israel, tak pernah ada orang yang sudah beralih ke dalam alam kekal kembali dan hidup normal sebagai manusia. Dengan kata lain, kembalinya Elia ke dunia untuk membuka jalan bagi Mesias harus dipahami sebagai sebuah perumpamaan. Elia itu bisa siapa saja. Dalam kasus Yesus selaku Mesias, Elia itu adalah Yohanes yang menyerukan pertobatan untuk menyambut Mesias.

Di dalam Gereja Katolik kita mempunyai Magisterium yang mendapat otoritas resmi mengajarkan iman berdasarkan Kitab Suci dan Tradisi Suci. Walaupun demikian tak berarti bahwa Roh Kudus tidak lagi mewahyukan kebenaran iman melalui umat Allah. Ada pengalaman-pengalaman iman lain. Di sana kita juga mengalami kasih dan penyertaan Yesus. Apakah kehadiran Yesus di sini kurang kualitasnya daripada yang diajarkan Magisterium Gereja? Tidak kurang. Maka, di mana Elia yang mendahului Yesus dalam pengalaman spiritual personal itu? “Elia” di sini bisa dalam bentuk orang, peristiwa, pengalaman khusus dan sebagainya. Mari kita belajar melihat dengan mata iman, bahwa Tuhan dapat berkarya melalui siapa saja atau peristiwa apa saja. Jangan menutup pintu hati terhadap pewahyuan diri Allah. (ap)

  1. Adakah pengalaman konkrit di mana anda mengalami kasih Tuhan yang menyentuh hatimu?
  2. Pengalaman apa yang menggambarkan kehadiran “elia” yang mendahului Kristus itu?

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  (Pekan 2) - St. Yohanes dari Salib
 
 
Sabtu, 14 Desember 2013
 
HENDAKLAH LANGIT BERSUKACITA DAN BUMI BERSORAK SORAI DI HADAPAN TAHTA TUHAN KARENA IA SUDAH DATANG
 
 
 
 
 
Sir 48:1-4.9-11 | Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19 | Mat 17:10-13
 

Elia akan datang lagi. (Sir 48:1-4.9-11)

Dahulu kala tampillah Nabi elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan, langit dikuci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19; R: 4)

Ref: Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajahMu bersinar, maka selamatlah kami.

  1. Hai gembala Israel, pasanglah telingaMu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tambillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaanMu, dan datanglah menyelamatkan kami.
  2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kananMu!
  3. Kiranya anganMu melindungi orang yang aad di sebelah kananMu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari padaMu; Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan namaMu.
 

Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia. (Mat 17:10-13)

Ketika Yesus dan murid-muridNya turun dari gunung, para murid bertanya kepadaNya, “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Yesus menjawab, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita seperti mereka.’
Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge