Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 27
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Senin, 3 Oktober 2016
   
 

APABILA SUDAH MELAKUKAN TUGAS DENGAN BAIK, KATAKANLAH, KAMI INI HAMBA TAK BERGUNA, KAMI HANYA MENJALANKAN TUGAS

 
 
 
Gal 1:6-12 | Mzm 111:1-2.7-9.10c | Luk 10:25-37

Aku menerima Injil bukan dari manusia, dan bukan pula manusia yang mengajarkan kepadaku; aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus (Gal 1:6-12)

Saudara-saudara, aku heran, bahwa kalian begitu cepat berbalik dari Allah, yang telah memanggil kalian oleh kasih karunia Kristus, dan mengikuti suatu Injil lain, yang sebenarnya bukan Injil; hanya ada orang-orang yang mengacaukan kalian dan yang bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi seandainya kami sendiri ataupun seorang malaikat dari surga mewartakan kepada kalian, suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi, “Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu Injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia.” Jadi bagaimana sekarang? Adakah aku mencari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah aku mencoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencari perkenanan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah Injil manusia. Karena aku menerimanya bukan dari manusia, dan bukan pula manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.

 

ELEANOR ROOSEVELT, isteri Theodore Roosevelt, Presiden Amerika Serikat (1993-1945), merupakan ibu negara yang paling banyak memiliki teman setia, sekaligus paling banyak musuh jahat. Menghadapi semua ini, ia memiliki prinsip yang sederhana. "Kerjakan yang menurut hati nuranimu benar, sebab bagaimana pun kamu akan tetapi dikritik. Kalau dikerjakan kamu akan dicela, kalau tidak dikerjakan kamu akan dicela juga" (Carnegie, D. Petunjuk Hidup Tenteram dan Bahagia. Jakarta: Gramedia, 2008. p. 336). Tidak mudah bersikap konsekuen dengan prinsip ini, karena suara- suara dari orang-orang di sekitar seringkali sangat berpengaruh. Ternyata ia kuat memegang prinsipnya dan berhasil.

Perumpamaan tentang orang Samaria merupakan sebuah ilustrasi orang yang bertindak menurut hati nurani yang benar, tidak peduli apakah itu dihargai atau dilawan oleh orang lain. Dua orang terdahulu, seorang imam dan seorang Lewi, hanya melihat dari seberang jalan dan terus berlalu. Injil tidak memberikan alasan mengapa keduanya tidak menolong orang yang dirampok itu. Penialaian termudah ialah, keduanya tidak memperhatikan suara hatinya. Namun Kitab Bilangan bisa menolong kita memahaminya. Korban yang tak berdaya biasanya terlihat seperti orang mati. Menyentuh orang mati menyebabkan kenajisan selama tujuh hari (Bil 19:11), dan imam yang najis turut menajiskan Kemah Suci (Bil 19:13). Mungkin tindakan imam dan Lewi (pelayan imam) didasarkan pada alasan ini. Jika mereka akan bertugas di Bait Allah Yerusalem, mereka tidak mengambil resiko menajiskan diri. Yesus menolak itu karena lebih mengutamakan hukum daripada keselamatan manusia. Maka tindakan orang Samaria inilah yang diterima, karena berani mengambil resiko menjadi najis selama tujuh hari, andakata si korban itu sudah mati dan ia sempat menyentuhnya.

Kisah tentang orang Samaria yang baik hati telah menginspirasi banyak orang untuk mempersembahkan diri bagi pelayanan kemanusiaan. Namun ada dua kategori pelayanan, yakni karena tugas dan karena pilihan bebas. Melayani karena tugas berarti melayani karena kewajiban, karena tidak ada pilihan lain, karena ada imbalan. Melayani karena pilihan bebas berarti melayani sebagai ungkapan rasa cinta, solidaritas dan tak mementingkan imbalan. Sebagai pengikut Kristus, seharusnya kita memilih pelayanan model yang kedua, karena dengan itu kita mewujudkan kasih Kristus yang tanpa pamrih kepada umat manusia. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kiranya semangat orang Samaria yang baik
hati menjadi model bagi kami untuk melayani umat-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 111:1-2.7-9.10c; R: 5b)

Ref: Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
  2. Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; perintah-Nya lestari untuk selama-lamanya; dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
  3. Ia memberikan kebebasan kepada umat-Nya, Ia menetapkan perjanjian untuk selama-lamanya; Dia akan disanjung sepanjang masa.
 

Siapakah sesamaku? (Luk 10:25-37)

Pada suatu ketika, seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus, “Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana? Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan seganap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya, “Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi, “Dan siapakah sesamaku manusia?”
Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun, yang bukan saja merampoknya habisa-habisan tetapi juga memukulnya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian pula seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasih. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, ‘Rawatlah dia, dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.’ Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.” Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, dan lakukanlah demikian!”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge