Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 28
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Selasa, 11 Oktober 2016
   
 

SESUDAH MELIHAT DIRINYA SEMBUH, ORANG SAMARIA ITU KEMBALI SAMBIL MEMULIAKAN ALLAH DAN BERSUJUD DI DEPAN YESUS

 
 
 
Gal 4:31b-5:6 | Mzm 119:41.43-45.47.48 | Luk 11:37-41

Sunat tidak berarti sama sekali; yang berarti hanyalah iman yang bekerja melalui cinta kasih (Gal 4:31b-5:6)

Saudara-saudara, kita bukanlah anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu, jika kalian menyunatkan diri, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi kukatakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kalian lepas dari Kristus, jika kalian mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kalian hidup di luar kasih karunia! Sebab oleh Roh dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Sebab bagi orang yang ada dalam Kristus Yesus, hal bersunat atau tidak bersunat sama sekali tidak mempunyai arti. Yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih.

 

HUKUM sebagai sebuah produk budaya dan kebutuhan sosial diperlukan untuk mengatur kehidupan bersama. Tak ada yang meragukan itu. Tidak bisa dibayangkan adanya sebuah negara tanpa hukum, organisasi tanpa aturan, baik formal maupun non formal. Namun penerapan hukum memiliki filosofi tersendiri, karena prinsip hukum ialah melayani kemanusiaan, bukan sebaliknya. Karena itu, dalam hukum selalu ada pengecualian. Terpidana mati bisa tidak dieksekusi karena adanya grasi presiden. Pengadilan dapat membatalkan proses hukum ketika kedua pihak bersengketa memutuskan berdamai. Tentu atas dasar pertimbangan yang rasional. Maka, ketika hukum tidak lagi melayani kemanusiaan, sudah sewajarnya orang menuntut pembaharuan demi kehidupan yang lebih adil.

Yesus tidak menolak hukum. Ia bahkan mendorong para murid agar selalu taat pada hukum. Namun Yesus menolak kemunafikan penerapan hukum. Orang Farisi dikecam Yesus karena mereka sangat memperhatikan hukum namun mengabaikan belas kasih. Mereka tidak mempedulikan kebajikan iman yang lahir dari keintiman relasi dengan Tuhan. Yang Yesus lihat pada diri mereka adalah sikap membentengi keculasan dan keserakahan mereka dengan mentaati hukum sampai sekecil-kecilnya. Di sini Yesus mengambil sikap kenabian: mengecam ketidakadilan dan mengusahakan keadilan, dengan segala resikonya. Sikap ini yang perlu kita teladani di dalam hidup dan pelayanan. Hakekat manusia itu luhur, karena itu taat pada hukum hanya bermanfaat ketika menunjang kemanusiaan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tetap mengutamakan martabat manusia yang diciptakan Bapa menurut gambaran-Nya. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:41.43-45.47-48; R: 41a)

Ref: Semoga kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan.

  1. Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu.
  2. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
  3. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
  4. Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
  5. Aku hendak bergembira dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
  6. Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
 

Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih (Luk 11:37-41)

Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Hai orang-orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge