Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 31
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Minggu, 30 Oktober 2016
   
 

HARI INI TELAH TURUN KESELAMATAN ATAS RUMAH INI, KARENA ANAK MANUSIA MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

 
 
 
Keb 11:22-12:2 | Mzm 145:1-2.8-11.13cd-14; R.1 | 2 Tes 1:11-2:2 | Luk 19:1-10

Semua orang Kaukasihi sebab Engkau mengasihi segala yang ada (Keb 11:22-12:2)

TUHAN, laksana sebutir debu di atas neraka, atau seluruh embun pagi yang jatuh ke bumi, demikianlah seluruh jagat di hadapan-Mu. Tetapi justru karena Engkau berkuasa atas segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihi, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat. Sebab Engkau mengasihi segala yang ada, dan tidak membenci barang apapun yang telah Kaubuat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tidak Kauciptakan.
Bagaimana sesuatu dapat bertahan, jika tidak Kaukehendaki, atau bagaimana dapat tetap terpelihara, kalau tidak Kaupanggil? Engkau menyayangkan segala-galanya, sebab semua itu milik-Mu, ya Penguasa penyayang hidup! Roh-Mu yang baka ada di dalam segala sesuatu. Dari sebab itu orang-orang yang jatuh Kauhukum berdikit-dikit. Mereka Kautegur dengan mengingatkan dalam hal mana mereka sudah berdosa, supaya setelah menjauhi kejahatan itu mereka percaya kepada Dikau, ya Tuhan.

 

PERTEMUANKU dengan pria itu memberikan pesan yang menyentuh bagi perjalanan hidup dan pelayananku. Ketika itu aku sedang dibimbing dalam sebuah retret di sebuah biara kontemplatip. Tujuanku ialah menemukan kembali keindahan makna imamat yang meluntur. Kali pertama melihat pria itu aku langsung tahu, ia seorang profesional. Ternyata ia seorang akuntan publik dengan beberapa kantor cabang dan puluhan staf ahli. "Profesiku itu rawan korupsi dan manipulasi", katanya, "saya selalu datang ke sini untuk berdoa, menajamkan suara hati, agar tidak sampai merusak diri dan pekerjaanku dengan berlaku tidak jujur. Mungkin aku tidak sekaya orang lain, tetapi hatiku damai. Apa gunanya kekayaan, tetapi hati tidak damai?" Pertanyaan itu menggugat diriku saat itu. Aku tahu itu karya Roh, penuntun diriku ke jalan yang benar.

Zakheus itu seorang kaya tetapi hatinya tidak damai. Sebagai pegawai pajak yang bekerja untuk penjajah Roma, ia pasti dianggap pengkianat oleh banyak orang Israel. Ia dianggap orang berdosa yang harus dikucilkan. Ia mungkin kesepian. Kekayaan ternyata tak bisa membeli rasa damai di hati. Dan sekarang ia mendengar tentang guru istimewa itu, yang dengan tangan terbuka menerima para pemungut cukai dan orang berdosa lain, sedang berada di Yerikho. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Ia berusaha bertemu denganNya, paling kurang melihat sosok yang menggemparkan ini. Maka harga diri sebagai orang kaya dikorbankan. Ia memanjat pohon untuk melihat sekilas guru tersebut. Ternyata, karunia yang diperoleh lebih besar. Yesus mau menginap di rumahnya. Sukacita karena diterima Yesus mengubah Zakheus. Ia ingin berbagi sukacita itu dengan mendermakan sebagian hartanya dan membayar kembali kerugian akibat perilakunya yang korup dan manipulatip di masa lalu.

Rasa damai menjadi tema refleksi kita. Jika hati ini damai, semua dilihat dengan penuh sukacita. Suara hati lebih tajam, mata hati melihat secara positip. Tantangan tidak menyurutkan langkah tapi mengembangkan kreativitas. Untuk itu kita mulai dari mengisi hati dengan nilai yang benar. Nilai pertama ialah kebahagiaan sejati di dalam Yesus. Kehadiran Yesus mengingatkan kita akan jalan sejati, baik di mata Tuhan maupun di mata manusia. Kita berlaku jujur, tidak curang, tidak manipulatip. Namun itu bukan perkara mudah, karena banyak godaan. Maka kita menunjangnya dengan hidup rohaniah yang baik, melalui doa, meditasi dan korban. Kita menumbuhkan cara pandang positip, sehingga tumbuh cinta sejati yang mengalir dari Tuhan dan terwujud di antara manusia. Tanpa disadari kita berubah sesuai dengan kehendak Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami mengutamakan sukacita di
jalan-Mu, sehingga kami terus mencintai seperti Engkau. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 145:1-2.8-11.13cd-14; R: 1)

Ref: Aku hendak mengagungkan Dikau selama-lamanya, ya Allah, ya Rajaku.

  1. Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku; aku hendak memuji nama-Mu untuk selama- lamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.
  2. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahma terhadap segala yang dijadikan-Nya.
  3. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarkaan keperkasaan-Mu.
  4. Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya, dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh, dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.
 

Semoga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu, dan kamu di dalam Dia (2 Tes 1:11-2:2)

Saudara-saudara, kami senantiasa berdoa untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik, dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu. Dengan demikian nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, sesuai dengan kasih karunia Allah kita, dan Tuhan kita Yesus Kristus. Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan berkumpulnya kita dengan Dia, kami minta kepadamu, saudara-saudara, jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh maupun oleh kabar atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.

 

Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:1-10)

Sekali peristiwa, Yesus memasuki kota Yerikho, dan berjalan melintasi kota itu. Di situ ada seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya, bernama Zakheus. Ia berusaha melihat orang apakah Yesus itu, tetapi tidak berhasil karena orang banyak, sebab ia berbadan pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak lalu memancat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ. Ketika sampai di tempat itu, Yesus melihat ke atas dan berkata, "Zakheus, segeralah turun! Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya, "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, "Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang, akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya, "Hari ini telah terjadi keselamatan atas rumah ini, karena orang ini pun Anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge