Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 27
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Jumat, 7 Oktober 2016
  Rosario Suci St. Perawan Maria
 

APABILA SUDAH MELAKUKAN TUGAS DENGAN BAIK, KATAKANLAH, KAMI INI HAMBA TAK BERGUNA, KAMI HANYA MENJALANKAN TUGAS

 
 
 
Gal 3:7-14 | Mzm 111:1-6 | Luk 11:15-26

Mereka yang hidup dari iman akan diberkati bersama Abraham yang beriman (Gal 3:7-14)

Saudara-saudara, kalian mengerti bahwa yang disebut anak-anak Abraham ialah mereka yang hidup dari iman. Adapun Kitab Suci sudah tahu sebelumnya, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi berkat iman. Maka Kitab Suci dahulu sudah mewartakan Injil kepada Abraham, “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Jadi mereka yang hidup dari iman akan diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Sebaliknya semua orang yang hidup dari pelaksanaan hukum Taurat berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis, “Terkutuklah orang yang tidak melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Taurat.” Memang tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat. Hal itu jelas, karena orang yang benar akan hidup berkat imannya. Padahal dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan perbuatan, sebab tertulis, “Barangsiapa melakukannya, akan hidup karenanya.” Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis, “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah melakukan itu, supaya dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

 

ROSARIO telah berabad-abad menjadi alat rohaniah yang membantu orang berdoa. Ada sebuah lagu menarik yang menggambarkan rosario sebagai senjata rohaniah. "Ref: Rosario, lambang suci, pengalah setan dan nafsu, pun musuh yang kejam. / Aku berdoa rosario kudus, mohon kurnia dan rahmat-Nya. Oh, lambang suci rosario, alat senjata ajaib, Ref: Rosario..." Tentu saja rosario bukan sebuah benda magis, tetapi daya doa yang ada di dalamnya itulah yang menolong umat manusia. Tradisi rosario senjata rohani berasal dari kemenangan armada laut Liga Katolik atas armada laut Islam (Ottoman) pada 7 Oktober 1571 dalam Perang Lepanto. Paus Pius V, yang memberkati armada Katolik, melihatnya sebagai buah penyertaan Bunda Maria. Sejak itulah peringatan rosario suci diresmikan.

Dalam pengajaranNya tentang Kerajaan Allah, Yesus antara lain memberi wujud konkrit dalam bentuk mengusir setan-setan. Tindakan Yesus itu bermakna ganda. Pertama, membebaskan manusia dari kegelapan yang mencengkeram manusia tanpa belas kasih. Kedua, mengingatkan manusia agar selalu mempersenjatai diri dengan doa, karena kegelapan tak pernah menyerah. Rumah kosong yang disebut Yesus itu ibarat seorang yang lalai memperkuat imannya walaupun sudah dibebaskan Kristus, sehingga ia dengan mudah kembali dimasuki kuasa kegelapan. Tuhan membebaskan manusia, tetapi manusia perlu mengisi hatinya dengan kebajikan, sehingga ruang gerak kegelapan dipersempit, sementara hidup kita dikendalikan oleh rahmat yang datang sebagai buah- buah kebenaran iman.

Ternyata ada banyak orang beriman yang percaya kepada Kristus tetapi tidak percaya adanya kegelapan. Jika itu terjadi, sesungguhnya kita justru tidak percaya pada keselamatan lewat korban salib Kristus. Kematian itu terjadi sehingga manusia dibebaskan dari maut dan menikmati hidup kekal dalam kesatuan dengan Tuhan. Secara tidak langsung dapat kita katakan, bahwa tidak percaya adanya kegelapan merupakan cara baru kegelapan untuk menjerat kita, karena dosa tidak lagi dilihat sebagai pengingkaran dari jalan Tuhan, sehingga tobat tidak diperlukan. Ketika kita tidak bertobat, di situ lah kegelapan menancapkan kukunya. Waspadalah senantiasa, agar kegelapan tidak mengambil kendali hidupmu. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami terus meningkatkan amal kebaikan dan memupuk ketahanan iman menghadapi godaan. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 111:1-2.3-4.5-6; R: 5b)

Ref: Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
  2. Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
  3. Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya.
 

Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka Kerajaan Allah sudah datang kepadamu (Luk 11:15-26)

Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, kepala setan.” Ada pula yang mencobai Dia dan meminta tanda dari surga. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jika Iblis juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan? Sebab kalian berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusir setan? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya, amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Barangsiapa tidak bersama Aku, Ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia mengembara di tempat-tempat yang tandus mencari perhentian; dan karena tidak mendapatnya, ia berkata, ‘Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.’ Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaan semula.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge