Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA ADVENTUS  
 
 
Ketulusan itu membebaskan sekaligus meneguhkan

BAGAIMANA MUNGKIN Yusuf dianggap tulus hati padahal ia ingin menceraikan Maria dengan diam-diam? Begitu pertanyaan seorang peserta kursus persiapan perkawinan dalam satu sessi di Paroki St. Petrus, Lubuk Baja, Batam. Saya rasa pertanyaan itu sangat bagus dan perlu dipahami dengan baik agar jangan sampai salah diajarkan.

Pertama-tama, di saat Maria mengandung, mereka hidup dalam konteks iman Yahudi yang melegalkan perceraian. Seorang suami dapat menceraikan isterinya. Perceraian memisahkan mereka tetapi tak mengingkari fakta, bahwa anak-anak yang dilahirkan adalah anak mereka yang sah. Yusuf tahu, bahwa Maria tidak mengandung anak dari dirinya. Ia bisa menyatakan itu ke publik, te-tapi konsekuensinya ialah kematian Maria, karena itu berarti Maria mengandung anak zinah dan hukumannya ialah mati (bdk. Ul 23:23-24). Sebaliknya kalau ia menceraikan, secara tidak langsung ia mengakui, bahwa walaupun Maria diceraikan, anak yang dikandung itu adalah anaknya.

Ketulusan hati Yusuf ini sangat penting dan melindungi Maria dan Yesus yang dikandungnya. Yesus itu Firman yang menjadi manusia, buah Roh Kudus, tetapi manusia normal tak akan menerima fakta iman itu begitu saja. Terlalu kudus, terlalu luar biasa, tak sesuai dengan situasi alamiah yang dihadapi. It is too good to be true! Bagi orang setulus Yusuf, kehendak Tuhan adalah segalanya. Maka ia tak perlu berpikir terlalu lama. Begitu pesan Ilahi itu masuk ke telinganya dan bisa diresapi oleh imannya, tak ada beban apa pun yang menghalangi. Maria menjadi isterinya, Yesus menjadi anaknya, rencana keselamatan Allah terwujud dengan baik.

Sebagai manusia normal kita mungkin sulit menerima sikap dan keputusan Yusuf. Namun di lingkungan manusia berdosa sekali pun selalu ada pintu bagi maaf, pertobaan dan rekonsiliasi. Ada juga pasangan suami isteri yang beselingkuh lalu belajar dari dosanya itu dan mempertahankan rumah tangga, bahkan lebih akur dan matang. Maka kualitas ketulusan tipe Yusuf haruslah menjadi kualitas rohani umat Kristiani, terutama dalam relasi suami isteri. Saling percaya dan pasrah pada Tuhan menjadi kekuatan yang sangat agung. (ap)

  1. Pernahkah anda mencurigai pasangan anda yang terikat dalam perkawinan?
  2. Apakah anda mau memaafkan, belajar mencintai lagi dan membangun keluarga dengan iman baru?

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  (Pekan 3)
 
 
Rabu, 18 Desember 2013
 
HENDAKLAH LANGIT BERSUKACITA DAN BUMI BERSORAK SORAI DI HADAPAN TAHTA TUHAN KARENA IA SUDAH DATANG
 
 
 
 
 
Yer 23:5-8 | Mzm 72:1-2.12-13.18-19 | Mat 1:18-24
 

Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. (Yer 23:5-8 )

Beginilah firman Tuhan, "Sesungguhnya waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana, dan akan melakukan keadilan serta kebenaran di negari. Dalam zamannya, Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah yang diberikan orang kepadanya: Tuhan Keadilan kita. Sebab itu, beginilah firman Tuhan, waktunya akan datang bahwa orang tidak lagi mengatakan 'Demi Tuhan yang hidup, yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir,' melainkan 'Demi Tuhan yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negari ke mana Allah telah mencerai-beraikan mereka'; maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri."

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 7:1-2.12-13.18-19; R: lh. 7)

Ref: Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah sampai
         selama-lamanya.

  1. Ya Allah berikanlah hukumMu kepada raja dan keadilanMu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umatMu dengan keadilan dan menghakimi orang-orangMu yang tertindas dengan hukum!
  2. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak meminta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
  3. Terpujilah Tuhan, Allah Israel, hanya Dia yang melakukan perbuatan ajaib! Terpujilah namaNya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaanNya memenuhi seluruh bumi.
 

Yesus akan lahir dari Maria, yang bertunangan dengan Yusuf, anak Daud (Mat 1:18-24)

Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi: ‘Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Immanuel’ yang berarti: Allah menyertai kita.”
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge