Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 13
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Senin, 27 Juni 2016
   
 

SETIAP ORANG YANG SIAP MEMBAJAK
TETAPI MENOLEH KE BELAKANG, IA TIDAK
LAYAK UNTUK KERAJAAN ALLAH

 
 
 
Am 2:6-10.13-16 | Mzm 50:16bc-23 | Mat 8:18-22

Mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu (Am 2:6-10.13-16)

Beginilah sabda Tuhan, “Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku. Sebab mereka telah menjual orang benar untuk mendapatkan uang, dan orang miskin karena sepasang kasut. Mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara. Anak dan ayah pergi menjamah perempuan muda yang sama, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku. Mereka merebahkan diri disamping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka. Padahal Akulah yang memusnahkan orang Amori dari depan mereka; orang-orang Amori yang tingginya seperti pohon aras dan kuat seperti pohon tarbantin. Akulah yang menuntun kalian keluar dari tanah Mesir, dan memimpin kalian empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kalian menduduki negeri orang Amori. Sesungguhnya Aku akan menguncangkan tempat kalian berpijak seperti goncangan kereta sarat dengan berkas gandum. Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tak dapat melarikan diri. Pemegang panah tak dapat bertahan, orang yang cepat kaki takkan terluput dan penunggang kuda tak dapat meluputkan diri. Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu.”

 

KESEMPATAN emas itu tidak datang dua kali, maka peluang itu dimanfaat- kan secara maksimal, sehingga membawa hasil yang luar biasa hebat sekarang ini! Kata-kata ini mengalir dari mulut seorang pelaku bisnis yang sukses dan terpandang di lingkungan masyarakat, baik pemerintah, pengusaha, pemuka agama serta gereja tempatnya bernaung. Ia berkisah, bahwa keberhasilannya itu bukan semata-mata karena ia hebat, tetapi ia berada di tempat dan waktu yang tepat, ketika pertumbuhan ekonomi di Batam lagi mekar-mekarnya. Dengan latar belakangnya sebagai satu dari sedikit pebisnis pribumi, ia mendapat perhatian lebih dari para pembuat kebijakan ekonomi dan pembangunan. Dengan kejujuran dan kerendahan hatinya, ia membangun jejaring usahanya itu, yang pada gilirnya memberi begitu banyak kepada masyarakat dan negara.

Ketika Yesus memanggil seseorang untuk mengikuti-Nya, Ia menawarkan karunia kehidupan dan peranan sebagai utusan-Nya di hari depan, untuk turut serta menjadi pewarta keselamatan yang datang dari Allah. Ketika banyak dalih disampaikan kepada-Nya oleh orang-orang itu, Yesus mengingatkan mereka untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan. "Ikutilah Aku, dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati", katanya kepada salah seorang yang dipanggil-Nya. Dengan kata lain, ketika orang- orang di sekitarmu memutuskan untuk tidak mengimani pemenuhan ke- selamaan di dalam Kristus, biarkanlah mereka tenggelam dalam keputus- annya itu dan menanggung konsekuensinya nanti; tetapi bagi yang ter- panggil, jika ia mengabaikan peluang ini, ia pun akan senasib dengan orang yang tidak percaya kepada Kristus.

Ada banyak bentuk penolakan terhadap panggilan Tuhan. Cara yang biasa ialah dengan tegas mengatakan tidak turut mengambil bagian di dalam karya pelayanan demi Kerajaan Allah. Cara lain ialah menghalang-halangi orang lain untuk berpartisipasi, dengan cara menekan, merendahkan dan mencemooh mereka, yang bisa menyurutkan semangat. Selain itu, ada juga penolakan yang diwujudkan dalam bentuk tidak menentukan sikap, alias tidak peduli. Apa pun bentuknya, semua menyurutkan perwujudan Kerajaan Allah. Kita mesti berusaha menghindarinya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jangan biarkan kami mengabaikan peluang mengabdi Engkau dan GerejaMu berkat panggilan-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 50:16bc-17.18-19.20-21.22-23; R: 22)

Ref: Camkanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah.

  1. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
  2. Jika melihat pencuri, engkau berkawan dengan dia! Engkau bergaul dengan orang berzinah. Mulutmu kau biarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.
  3. Engkau duduk, dan menjelek-jelekkan saudaramu, Engkau memfitnah saudara kandungmu. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kau kira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin beperkara denganmu.
  4. Camkanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; waspadalah, jangan sampai Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
 

Ikutlah Aku (Mat 8:18-22)

Pada suatu hari banyak orang mengerumuni Yesus. Melihat hal itu Yesus menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya, “Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya, “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku, dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge