Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA NATAL  
 
 
Ketika Tuhan menghendaki, seluruh hidup kita menjadi kesaksian bagi SabdaNya

DI KALANGAN masyarakat Inggris, hari sesudah Natal disebut sebagai Boxing Day. Pada saat itu, keluarga-keluarga Kristiani akan meletakkan di depan rumah mereka kotak-kotak yang berisi makanan, pakaian, mainan, atau apa saja yang bisa disumbangkan kepada orang miskin. Orang Irlandia lebih suka menyebutnya St. Stephen Day, karena bertepatan dengan pesta martir pertama, yakni St. Stefanus. Apapun istilah yang dipakai, hakekat pesan iman yang disampaikan tetap sama, yakni kegembiraan Natal tak bisa dipisahkan dari tujuan kedatangan Yesus, yakni menyelamatkan umat manusia dari kegelapan dosa lewat salib dan kebangkitan. Maka gemerlap dan kegembiraan perayaan Natal tak boleh membuat kita terlena. Ancaman dosa dan kegelapan selalu ada. Kesaksian kita akan selalu dituntut.

Ketika bom malam Natal melanda Indonesia pada 24 Desember 2000, ada beberapa teman sharing rohani berani mengatakan, mungkin sudah saatnya kemartiran Gereja Indonesia dituntut. Sekian dekade Gereja menikmati perlakuan khusus bahkan pemanjaan. Semua ini membaut orang Kristen Indonesia terlena. Padahal Tuhan harus menderita di salib demi keselamatan semua orang. Atas alasan apa kita enak-enak menikmati perlakuan khusus di atas penderitaan Tuhan? Agak tidak fair pernyataan itu, tapi mungkin ada benarnya untuk direnungkan.

Kemartiran St. Stefanus sangat pedih dan mungkin kita tak akan berani mengambil resiko seperti itu. Tapi alangkah baiknya kita mulai belajar menerima fakta, bahwa kemartiran adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup Gereja. Bahkan boleh dikatakan, bahwa darah para martir adalah benih subur bagi gereja. Kesadaran itu tak dimaksudkan agar kita siap untuk dibunuh seperti para martir, tetapi supaya memberi kita daya juang dan kesabaran ketika kita berhadapan dengan penolakan karena iman pada Kristus. Tak dapat dibenarkan kalau kita sampai menggadaikan iman karena tak tahan dengan penolakan itu.

Mari meneladani St. Stefanus, berani bersaksi tentang Tuhan, berani membuka kebenaran dan berani menanggung resiko karena kebenaran itu. Tuhan yang memberi kekuatan. (ap)

  1. Renungkanlah hidup St. Stefanus dan resapilah ke-beraniannya.
  2. Bagaimana anda menghubungan kisah St. Stefanus dengan kegembiraan Natal anda?
(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)
           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  PESTA ST. STEFANUS, Martir Pertama
 
 
Kamis, 26 Desember 2013
 
SABDA ITU TELAH MENJADI MANUSIA
DAN TINGGAL DI ANTARA KITA
 
 
 
 
 
Kis 6:8-10; 7:54-59 | Mzm 31:3c-4.6.8a.16b.17 | Mat 10:17-22
 

Aku melihat langit terbuka. (Kis 6:8-10; 7:54-59)

Sekali peristiwa, Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat Libertini. Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan Alexandria. Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara.
Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Makhamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serempak mereka menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-sakti meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:3cd-4.6.8ab.16bc.17; R: 6a)

Rf: Ke dalam tanganMu, Tuhan, kuserahkan nyawaku.

  1. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertanahan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena namaMu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
  2. Ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setiaMu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku.
  3. Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajahMu bercahaya atas hamba-hambaMu, selamatkanlah aku oleh kasih setiaMu!
 

Karena Aku kamu digiring ke muka penguasa dan raja-raja. (Yoh 1:1-18)

Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata, “Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama; dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dialah yang akan berbicara dalam dirimu.
Orang akan menyerahkan saudaramu untuk dibunuh; demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya, akan selamat.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge