Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA ADVENTUS  
 
 
Oleh iman kita diselamatkan!

DALAM DEMONSTRASI massa untuk menekan satu kebijakan publik, katakanlah melawan pemerintah, parlemen atau sistem ekonomi, yang menjadi motor itu hanya sejumlah kecil orang. Massa selebihnya banyak kali tidak memahami apa sesungguhnya yang mereka perjuangkan dan apa makna yel-yel yang mereka teriakkan. Dalam kerumunan seperti itu, sering sikap kritis individu lenyap dalam gerak psikologi massa. Ketika semua sudah berakhir dan orang per orang sudah kembali ke lingkungan normal sambil memikirkan kembali dengan sikap kritis, banyak demonstran rata-rata menilai diri bodoh karena mau saja mengikuti gerak massa seperti itu. Apalagi kalau tujuan rally itu sama sekali tidak jelas dan tidak terlalu me-wakili kepentingan mereka.

Istilah Putera Daud merupakan istilah umum yang bisa dikenakan bagi setiap orang Yahudi yang dengan cara khusus mempersembahkan diri bagi kepentingan bangsanya. Ketika banyak orang menyebut Yesus Putera Daud, tidak berarti mereka sudah mengakui diriNya sebagai Mesias yang dinanti-nantikan. Maka seruan kedua orang buta di jalan itu tidak langsung ditanggapi oleh Yesus. Bukan tidak mungkin mereka tidak lebih dari para gelandangan biasa yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh belas kasih. Akan tetapi, ketika sudah berada dalam rumah, dialog personal yang mengungkapkan apa niat mereka sebetulnya. “Percayakah kalian bahwa Aku dapat melakukannya?” tanya Yesus. Sekali lagi, yang dituntut Yesus adalah iman. Ketika kedua orang itu membuat pengakuan iman, di saat itu pula Yesus memberi pertolongan yang diharap-harapkan.

Kisah penyembuhan kedua orang buta itu memberi kita beberapa pesan yang perlu kita perhatikan. Pertama, walaupun berada dalam komunitas, iman kita harus muncul dari kesadaran pribadi, bukan sekedar mengikuti arus massa. Iman itu karunia Tuhan kepada pribadi dan harus di-tanggapi secara pribadi pula. Kedua, cepat atau lambat, dalam ziarah iman itu kita akan bertemu dengan Yesus secara personal dan kita dituntut untuk berbuat sesuatu. Kita mengunjungi Yesus dalam diri orang sakit, menolong Yesus dalam diri orang miskin, meneguhkan Yesus dalam diri orang tertekan. Pada sisi lain, ketika kita sakit, miskin dan tertekan, kita mengalami kehadiran Yesus dalam diri orang-orang yang memperhatikan kita. Pada saat seperti itu lah kita dapat mengukur sejauh mana iman kita berkualitas dan berdaya guna, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi se-sama manusia. (ap)

  1. Sebutkanlah peristiwa-peristiwa pertemuan pribadi anda dengan Yesus.
  2. Apakah ada pesan rohani khusus yang anda peroleh pada saat itu?

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  (Pekan 1)
 
 
Jumat, 6 Desember 2013
 
HENDAKLAH LANGIT BERSUKACITA DAN BUMI BERSORAK SORAI DI HADAPAN TAHTA TUHAN KARENA IA SUDAH DATANG
 
 
 
 
 
Yes 29:17-24 | Mzm 27:1.4.13-14 | Mat 9:27-31
 

Pada waktu itu orang-orang buta akan melihat. (Yes 29:17-24)

Beginilah firman Tuhan, "Tiada lama lagi Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, kebun subur selebat hutan. Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar sabda sebuah kitab, dan mata orang-orang buta akan melihat, lepas dari kekelaman dan kegelapan. Orang-orang sengsara akan bersukaria dalam Tuhan dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorai di dalam yang Mahakudus, Allah Israel. Sebab oran gyang gagah dan sombong akan lenyap dan orang pencemooh akan habis. Semora yang berniat jahat akan dilenyapkan, yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, yang memasang jerat terhadap orang yang menegur mereka di pintu gerbang, dan yang menyalahkan orang benar dengan alasan yang dibuat-buat.
Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah kaum keturunan Yakub, yang telah membebaskan Abraham, "Mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. Sebab keturunan Yakub akan melihat karya tanganKu di tengah-tengah mereka, dan mereka akan menguduskan namaKu. Mereka akan menguduskan Yang Kudus Allah, dan mereka akan gentar terhadap Allah Israel. Pada waktu itu orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan mereka yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 27:1.4.13-14; R: 1a)

Ref: Tuhan adalah terang dan keselamatanku.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
  2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurakan Tuhan dan menikmati baitNya.
  3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
 

Dua orang buta disembuhkan karena percaya kepada Yesus. (Mat 9:27-31)

Sekali peristiwa ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang itu kepadaNya. Yesus berkata kepada mereka, “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.”
Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata, “Terjadilah padamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka. Lalu dengan tegas Yesus berpesan kepada mereka, “Jagalah, jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memashyurkan Yesus ke seluruh daerah itu.

 



(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge