Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 30
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Sabtu, 29 Oktober 2016
   
 

BARANGSIAPA MENINGGIKAN DIRI AKAN DIRENDAHKAN, DAN BARANGSIAPA MERENDAHKAN DIRI AKAN DITINGGIKAN

 
 
 
Flp 1:18b-26 | Mzm 42:2-3.5bcd | Luk 14:7-11

Bagiku hidup ialah Kristus dan mati keuntungan (Flp 1:18b-26)

Saudara-saudara, asal saja Kristus diwartakan, aku bersukacita karenanya. Dan aku akan tetap bersukacita sebab aku tahu, bahwa akhir dari semuanya ini ialah keselamatanku berkat doamu dan berkat pertolongan Roh Yesus Kristus. Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah, bahwa dalam segala hal aku tidak mendapat malu. Kuharapkan bahwa seperti dahulu, sekarang pun Kristus dengan nyata dimuliakan dalam tubuhku, baik oleh hidup maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup ialah Kristus dan mati itu keuntungan. Hidup di dunia bagiku berarti bekerja dan menghasilkan buah. Maka aku tidak tahu mana yang harus kupilih. Aku didesak dari dua pihak. Aku ingin pergi dan diam bersama Kristus, karena ini memang jauh lebih baik. Tetapi demi kalian, lebih perlu aku tetap tinggal di dunia ini. Dalam keyakinan ini tahulah aku, bahwa aku akan tetap tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kalian semua, supaya kalian makin maju dan bersukacita dalam iman. Dengan demikian kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, yaitu apabila aku kembali kepadamu.

 

SESUDAH bertahun-tahun menjadi pimpinan komunitas rumah misi, tidak mudah bagiku untuk menjalani hidup sebagai anggota biasa sesudah ada pergantian sesuai dengan konstitusi. Kadang-kadang saya lupa, kalau saya sudah diganti, tapi lebih sering terjadi saya sebetulnya masih terbawa kebiasaan lama sebagai orang yang mengatur. Ternyata beralih ke situasi baru ini menuntut kerendahan hati. Perlu penyadaran diri terus menerus, agar tidak sampai ceroboh dalam bertindak, yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga hidup seluruh komunitas.

Yesus menggunakan pengalaman hidup sederhana dalam masyarakat untuk menggambarkan perlunya kerendahan hati. Bersikap rendah hati itu kebajikan iman yang praktis dihargai semua orang. Dengan kata lain, sikap ini justru menggambarkan kebesaran jiwa seseorang. Di dalam diri orang yang rendah hati bertahta Tuhan yang menyelenggarakan hidup, sehingga hidup orang itu menjadi jalan Tuhan untuk mewujudkan rencana-Nya bagi manusia. Maka soal hidup atau mati tidak menjadi perdebatan, karena nilai itu telah digantikan oleh keselamatan dalam Kristus.

Pada prinsipnya, karya pewartaan adalah karya Tuhan demi keselamatan umat manusia. Kita hanya perpanjangan tangan Tuhan. Konsep ini bahkan dirumuskan dalam berbagai pernyataan misi gereja. Namun sebagai manusia, ternyata kita membutuhkan apresiasi atas peranan kita. Di sini bahaya muncul, karena ketika kita sudah mendapat pengakuan publik, kita cenderung mencari yang lebih besar. Akibatnya, pelayanan justru menjadi medium mencari pengakuan. Kita perlu berhati-hati agar kita tidak sampai mengkhianati kerendahan hati. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, buatlah kami selalu mengutamakan sesama kami, sehingga cintaMu tertanam di dalam dunia masa kini. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 42:2.3.5bcd; R: 3a)

Ref: Jiwaku haus akan Allah, Allah yang hidup.

  1. Seperti rusa yang merindukan sungai berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
  2. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup! Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
  3. Bagaimana aku berjalan maju di tengah kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah di tengah suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, di tengah keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
 

Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan (Luk 14:7-11)

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk rumah seorang pemimpin orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama. Melihat tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat terhormat, Yesus lalu mengatakan perumpamaan berikut, “Kalau engkau diundang ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin ada undangan yang lebih terhormat daripadamu. Jangan-jangan orang yang telah mengundang engkau dan tamu itu berkata kepadamu, ‘Berikanlah tempat itu kepada orang ini.’ Lalu dengan malu engkau harus pindah ke tempat yang paling rendah! Tetapi apabila engkau diundang, duduklah di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata, ‘Sahabat, silahkan duduk di depan.’ Dengan demikian engkau mendapat kehormatan di mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge