Desember 2013 |
|
MASA NATAL |
|
|
|
| |
|
Keluarga Kudus Nazaret:
model bagi keluarga-keluarga Kristiani |
BANYAK SEKALI tantangan yang dihadapi oleh Keluarga Kudus dari Nazaret ini. Ketika Maria sedang mengandung, Yusuf harus membawanya ke Betlehem sehubungan dengan program cacah jiwa yang diperintahkan oleh Kaisar Agustus. Karena keserakahan Herodes dan ketakutan akan kehilangan kekuasaannya, sekarang keluarga kudus ini mesti mengungsi ke Mesir. Ketika kembali dari Mesir, mereka tak bisa kembali ke Betlehem, karena Arkhelaus menjadi raja Yudea menggantikan Herodes. Mengapa mereka begitu kuat menghadapi semuanya itu?
Satu-satunya jawaban yang bisa menjelaskan semuanya ialah iman. Oleh imannya, saya percaya Maria dan Yosef mengetahui betul siapa Yesus dan apa tanggung jawab mereka. Tuhan pasti selalu melindungi mereka. Karena itu apa yang diperintahkan Tuhan melalui mimpi itu diikuti dengan saksama. Mimpi yang bagi orang lain hanya bunga-bunga tidur, bagi Yusuf adalah petunjuk Tuhan bagaimana ia harus bersikap. Demikian lah mereka melewati hari-hari berat untuk mempersiapkan Sang Penebus memasuki karyaNya yang agung: menyelamatkan umat manusia.
Keluarga Kudus dari Nazareth sudah menjadi model bagi keluarga Kristiani selama berabad-abad. Pertama, dalam keluarga harus bertahta Kristus. Yesus menjadi tokoh sentral dan tak boleh digantikan dengan nilai apapun, seperti harta benda, kehormatan, pengakuan dunia sekitar, peranan yang memberi nama besar, dan sebagainya. Kedua, anggota keluarga perlu memiliki iman yang terbuka pada penyelenggaraan Ilahi dan setia dalam penderitaan seperti pada Maria yang setia menyertai Yesus sampai ke Golgotha. Keluarga-keluarga perlu berdoa bersama, mempersembahkan diri kepada Tuhan. Ketiga, dalam keluarga perlu ada sikap tulus dan tak berkianat seperti Yosef. Mengkianati keluarga itu pada hakekatnya sama dengan berkhianat pada diri sendiri. Jika tiga kualitas keluarga ini ada, rasanya kita tidak terlalu memerlukan biro-biro konsultasi keluarga di lingkungan pastoral kita.
Maka mari kita membangun keluarga-keluarga Kristi-ani yang berpusat pada Kristus, beriman tulus, terbuka, pasrah dan setia pada kehendak Allah. (ap)
- Pernahkah anda berkianat atau berniat untuk mengkianati keluarga anda?
- Apa yang anda lakukan untuk membawa kembali keluarga anda ke keutuhan?
(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)
|
|
| REFLEKSI BULAN INI |
Mg |
Sn |
Sl |
Rb |
Km |
Jm |
Sb |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PESTA KELUARGA KUDUS |
|
|
| |
Minggu, 29 Desember 2013 |
|
SABDA ITU TELAH MENJADI MANUSIA
DAN TINGGAL DI ANTARA KITA |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
Sir 3:2-6.12-14 | Mz 128:1-5 | Kol 3:12-21 |
Mat 2:13-15.19-23 |
|
|
|
Barangsiapa takwa pada Tuhan, ia menghormati orang tuanya. (Sir 3:2-6.12-14)
Anak-anakku, dengarkanlah aku. Tuhan telah memuliakan bapa di atas anak-anaknya, dan hak itu atas para anaknya Ia teguhkan. Barangsiapa menghormati bapanya, ia memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya, ia sama dengan orang yang mengumpulkan harta. Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya, dan apabila bersembahyang, nisaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan hati ibunya.
Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Kalau akalnya sudah berkurang, hendaklah kaumaafkan, jangan menistakan dia sewaktu engkau masih berjaya. Kebaikan yang ditunjukan kepada bapa tidak akan terlupakan; sebaliknya akan dibilang sebagai pemuliah segala dosamu. |
|
Mazmur Tanggapan (Mzm 128:1-5)
Rf: Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya.
- Berbahagialah orang yan takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukanNya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmua!
- Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
- Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
|
|
Tata hidup keluarga di dalam Tuhan. (Kol 3:12-21)
Saudara-saudara, kalianlah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi olehNya. Maka kenakanlah belaskasihan, kemurahan dan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan hendaknya kalian saling mengampuni bila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sebagaimana Kristus mengampuni kalian, demikian pula kalian hendaknya.
Dan di atas semuanya itu kenakanlah cinta kasih, tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Semoga damai sejahtera Kristus menguasai hatimu, karena untuk itulah kalian dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Semoga Sabda Kristus degnan segala kekayaannya tinggal di antara kamu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasehati dengan segala hikmat. Nyanyikanlah mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, untuk mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah itu demi nama Tuhan Yesus Kristus, dan dengan perantaraanNya bersyukurlah kepada Allah, Bapa kita.
Hai para isteri, tunduklah kepada suamimu sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai para suami, kasihilah isterimu dan jangan berlakukasar terhadapnya. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai para bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. |
|
Ambillah Anak itu serta IbuNya, dan larilah ke Mesir. (Mat 2:13-15.19-23)
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem pulang, tampaklah Malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya! Larilah ke Mesir, tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.”Maka Yusuf pun bangun. Malam itu juga diambil-nya Anak itu serta ibuNya lalu menyingkir ke Mesir dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabiNya, “Dari Mesir Kupanggil anak-anakKua.”
Setelah Herodes mati, tampaklah Malaikat Tuhan kepada Yusuf di Mesir dalam mimpi. Katanya, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” Lalu Yusuf pun bangunlah. Diambilnya anak itu beserta ibuNya dan pergilah mereka ke tanah Israel. Tetapi setelah mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut ke sana. Setelah dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia tinggal di sebuah kota bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. |
|
|
|
|
HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA |
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |