Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA NATAL  
 
 
Tuhan tidak punya tempat di tengah kemeriahan. Dia ditinggalkan di sebuah sudut sepi sementara orang-orang yang dikunjungiNya bersukaria.

KENANGAN NATAL di dusun kecil adalah kegembiraan anak desa yang mendapat baju baru, kue yang enak, minuman manis dan kekaguman pada lampu kerlap-kerlip kandang Natal. Maklum saja jaringan listrik belum ada saat itu. Saat ini kegem-biraan anak-anak lebih pada hadiah ‘santa claus’ dalam bentuk video-game, gadget, ipad, iphone, dll. Situasi berubah, kebutuhan berubah, tapi hakekat perayaan tetap sama, yakni Tuhan masuk ke dalam sejarah manusia, Firman menjadi manusia dan tinggal di tengah manusia, agar manusia berdosa itu diangkat martabatnya dan diselamat- kan. Apakah pesan mendasar ini masih melekat di dalam perayaan- perayaan kita?

Semakin modern dan mewah perayaan Natal masa kini, semakin saya merasa kesaksian Yohanes benar. “Terang itu telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya tetapi dunia tidak mengenalNya” (Yoh 1:10). Perhatian masyarakat modern lebih terarah ke komersialisasi Natal untuk meraup keuntungan. Semua pusat perbelanjaan didekorasi dengan hiasan Natal dan diiringi oleh lagu-lagu Natal. Taman-taman dan jalan-jalan kota dipenuhi lampu warna-warni. Namun, di mana tempat orang merasakan kehadiran Tuhan di tengah kemeriahan ini? Tuhan yang mengunjungi umatNya ditinggalkan di satu sudut keriuhan manusia yang “seakan-akan” bersukaria karena kelahiran penebus. Jika Tuhan manusia biasa, mungkin Ia duduk menangis sedih.

Aku menelusuri hari-hariku dan mencoba menangkap kembali kegembiraan natal di dusun kecil. Kegembiraan itu telah pergi dan tak akan kembali. Baru aku sadar, kalau aku pun terlarut dalam perayaan modern yang menempatkan Tuhan hanya di satu pojok hati. Oh... inikah Natal sejati? Yesus kecil, kembalilah ke sukmaku. Aku merindukan keheningan Natal dan kekhusukan dalam doa. Tetaplah hadir bersamaku walaupun semakin banyak umatMu yang tidak lagi mengindahkan diriMu. (ap)

+ SELAMAT HARI RAYA NATAL +

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  HARI RAYA NATAL
 
 
Rabu, 25 Desember 2013
 
SABDA ITU TELAH MENJADI MANUSIA
DAN TINGGAL DI ANTARA KITA
 
 
 
 
 
Yes 52:7-10 | Mzm 98:1-6 | Ibr 1:1-6 | Yoh 1:1-18
 

Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. (Yes 52:7-10)

O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik; yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion, "Allahmu meraja!"
Dengarkanlah suara orang-orang yang mengawal engkau: Mereka bersorak-sorai serempak. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana bagaimana Tuhan kembalike Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umatNya. Ia telah menebus Yerusalem. Tuhan telah menunjukkan tanganNya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 98:1-6; R: 3c)

Rf: Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita!

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan yang telah dikerjakan oleh tanganNya, oleh lenganNya yang kudus.
  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripadaNya. Ia telah menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaanNya terhadap kaum Israel.
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
  4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!
 

Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. (Ibr 1:1-6)

Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang ktia dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya. AnakNya itulah yang ditetapkanNya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia lah Allah menjadikan alam semesta, Dia lah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dia lah yang menopang segala yang ada dengan sabdaNya yang penuh kekuasaan. Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat, sebagaimana nama yang dikaruniakan kepadaNya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "AnakKu lah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan." Ataupun. "Aku akan menjadi BapaNya, dan ia menjadi AnakKu." Lagi pula, ketika menghantar AnakNya yang sulung ke dunia, Allah berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

 

Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. (Yoh 1:1-18)

Pada awal mula adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan tetapi kegelapan tidak menguasainya.
Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi Ia sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya tetapi orang-orang kepunyaanNya tidak menerimaNya. Tetapi, semua orang yang menerima Dia diberiNya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Firman itu telah menjadi manusia dan diamdi antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksud-kan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhannya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karununia; sebab Hukum Taurat diberikan oleh Musa tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dia lah yang menyatakanNya.

           



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge