Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 28
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Rabu, 12 Oktober 2016
   
 

SESUDAH MELIHAT DIRINYA SEMBUH, ORANG SAMARIA ITU KEMBALI SAMBIL MEMULIAKAN ALLAH DAN BERSUJUD DI DEPAN YESUS

 
 
 
Gal 5:18-25 | Mzm 1:1-4.6 | Luk 11:42-46

Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:18-25)

Saudara-saudara, kalau kalian membiarkan diri dibimbing oleh Roh, kalian tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, pemujaan berhala, sihir, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, kecemaran, hawa nafsu, pesta pora dan sebagainya. Mengenai semuanya itu kalian kuperingatkan, seperti yang telah kulakukan dahulu, bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Sebaliknya hasil Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

 

KEBANYAKAN negara demokrasi sekuler memisahkan urusan negara dari agama. Negara tidak memiliki wewenang untuk mengurus ajaran iman, ritus keagamaan, hirarki kepemimpinan, organisasi umat, dan sebagainya. Pada sisi lain, agama tidak mengatur undang-undang sipil, sistem pemerintahan, ekonomi, politik, dan sebagainya. Keduanya bisa saling mempengaruhi, tetapi satu tidak mengatur dan memutuskan bagi yang lain. Walaupun banyak titik lemah, pemisahan ini membuat kedua institusi berjalan paralel, bekerja sama bagi kebaikan masyarakat. Sementara itu, ada juga ajaran agama dan negara menyatu, Di sana sering terjadi absolutisme, karena agama sering diperlakukan sebagai legasi negara, termasuk untuk merepresi masyarakat. Pemahaman terhadap ajaran iman bersifat sangat legalistis, bahkan cenderung tidak manusiawi.

Para ahli Taurat di jaman Yesus membuat kelpmpoknya menjadi eksklusip. Mereka menguasai Hukum Taurat dan menafsirnya. Di tangan mereka, Taurat menjadi senjata menekan orang banyak. Yesus menolak praktek ini, karena mereka sering salah menggunakan kuasa menafsir itu demi kepentingannya saja. Akses masyarakat ke kitab-kitab itu tidak ada, maka orang-orang menurut saja ketika para ahli kitab ini merumuskan peraturan yang harus dijalankan. Yesus tampil sebagai pembela, agar masyarakat bebas dan ahli-ahli Kitab bertobat. Inilah situasi yang masih sering kita hadapi dalam hidup beragama saat sekarang ini. Sering kita berkutat pada hal-hal legal semata-mata, tetapi melalaikan kewajiban pelayanan cinta, padahal cinta jauh lebih penting daripada hukum. Kita wajib memurnikan ajaran iman agar memerdekakan semua orang. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kiranya kami lebih mengutamakan Cinta Kasih daripada tata aturan hidup sehari-hari yang mengikat. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 1:1-4.6; R: Yoh 8:12)

Ref: Yang mengikuti Engkau, ya Tuhan, hidup dalam cahaya.

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
  2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
 

Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Celakalah kalian, ahli-ahli kitab! (Luk 11:42-46)

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi, sebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakakah kalian, sebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.” Seorang ahli Taurat menjawab, “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Yesus berkata lagi, “Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang; tetapi kalian sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge