Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 27
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Selasa, 4 Oktober 2016
  St. Fransiskus Asisi, biarawan
 

APABILA SUDAH MELAKUKAN TUGAS DENGAN BAIK, KATAKANLAH, KAMI INI HAMBA TAK BERGUNA, KAMI HANYA MENJALANKAN TUGAS

 
 
 
Gal 1:13-24 | Mzm 139:1-3.13-15 | Luk 10:38-42

Allah berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku, agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa (Gal 1:13-24)

Saudara-saudara, kalian tentu telah mendengar tentang hidupku dalam agama Yahudi dulu. Tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dalam agama Yahudi itu aku jauh lebih maju dari banyak teman sebaya di antara bangsaku, karena aku sangat rajin memelihara adat-istiadat nenek moyangku. Tetapi Allah telah memilih aku sejak dari kandungan ibuku dan memanggil aku oleh karena kasih karunia-Nya. Ia berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku, agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa lain. Pada waktu itu sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Aku juga tidak pergi ke Yerusalem untuk mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku. Tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Baru tiga tahun kemudian aku pergi ke Yerusalem untuk menemui Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi rasul-rasul yang lain tak seorang pun yang kulihat, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutulis kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. Tetapi aku tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. Mereka hanya mendengar, bahwa orang yang dahulu menganiaya mereka sekarang memberitakan iman yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

 

SEORANG teman tersinggung dan tidak mau lagi melayani konsultasi dua umatnya ketika nasihatnya tidak dijalankan. Sebetulnya mereka bukan tidak mau menuruti nasihat itu, tetapi kasus yang mereka hadapi berubah arah sehingga nasihat itu tidak lagi diperlukan. Bagi saya, keputusan mereka tepat, dan temanku itu tersinggung tanpa alasan. Saya melihat itu soal ego pribadi. Ia merasa diri tidak dihargai. Saya menilai teman ini salah, karena ia berniat baik menolong, namun menolong menurut ukurannya, bukan menurut kebutuhan orang yang ditolong.

Bagi Martha, Yesus itu seorang manusia istimewa yang harus diperlakukan secara istimewa pula. Keahliannya mengurus dapur dipergunakan. Yesus melihat dengan cara berbeda. Keluarga itu sudah seperti keluarga sendiri, karena itu ia dan murid-muridnya hanya memerlukan makanan sederhana, cukup untuk memulihkan tenaga. Yang lebih penting adalah kebersamaan dalam sharing pengalaman iman. Itu yang dipahami oleh Maria, tetapi tak dipahami oleh Martha. Jika Martha mau melihat situasi menurut pandangan Yesus atau Maria, tak perlu ada kritikan Yesus atas dirinya.

Kebaikan Martha itu sangat bagus dalam tata sopan santun pergaulan umum. Menjamu tamu yang datang merupakan tanda penghargaan bagi sesama. Itu tentu sangat dianjurkan kepada semua orang beriman, sebagai wujud konkrit dari cinta kepada Tuhan dan sesama. Namun seringkali kita terjebak dalam memengartikan apa hakekat melayani itu. Seharusnya yang diutamakan ialah kebutuhan dan kegembiraan orang yang dilayani. Namun sering kita menempatkan diri sebagai pihak yang menentukan, menolong sesama menurut ukuran kita sendiri. Di sini sesungguhnya kita melayani keinginan kita sendiri, bukan orang yang dilayani. Dalam perkara ini, kita harus berubah, contohilah Maria, tinggalkan Martha, jika pelayanan itu bukan demi orang yang dilayani tetapi demi ego kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami untuk mengutamakan kebutuhan sesama ketika melakukan pelayanan cinta. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 139:1-3.13-15; R: 24b)

Ref: Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.

  1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
  2. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.
  3. Jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.
 

Marta menerima Yesus di rumahnya. Maria telah memilih bagian yang paling baik (Luk 10:38-42)

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan. Tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge