Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA NATAL  
 
 
Bagilah kekayaan rohanimu kepada orang lain!

KETIKA MASIH di sekolah dasar, saya berimajinasi menjadi Yohanes dalam perjamuan bersama Yesus. Katekisasi Guru agama di SD membuat imajinasi tentang Yohanes begitu menyenangkan. Dalam malam perjamuan itu Yesus berkata, bahwa ada seorang yang mengkhianati Dia. Petrus memberi isyarat kepada Yohanes untuk bertanya siapa pengkhianat itu. Yohanes yang duduk dekat Yesus menyandarkan kepalanya ke dada Yesus lalu bertanya siapa orang tersebut. Apa isi dialog tidak saya pentingkan, tetapi membayangkan Yohanes meletakkan kepalanya di dada Yesus terasa luar biasa indah. Sekarang saya berpikir, imajinasi guruku itu bersumber pada tulisan tentang murid yang dikasihi Yesus (Yoh 13:23-25).

Menurut tradisi, Yohanes adalah satu-satunya murid yang mati secara normal dalam arti tidak menjadi martir. Semua rasul yang lain menjadi martir. Namun kisah hidup Yohanes juga ada celanya. Bersama dengan saudaranya Yakobus ia meminta tempat khusus dalam Kerajaan Kekal (Mrk 10:37). Bahkan ibu keduanya berbuat yang sama (Mat 20:21). Akan tetapi Yohanes juga yang pertama berlari ke makan Yesus sesudah menerima kabar kebangkitan (Yoh 20:4.8). Ia yang menge-nal Yesus di tepi danau Galilea (Yoh 21:7) dan dinubuatkan tak akan mati sebelum Yesus datang lagi (Yoh 21:22-23). Dinamika hidup penuh warna ini telah menghantar sang rasul menulis refleksi rohaninya yang kini kita kenal dengan Injil Yohanes. “Dialah murid yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar” (Yoh 21:24). Demikianlah kekayaan rohani yang telah diterima dengan cara khusus dibagikan dengan cara khusus pula untuk memperkaya khazanah spiritual umat Allah di seluruh dunia.

Kisah Yohanes dan kekayaan rohaninya yang tertuang dalam Injil Yohanes, Surat pertama kedua dan ketiga Yohanes serta Kitab Wahyu menggambar-kan pilihan dan penyertaan Allah. Yohanes tak lebih dari seorang nelayan di Galilea, tak akan pernah diingat oleh sejarah kalau tak dipanggil Tuhan atau jika ia menolak panggilan Tuhan. Di sini kita menemukan Tuhan menumbuh-kan, memelihara dan menggunakan manusia membangun KerajaanNya. Kita pun dalam skala kecil memiliki peranan serupa. Janganlah disia- siakan. (ap)

  1. Bacalah kitab-kitab tulisan Yohanes dan temukanlah tema dasar di dalamnya.
  2. Sharingkan temuan anda dan buatlah pembaharuan diri untuk menjadi rekan kerja Allah membangun KerajaanNya di dunia.
(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)
           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  PESTA ST. YOHANES, RASUL
 
 
Jumat, 27 Desember 2013
 
SABDA ITU TELAH MENJADI MANUSIA
DAN TINGGAL DI ANTARA KITA
 
 
 
 
 
1 Yoh 1:1-4 | Mzm 97:1-2.5-6.11-12 | Yoh 20:2-8
 

Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
(1 Yoh 1:1-4)

Saudara-saudara terkasih, apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami; yakni Firman hidup, itulah yang kamu tuliskan kepada kamu. Hidup telah dinyatakan dan kami telah melihatnya! Dan sekarang kami bersaksi serta memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan AnakNya, yakni Yesus Kristus. Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 97:1-2.5-6.11-12; R: 12a)

Rf: Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar.

  1. Tuhan adalah raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulai bersukacita. Awan dan kekelaman ada di sekelilingNya, keadilah dan hukum adalah tumpuah tahtaNya.
  2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilanNya dan semua bangsa melihat kemuliaanNya.
  3. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi namaNya yang kudus.
 

Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. (Yoh 1:1-18)

Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge