Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 29
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Sabtu, 22 Oktober 2016
   
 

TIDAKKAH TUHAN AKAN MEMBENARKAN
ORANG-ORANG PILIHANNYA, YANG SIANG
MALAM BERSERU KEPADANYA?

 
 
 
Ef 4:7-16 | Mzm 122:1-5 | Luk 13:1-9

Kristuslah kepala tubuh, dan dari padanya seluruh tubuh menerima pertumbuhannya (Ef 4:7-16)

Saudara-saudara, kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya Kitab Suci berkata, “Takkala naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” Bukankah Ia telah naik berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Dia yang telah turun itu Dialah pula yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu. Dialah juga yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pewarta Injil, gembala umat maupun pengajar; semuanya itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi tugas pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Dengan demikian, akhirnya kita semua akan mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Dengan demikian kita bukan lagi anak-anak kecil, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, atau oleh permainan palsu dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Sebaliknya, dengan berpegang teguh pada kebenaran dalam kasih, kita bertumbuh dalam segala hal menuju Kristus, Sang Kepala. Dari pada-Nya seluruh tubuh menerima pertumbuhannya guna membangun diri dalam kasih; itulah tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota.

 

SEORANG teman marah karena gosip yang menimpa dirinya. Setelah mencari informasi, ia akhirnya mengetahui sumber gosip. Dengan niat baik, ia bertemu si penyebar gosip dan berbicara dari hati ke hati. Ia menjelaskan posisinya dan meminta dengan sangat agar gosip itu dihentikan. Hari berikut, ia terkejut mendengar gosip lain, bahwa ia telah menuduh dan mengancam seseorang sebagai penyebar gosip. Teman ini sedih karena usahanya sia-sia. "Orang tau apa yang kamu sampaikan itu benar", nasehat seorang teman lain, "tapi itu bukan hal yang lezat di telinga orang. Mereka tetap bergosip. Karena itu, cara terbaik menangkal gosip ialah melakukan hal yang memberimu sukacita. Ketika sukacita ada, gosip tidak berarti dan terutama tidak lagi menyakitkan."

Orang-orang berceritera kepada Yesus tentang orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus. Tentu mereka membawa berita penting. Namun cara mereka menyampaikan membuat Yesus melihatnya seperti sebuah gosip. Orang-orang itu memberi kesan, bahwa di depan Yesus mereka lebih benar daripada orang-orang yang dibunuh itu. Di sini Yesus melihat bahaya berpuas diri dalam bergosip. Jika orang-orang tidak bertobat, jiwa mereka akan hancur, seperti gosip menghancurkan relasi yang baik. Yesus mengajak para murid menangkalnya dengan melakukan kebaikan, bertobat dan hidup murni, karena itulah pupuk terbaik buat pribadi, sehingga setiap orang dapat menghasilkan buah-buah kebenaran.

Paus Fransiskus pernah mengingatkan umat Kristiani tentang bahaya gosip bagi pertumbuhan iman dan penghayatan moral Kristiani. Hakekat dasar gosip bukan sekedar berceritera tentang sesuatu yang tidak benar, tetapi sikap menghakimi orang lain dan rasa puas diri karena menganggap diri lebih baik daripara orang lain. Sikap itu bukan pilar penopang hidup gereja. Gereja itu satu tubuh dengan Kristus sebagai kepala. Dari kepala yang luhur, mengalir rahmat yang menguduskan. Menghakimi sesama dan sikap berpuas diri menghalangi rahmat itu. Kita perlu memperkuat kesatuan Tubuh Kristus karena kita semua adalah saudara. Kita menghindari sikap puas diri, memupuk semangat rendah hati, tidak menghakimi sesama dan mengutamakan ketulusan. Di sini, kita bersaksi, bahwa keselamatan itu milik semua orang, dan dunia yang melihat pesan tersebut mungkin tertarik untuk mencari Kristus. Inilah misi kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami mengendalikan diri, agar tidak terjebak oleh sikap puas diri dan menghakimi sesama. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 122:1-5; R: 1)

Ref: Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan!”

  1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
  2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan.
  3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalem lah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
 

Jikalau kalian semua tidak bertobat, kalian pun akan binasa dengan cara demikian (Luk 13:1-9)

Pada waktu itu beberapa orang datang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus, sehingga darah mereka tercampur dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Berkatalah Yesus kepada mereka, “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya daripada semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! Kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada semua orang lain yang tinggal di Yerusalem? Tidak! Kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua pun akan binasa dengan cara demikian.”
Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan ini, “Ada seorang mempunyai sebatang pohon ara, yang tumbuh di kebun anggurnya. Ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya. Maka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu, ‘Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara itu namun tidak pernah menemukannya. Sebab itu tebanglah pohon ini. Untuk apa pohon itu hidup di tanah ini dengan percuma?’ Pengurus kebun anggur itu menjawab, ‘Tuan, biarkanlah pohon ini tumbuh selama setahun ini lagi. Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah!”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge