Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 29
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Senin, 17 Oktober 2016
  St. Ignasius dari Antiokhia, uskup dan martir
 

TIDAKKAH TUHAN AKAN MEMBENARKAN
ORANG-ORANG PILIHANNYA, YANG SIANG
MALAM BERSERU KEPADANYA?

 
 
 
Ef 2:1-10 | Mzm 100:2-5 | Luk 12:13-21

Tuhan telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, dan telah memberi kita tempat di surga bersama dengan Dia (Ef 2:1-10)

Saudara-saudara, kalian dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosamu. Kalian hidup di dalamnya karena kalian mengikuti jalan dunia ini, karena kalian mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang kini bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara orang-orang durhaka itu, ketika kami hidup dalam hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging serta pikiran yang jahat. Jadi pada dasarnya kita ini orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti yang lain itu. Tetapi terdorong oleh kasih-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kalian diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu Allah telah membangkitkan kita juga dan memberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan demikian Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kasih karunia-Nya yang berlimpah, sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab berkat kasih karunia, kalian diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka jangan sampai ada yang memegahkan diri. Sebab sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya.

 

ST. IGNASIUS adalah murid Rasul Yohanes, yang menjadi uskup ketiga di Antiokhia. Pada masa itu, umat Kristiani dianiaya oleh Kaisar Trajanus. Biasanya kepada mereka hanya diberi dua tawaran: murtad atau mati. Bersama sejumlah orang Kristiani lainnya, Ignasius ditangkap dan dibawa ke Roma. Kaisar Trajanus bertanya kepadanya, "Siapakah engkau, hai orang jahat, yang tidak menaati perintahku?" Jawab Ignasius, "Janganlah menyebut jahat orang yang membawa Tuhan dalam dirinya. Aku Ignasius, pemimpin orang-orang yang berdiri di hadapanmu. Kami pengikut Kristus, yang telah disalibkan untuk keselamatan umat manusia. Dialah Tuhan kami dan Dia tetap ada dalam hati kami dan menyertai kami." Jawaban tegas itu membuahkan kemartiran di sirkus, dimakan binatang buas. (Schneiders, N.M. Orang Kudus Sepanjang Tahun. Jakarta: Obor, 2010. hal. 522)

Kisah St. Ignatius di atas mengingatkan kita akan pesan Yesus kepada para murid. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah, bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Jikalau mereka menganiaya aku, mereka juga akan menganiaya kamu" (Yoh 15:18.20). Pesan ini kelihatannya diwariskan dengan sangat baik oleh Rasul Yohanes kepada jemaat perdana di Antiokhia. Jemaat perdana di kota ini menjadi jembatan penghubung antara Yerusalem dengan jemaat-jemaat yang berasal dari budaya Yunani. Oleh peranan itu, iman Kristiani bisa diterima dan dihayati oleh berbagai bangsa. Darah para martir ini semakin meneguhkan firman Tuhan, "Sesungguhnya, jikalau biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu bij saja. TEtapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah" (Yoh 12:24).

Pada peringatan Ignasius dari Antiokhia, kita diajak untuk merenungkan secara lebih mendalam, kemartiran sebagai ciri khas hidup Gereja. Selama berabad-abad gereja diwarnai oleh pengorbanan diri kaum beriman. Di abad modern ini pun, penganiayaan terhadap gereja tidak berhenti, walaupun dalam bentuk berbeda, seperti pengingkaran hak-hak sipil gereja, undang- undang yang bertentangan dengan iman, dan sebagainya. Saatnya bagi kita untuk bersaksi tentang iman. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami setia pada salib-Mu, seperti yang telah ditunjukkan oleh Santo Ignasius dan para martir lain. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 100:2-5; R: 3b)

Ref: Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita.

  1. Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
  2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
  4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun.
 

Bagi siapakah nanti harta yang telah kau sediakan itu? (Luk 12:13-21)

Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.” Tetapi Yesus menjawab, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.”
Kemudian Ia menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku.’ Lalu katanya, ‘Inilah yang kuperbuat. Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!’ Tetapi Allah bersabda kepadanya, ‘Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kau sediakan itu?’ Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya dihadapan Allah.”

 
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge