Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 30
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Minggu, 23 Oktober 2016
   
 

BARANGSIAPA MENINGGIKAN DIRI AKAN DIRENDAHKAN, DAN BARANGSIAPA MERENDAHKAN DIRI AKAN DITINGGIKAN

 
 
 
Sir 35:12-14.16-18 | Mzm 34:2-3.17-19.23 | 2 Tim 4:6-8.16-18 | Luk 18:9-14

Doa orang miskin menembusi awam (Sir 35:12-14.16-18)

Tuhan adalah hakim yang tidak memihak, Ia tidak memihak dalam perkara orang miskin, tetapi doa orang yang terjepit didengarkan-Nya. Jeritan yatim piatu tidak Ia abaikan, demikian pula jeritan janda yang mencurahkan permohonannya. Tuhan berkenan kepada siapa saja yang dengan sebulat hati berbakti kepada-Nya, dan doanya naik sampai ke awan. Doa orang miskin menembusi awan, dan ia tidak akan terhibur sebelum mencapai tujuannya. Ia tidak berhenti sebelum Yang Mahatinggi memandangnya, sebelum Yang Mahatinggi memberikan hak kepada orang benar dan menjalankan pengadilan.

 

SEBAGAI rasul bangsa-bangsa asing, Paulus terbilang sukses membawa ajaran iman Kristiani yang bersumber dari tradisi Yahudi ke dalam hidup orang-orang berbudaya Yunani. Paulus berhasil karena imannya tertanam kuat dalam tradisi Yahudi sementara wawasannya bersumber pada pola pendidikan Yunani yang dimilikinya. Namun ia tidak selalu diterima dan didukung. Ia mengalami penolakan di berbagai tempat. Ketika hendak bergabung dengan komunitas Yerusalem, ia ditolak karena masih dicurigai (Kis 9:26), dan di akhir karyanya ia justru ditinggalkan oleh semua orang (2 Tim 4:16). Hidup Paulus mencerminkan perjalanan salib orang benar, yakni bangun dari kejatuhan, memperbaiki diri dan menjalankan kehendak Tuhan dengan setia sampai akhir hayat.

Menjadi orang benar di mata Yesus bukanlah hidup tanpa pernah berdosa. Yang diperhatikan Yesus adalah kerendahan hati orang berdosa, yang mau memperbaiki diri dan memulai hidup baru, selaras dengan kehendak Tuhan. Dalam perumpamaan tentang doa orang Farisi dan pemungut cukai di Bait Allah, si Farisi sesungguhnya menyampaikan hal yang benar, tetapi justru dengan itu ia tenggelam dalam dosa lain, yakni kesombongan rohaniah. Kesombongan menghilangkan kerendahan hati, sehingga karunia Tuhan tidak jatuh di tanah subur dan bertumbuh. Sebaliknya, pemungut cukai itu dibenarkan, karena ia menggisi ladang hatinya dengan humus penyubur, yakni pertobatan. Bagi Yesus, pembaharuan diri itu lebih penting daripada sikap puas diri karena hidup menurut hukum.

Menjadi orang benar, itulah perjuangan kita. Lingkungan kita mungkin tidak selalu menghargai perjuangan membaharui diri. Kita bahkan selalu dicap sebagai orang berdosa, walaupun dosa itu sudah ditinggalkan. Dalam hal ini, janganlah kita kuatir. Kita perlu menumbuhkan dimensi lain dari hidup rohani kita, yakni menjadi orang miskin. Kemiskinan di sini tidak identik dengan tidak memiliki harta, tetapi hidup menurut penyelenggaraan Tuhan. Putra Sirakh menyatakan, bahwa doa orang miskin itu menembus awam (Sir 35:17). Itu berarti, doa orang yang hidup menurut penyelenggaraan Tuhan sangat layak di mata Tuhan. Dalam semangat inilah kita berusaha membaharui diri. Tiga point utama digarisbawahi, yakni (1) rendah hati dan bertobat dari dosa; (2) setia pada tugas pewartaan; dan (3) hidup menurut kasih dan penyelenggaraan Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kasih dan penyelenggaraanMu mendorong kami untuk rendah hati dan bertobat dari dosa. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:2-3.17-19.23; R: 7a)

Ref: Orang yang tertindas berseru dan Tuhan mendengarkan.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
  2. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat, untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakan Ia lepaskan.
  3. Tuhan itu dekat kepada orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
 

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran (2 Tim 4:6-8.16-18)

Saudaraku terkasih, darahku sudah dicurahkan sebagai persembahan, dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada harinya; bukan hanya kepadaku, tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Pada waktu pembelaanku yang pertama, tidak ada seorang pun yang membantu aku; semuanya meninggalkan aku. Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka. Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan pengantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya, dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di surga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya. Amin.

 

Pemungut cukai ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, sedangkan orang Farisi itu tidak (Luk 18:9-14)

Sekali peristiwa, Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain. "Ada dua orang pergi ke Bait Allah dan berdoa, yang satu adalah orang Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya, begini, 'Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain; aku bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan juga seperti pemungut cukai ini! Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.' Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata, 'Ya Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini.' Aku berkata kepadamu, orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, sedang orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge