Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 13
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Rabu, 29 Juni 2016
  Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus
 

SETIAP ORANG YANG SIAP MEMBAJAK
TETAPI MENOLEH KE BELAKANG, IA TIDAK
LAYAK UNTUK KERAJAAN ALLAH

 
 
 
Kis 12:1-11 | Mzm 34:2-9; R.5 | 2 Tim 4:6-8.17-18 | Mat 16:13-19

Sekarang benar-benar tahulah aku, bahwa Tuhan telah menyuruh malaikatNya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes (Kis 12:1-11)

Waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat, Raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memencarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan dalam penjara, tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.
Pada malam sebelum Herodes menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu, prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus, dan cahaya bersinar dalam ruangan itu. Kata malaikat itu, “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya, “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!” Petrus pun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya, “Kenakanlah jubahmu dan ikutilah aku!” Lalu ia mengikuti malaikat itu keluar, dan tanpa ia tahu bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi; sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata, “Sekarang benar-benar tahulah aku, bahwa Tuhan telah menyuruh malaikatNya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes, dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”

 

SEORANG USKUP ingin membangun sebuah stasi di daerah pinggiran di keuskupannya, kawasan yang rata-rata dihuni oleh pekerja kasar seperti para pemulung, kuli bangunan, pengemis dan pelacur, bahkan para pen- jahat. Tempat yang dimaksud itu berada dekat pembuangan akhir sampah-sampah kota, sehingga bukan sebuah lingkungan yang menarik. Mungkin tak ada imam yang mau ditempatkan di sana. Sadar akan beratnya tugas ini, uskup mencari sukarelawan. Di antara peminat, ada seorang misionaris berusia enam puluhan. Sang uskup bertanya, mengapa ia mau berkarya di tempat ini, di saat usia yang tidak lagi muda. Ia menjawab, "Di tempat sampah-sampah dibuang biasanya pohon bertumbuh paling subur." Uskup itu tidak ragu-ragu lagi. Misionaris tersebut dikirim. Dan sebuah paroki pun bertumbuh, bahkan berkembang melahirkan paroki-paroki baru.

Ketika jemaat perdana Yerusalem terbentuk, mereka sama sekali tidak diperhitungkan oleh orang-orang Yahudi dan penguasai politik Romawi. Sekte ini kecil dan tidak berpengaruh. Apalagi Yesus sudah mati dibunuh. Namun ternyata kegigihan mereka mulai menakutkan orang-orang Yahudi yang merasa digerogoti. Dimotori oleh Petrus, dan kemudian dibantu oleh Paulus yang bertobat, Gereja Kristus bertumbuh subur dan menampakkan wajahnya. Kekuatan baru ini tidak boleh disepelehkan. Maka Herodes bertindak keras, menganiaya mereka. Namun penganiayaan ini justru lebih melecut semangat doa dan penyerahan pada Tuhan. Paulus bahkan melihat penganiayaan sebagai cara terbaik mengakhiri semua, karena ia telah mencapai finis dan menang, karena ia tetap memelihara iman. Tidak salah ketika Yesus memilih Petrus menjadi wadas kokoh dasar Gereja, dan Paulus menjadi pendobrak pintu masuk ke banyak bangsa asing.

Pada Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus, kita diajak untuk merenungkan perpaduan dua nilai ini, yakni iman yang kokoh sebagai dasar pijak kita, ditunjang oleh daya juang yang tinggi untuk mewartakan Kabar Sukacita. Kemartiran Petrus dan Paulus adalah mahkota sukacita yang menandai kesetiaan hingga di garis batas perjuangan. Semangat inilah yang ingin kita kobarkan di antara umat beriman, karena di tengan dunia masa kini yang semakin tak ramah terhadap iman, kita dituntut untuk memberi kesaksian, bahwa Kristus itu Penyelamat semua orang. Kita tak dapat mewujudkannya tanpa wadas iman yang kokoh dan daya juang yang tinggi untuk terus membangun Kerajaan Allah. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami misionaris yang beriman teguh dan tak putus asa. St. Petrus dan St. Paulus, doakanlah kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:2-9; R: 5)

Ref: Tuhan telah melepaskan daku dari segala kegentaranku.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu, puji-pujian kepadaNya selalu ada dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersuka cita.
  2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan namaNya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
  3. Tunjukkanlah pandanganmu kepadaNya maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakan.
  4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung padanya.
 

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran (2 Tim 4:6-8.17-18)

Saudaraku terkasih, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan, dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil pada hariNya, bukan hanya kepadaku tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya. Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan pengantaraanku, Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Tuhan akan melepaskan daku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku sehingga aku masuk ke dalam KerajaanNya di surga. Bagi-Nya lah kemuliaan selama-lamanya. Amin.

 

Engkau adalah Petrus, kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga (Mat 16:13-19)

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-muridNya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaatKu, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge