Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA ADVENTUS  
 
 
Rendah hati, terbuka pada kehendak Allah dan berbelas kasih, jalan menuju keselamatan

DI MATA ORANG-ORANG ROMAWI, bangsa-bangsa taklukan setingkat lebih rendah dari mereka. Para tentara pendudukan sering bersikap sewenang-wenang terhadap penduduk setempat. Karena itu, untuk mendekati Yesus dan meminta pertolongan dariNya, perwira itu harus membuang kesombongan diri dan bersikap rendah hati di hadapan Yesus. Bagi Yesus, sikap ini sangat menarik teristimewa karena datang dari seorang perwira Romawi. Sepanjang hidup dan karyaNya, Yesus konsisten menuntut dan menghargai sikap rendah hati. karena sikap yang begitu mulia, tak ada ganjaran yang lebih agung daripada mengabulkan perminta-annya. Hamba perwira itu sembuh dan sukacita bertahta di dalam hati banyak orang. Ungkapan iman yang dalam ini menjadi model bagi kita semua, sehingga setiap kali menjelang komunio kudus kita pun mengulangi pernyataan iman model perwira itu, “Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang kepada saya tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.”

Kerendahan hati menuntut korban yang besar. Pertama-tama, kerendahan hati adalah sebuah pengakuan, bahwa kita tak sanggup melakukan segala sesuatu. Perwira itu sangat berkuasa tetapi sekarang ia mengakui ada kuasa yang lebih agung di dalam diri Yesus. Pengakuan ini telah membuka matanya untuk melihat satu nilai lain yang selama ini tidak dilihatnya, yakni penyelenggaraan Tuhan. Kedua, kerendahan hati membuka pintu menuju rahmat Tuhan. Yesus yang mebawa pembaharuan sering menuntut kerendahan hati sebagai syarat untuk menerima karunia Tuhan. Perwira itu tanpa diminta menunjukkan kerendahan hatinya, maka pintu rahmat Tuhan terbuka bagi dirinya dan bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Allah. Sebaliknya, privilese yang selama ini dinikmati bangsa Yahudi terkikis karena kerendahan hati sirna dari tengah mereka.

Menanggapi seruan Kristus ini, yang dapat kita lakukan ialah menumbuhkan tekad, agar semangat mulia perwira itu menjadi semangat kita sekalian. Biarlah pengakuan iman yang selalu kita ungkapkan menjelang komunio kudus sungguh-sungguh menggelorakan hati kita untuk mencintai Tuhan. (ap)

  1. Apakah anda meresapi semangat perwira yang rendah hati itu?
  2. Bagaimana anda mewujudkan pembaharuan iman itu secara konkrit?

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  (Pekan 1)
 
 
Senin, 2 Desember 2013
 
HENDAKLAH LANGIT BERSUKACITA DAN BUMI BERSORAK SORAI DI HADAPAN TAHTA TUHAN KARENA IA SUDAH DATANG
 
 
 
 
 
Yes 4:2-6 | Mzm 122:1-4a.4b-7.8-9 | Mat 8:5-11
 

Akan terjadi sukacita bagi orang-orang Israel yang selamat. (Yes 4:2-6)

Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi permai dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi kebanggaan serta kehormatan bagi orang-orang Israel yang selamat. Dan semua orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus. Mereka itu ialah setiap orang di Yerusalem yang tercaat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dai tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.
Maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas semua pertemuan yang diadakan di situ, segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam. Sebab di atas semuanya itu akan nampak kemuliaan Tuhan sebagai tudung dan pohon tempat bernaung terhadap pnas terik pada waktu siang dan sebagai perlindungan serta persembunyian terhadap angin ribut serta hujan.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 122:1-9; R: 1)

Ref: Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan!"

  1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
  2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah yakni suku-suku Tuhan.
  3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel sebab di Yerusalem lah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
  4. Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu."
  5. Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu! Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
 

Banyak orang datang dari Timur dan Barat masuk Kerajaan Surga! (Mat 8:5-11)

Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepadaNya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu menjawab, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata pada salah seorang prajurit itu , ‘Pergi!’ maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’ maka ia datang; ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.”
Mendengar hal itu heranlah Yesus. Maka Ia berkata kepada mereka yang mengikutiNya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”

 



(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge