Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2013
  MASA ADVENTUS  
 
 
Hargailah yang kecil dan tak berarti.

TIMOTHY sesungguhnya seorang yang pintar dan penuh dengan gagasan-gagasan cemerlang yang bisa memperkaya organisasi profesi di mana dia menjadi anggotanya. Sebagai pengacara ia cemer-lang. Sebagai pejuang masyaraka kecil ia ber-komitmen tinggi. Tetapi mengapa banyak orang tidak suka padanya? Karena di mata Timothy selalu ada sesuatu yang salah. Sebagus apapun usaha yang dilakukan seseorang, tak pernah ia memberi penghargaan di depan orang tersebut. Sebaliknya ia selalu bisa menemukan kesalahan walau sekecil apapun yang kemudian diangkat dan dianalisa secara luas. Akibatnya orang merasa kesalahannya itu dibesar-besarkan. Tidak mengherankan kalau ketidakhadirannya dalam pertemuan sering disyukuri karena dianggap mengurangi problema yang tak perlu.

Dengan mengambil contoh anak-anak yang bermain di pasar, Yesus menganggap orang Farisi dan ahli Taurat sebagai pihak yang ta pernah puas dan selalu bisa menemukan kesalahan di dalam diri orang lain. Dalam permainan anak-anak itu, selalu ada dua kelompok. Kelompok yang satu menyampaikan gagasan, kelompok lain selalu menemukan alasan yang bertentangan. Sejajar dengan itu, orang-orang Farisi dan ahli Taurat pun bersikap demikian. Mereka menganggap Yohanes yang penuh mati raga sebagai orang tidak normal, sebaliknya Yesus yang bersosialisasi sebagai pemabuk dan sahabat kaum pendosa. Kebaikan apa pun yang dilakukan tak akan pernah mendapat tanggapan positip. Itu jelas menjadi penghalang besar di dalam perwujudan iman.

Ada saat-saat di mana kita merasa segala sesuatu yang kita lakukan itu serba salah. Atau ada saat di mana kita merasa tak pernah ada orang lain yang bisa mengerti dan memahami diri kita, atau berbuat dan bertindak sebaik kita. Sangat manusiawi, tetapi tak boleh dijadikan pedoman dalam bertindak. Jika itu terjadi, haruslah kita sejenak menarik diri dan merenungkan makna hidup. Dalam keadaan emosional kita tak boleh mengambil keputusan. Demikian juga kecenderungan mencari kesalahan sesama bukanlah satu mentalitas yang baik. Kita perlu melawannya dengan cara membangun penghargaan yang layak atas diri dan peranan orang lain, walaupun kecil dan tak berarti. Mungkin yang kecil dan tak berarti ini justru memainkan peranan kunci yang mengubah diri kita. (ap)

  1. Pernahkah anda menemukan situasi di mana anda selalu merasa disalahkan?
  2. Apakah anda belajar dari pengalaman itu atau justru bersikap demikian juga, mencari-cari kesalahan orang sekecil apapun?

(dikutip dari Berjalan Bersama Sang Sabda 2013)

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  (Pekan 2) - St. Lusia, Martir
 
 
Jumat, 13 Desember 2013
 
HENDAKLAH LANGIT BERSUKACITA DAN BUMI BERSORAK SORAI DI HADAPAN TAHTA TUHAN KARENA IA SUDAH DATANG
 
 
 
 
 
Yes 48:17-19 | Mzm 1:1-6 | Mat 11:16-19
 

Ah, sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu. (Yes 48:17-19)

Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, "Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajarkan hal-hal yang berfaedah bagimu, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah, seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya. Nama mereka takkan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapanKu."

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 1:1-6; R: Yoh 8:12)

Ref: Barangsiapa mengikuti engkau, ya Tuhan, akan mempunyai terang hidup.

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
  2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditium angin. Orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, orang berdosa tidak akan betah dalam perkumpulan orang benar; sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
 

Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun anak manusia. (Mat 11:16-19)

Yesus berkata kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.’ Sebab Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum, dan mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan.’ Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa.’ Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge