Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA ADVENTUS  
 
 

Berpeganglah teguh pada Sabda Ilahi.

PERNYATAAN iman Maria dan Elisabet sesung-guhnya berjalan paralel. Maria mengetahui kehamilan Elisabet dari Malaikat Gabriel (Luk 1:36). Sebaliknya, Elisabet mengetahui kehamilan Maria dan siapa yang dikandungnya itu dari kegembiraan anak yang dikandungnya (Luk 1:41). Secara manusiawi, keduanya seperti memiliki hubungan psiko-emosional yang sangat kuat sehingga tanpa kata-kata keduanya sudah saling memahami. Dari sisi iman, keduanya memiliki karunia Roh Kudus yang membisikkan ke telinga batin mereka satu sama lain, bahwa karya besar Tuhan sedang terwujud dalam diri mereka. Jika Maria dan Elisabet menanggapi kehendak Tuhan dengan nalar dan pertimbangan logis menurut ukuran manusia saja, keduanya mungkin tak berani menerima peranan sebagai ibu Mesias (Maria) dan ibu bentara Mesias (Elisabet). Tapi ukuran yang mereka pakai ialah ukuran iman. Dalam hal iman, penyelengga-raan Tuhan adalah karunia sekaligus hukum, pilihan sekaligus kewajiban. Maria dan Elisabet mene-rima peranan itu, menjalaninya dengan sepenuh hati, menanggung konsekuensi dengan sabar, hingga akhirnya menerima ganjaran mahkota ke-muliaan surgawi.

Di tengah derap sekularisme yang begitu besar saat ini, pola penerimaan Maria dan Elisabet itu mungkin dianggap konyol dan tak berarti. Hidup perlu ada strategi, manajemen dan eksekusi yang terarah. Ada perencanaan yang mendetail untuk menjawabi kebutuhan masa kini. Bahkan pola pastoral pun mengadopsi tipe-tipe manajemen modern, sehingga sering ada kesan kita melupakan aspek yang paling penting dalam hidup Gereja, yakni iman pada penyelenggaraan Ilahi. Adakah yang salah dengan hidup masa kini?

Sebagai orang beriman yang hidup dalam dunia modern dengan derap irama hidup yang unik, kita ditantang untuk menjaga keseimbangan. Kita berada dalam satu sistem yang mewajibkan kita untuk belajar pola-pola hidup modern dengan sistem manajemen yang rumit. Sistem itu bisa membuat kita melupakan Tuhan. Maka kewajiban kita ialah memberikan sentuhan rohani. Di tengah gemerlap dunia, haruslah diciptakan pintu-pintu kecil bagi eksplorasi daya rohani. Semoga dengan itu kita tetap memberi tempat bagi Tuhan untuk berkarya di dalam diri kita. (ap)

  1. Pada tingkatan apa anda bisa membandingkan iman anda dengan iman Maria dan Elisabet?
  2. Carilah pendamping rohani jika perlu dan belajarlah untuk menggali daya-daya iman yang diperlukan.

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  (Pekan 3)
 
 
Sabtu, 21 Desember 2013
 
HENDAKLAH LANGIT BERSUKACITA DAN BUMI BERSORAK SORAI DI HADAPAN TAHTA TUHAN KARENA IA SUDAH DATANG
 
 
 
 
 
Kid 2:8-14 | Mzm 33:2-3.11-12.20-21 | Luk 1:39-45
 

Lihatlah, kekasihku datang, melompat-lompat di perbukitan. (Kid 2:8-14)

Dengarlah! Itulah kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung, meloncat-loncat di atas perbukitan. Kekasihku itu laksana kijang atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap, dan melihat dari kisi-kisi.
Kekasihku angkat bicara, katanya kepadaku, "Bangunlah, Manisku! Jelitaku, marilah! Lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah berlalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah sudah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pokok anggur semerbak baunya. Bangunlah, Manisku! Jelitaku, marilah! Merpatku di celah-celah batu, dalam persembunyian di lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab suaramu sungguh merdu, dan jelita nian parasmu!

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 24:1-6; R: lh. 7c.10b)

Ref: Bersorak-sorailah dalam Tuha, hai orang-orang benar! Nynayinkanlah bagiNya lagu yang baru!

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagiNya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagiNya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorang dan sorai.
  2. Rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hatiNya turun termurun. Berbahagialah bangsa yang AllahNya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusakaNya!
  3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada namaNya yang kudus kita percaya.
 

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? (Luk 1:39-45)

Beberapa waktu sebelum kedatangan malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang ada dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.’

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge