Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA NATAL  
 
 
Janganlah dirimu dikuasai keserakahan!

GEREJA MENYEBUT St. Stefanus sebagai martir pertama yang memberi kesaksian tentang iman akan Yesus yang bangkit, tetapi yang pertama menjadi korban pembunuhan karena kedatangan Yesus adalah anak-anak di Betlehem. Nabi Yeremia telah meramalkan tragedi itu jauh sebelumnya, katanya, “Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih. Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anak-nya, sebab mereka tidak ada lagi” (Yer 35:15). Yang disebut Rahel di sini bukanlah Rahel isteri Yakub yang melahirkan Yusuf dan Benyamin (Kej 35:16-20). Rahel di sini merujuk ke Betlehem, kota para nabi, kota raja Daud, kota tempat banyak utusan Tuhan datang. Di tempat agung ini harus tumpah korban untuk melindungi bayi Yesus yang diusir oleh keserakahan Herodes yang ingin mengamankan kekuasaannya. Penguasa dunia datang ke dalam dunia tetapi dunia kepunyaanNya itu menolak dirinya (Yoh 1:11).

Kisah Yesus mengungsi ke Mesir mengingatkan kita juga akan pengungsian nenek moyangNya. Abraham dan Yakub tercatat mengungsi ke Mesir (Kej 12:10-20; 46:1-7). Dari Mesir juga Tuhan memang-gil Moses (Kej 3:10) untuk menuntut orang Israel keluar dari perbudakan menuju tanah terjanji, yakni Kanaan. Demikianlah Yesus mengalami nasib serupa, menjadi manusia terasing sebelum kembali dan berkarya di tengah bangsaNya. Namun dengan itu ada satu jembatan baru yang menghubungkan diriNya dengan bangsa-bangsa, karena pada hakekatnya Ia datang untuk semua manusia.

Sambil mengenang pengorbanan diri kanak-kanak Betlehem, kita diajak untuk melihat, bahwa keserakahan manusia dapat menjadi bencana yang begitu menakutkan bagi banyak orang. Kita mempunyai tokoh pembantai modern seperti Stalin, Hitler, Polpot dan sebagainya. Bolehlah dikatakan, bahwa dalam diri mereka kita menemu-kan personifikasi iblis. Janganlah membiarkan dirimu menjadi alat iblis menindas manusia. (ap)

  1. Adakah mental serakah di dalam dirimu yang harus diperhatikan agar tidak merugikan sesama?
  2. Sejauh mana anda telah mengambil langkah-langkah konkrit untuk mengatasinya?

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)

           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  PESTA KANAK-KANAK SUCI, MARTIR
 
 
Sabtu, 28 Desember 2013
 
SABDA ITU TELAH MENJADI MANUSIA
DAN TINGGAL DI ANTARA KITA
 
 
 
 
 
1 Yoh 1:5-2:2 | Mzm 124:2-3.4-5.7b-8 | Mat 2:13-18
 

Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa. (1 Yoh 1:5-2:2)

Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita dikatakan bahwa kita kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yanglain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Allah menjadi pendusta, dan firmanNya tidak ada di dalam kita.
Anak-anakku, hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 124:2-3.4-5.7b-8; R: 7a)

Rf: Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap.

  1. Jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
  2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menumbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.
  3. Jerat telah putus, kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.
 

Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh.
(Mat 2:13-18)

Setelah orang-orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.’
Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge