Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 13
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Minggu, 26 Juni 2016
   
 

SETIAP ORANG YANG SIAP MEMBAJAK
TETAPI MENOLEH KE BELAKANG, IA TIDAK
LAYAK UNTUK KERAJAAN ALLAH

 
 
 
1 Raj 19:16b.19-21 | Mzm 16:1-2a.5.7-11; R.5a | Gal 5:1.13-18 | Luk 9:51-62

Bersiaplah Eliza lalu mengikuti Elia (1 Raj 19:16b.19-21)

Sekali peristiwa, Tuhan berkata kepada Nabi Elia, "Elisa bin Safat dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau." Maka pergilah Elia menemui Elisa bin Safat. Pada waktu itu Elisa sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, dan ia sendiri mengendalikan yang kedua belas. Elia lewat di dekatnya dan melemparkan jubahnya kepada Elisa. Segera Elisa meninggalkan lembu-lembunya, mengejar Elia dan berkata, "Perkenankanlah aku mencium ayah dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau!" Jawab Elia kepadanya, "Baiklah! Pulanglah dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu!"
Elisa lalu meninggalkan Elia, mengambil pasangan lembu itu dan menyembelihnya. Lalu ia memasak dagingnya dengan kayu bajak itu sebagai kayu api, dan memberikan daging itu kepada orang-orangnya, dan mereka pun memakannya. Sesudah itu bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

 

VIENA-AUSTRIA, 11-12 September 1683. Pasukan Kristen Austria dan sekutunya sudah kehilangan harapan. Kekalahan dari tentara Turki tinggal menghitung waktu. Namun, bantuan dari Polandia mengubah segalanya. Raja Jan Sobieski dan pasukannya menyerang tentara Ottoman yang di- pimpin Kara Mustafa. Eropa selamat dari invasi Islam, keruntuhan Ottoman pun dimulai. Ada tokoh penting yang berperanan di balik layar, yakni Marco Da Aviano, seorang biarawan Kapusin Italia, yang berhasil menyatukan para tentara Kristen. Dalam film tentang peristiwa ini, Siege Lord 2 (1:25:43-52), ada dialog menarik antara Marco Da Aviano dan Kara Mustafa. "Allah sejati akan membuat seluruh Eropa tunduk pada Islam", kata Mustafa. "Tuhan sejati menghendaki semua orang merdeka", kata Da Aviano.

Kata-kata Marco Da Aviano mengingatkanku akan kesaksian iman Paulus. Dalam surat kepada jemaat di Galatia, Paulus mengingatkan, bahwa umat Tuhan dipanggil untuk merdeka (Gal 5:13). Tak ada lagi perhambaan, sebab Kristus sendiri sudah memerdekakan umat-Nya. Namun orang Kristiani perlu menggunakan kemerdekaan itu untuk menegakkan kasih satu sama lain. Kristus mengingatkan para murid-Nya, bahwa keputusan untuk meng- ikuti diri-Nya harus lahir dari keputusan bebas, tanpa syarat dan tanpa agenda tujuan. Hanya dengan hati yang bebas, seseorang akan sanggup menerima penugasan dari Tuhan, seperti yang telah dilakukanNya terhadap Nabi Elisa, pengganti Nabi Elia.

Mengapa kita mau beriman kepada Kristus? Karena kita ingin mengalami kebebasan sebagai anak-anak Allah. Pertama-tama kebebasan dari kuasa dosa. Dosa merusak pribadi manusia, sehingga kita ada dalam genggaman kegelapan. Kematian Kristus mengalahkan kegelapan dan kita pun bebas menikmati karunia Tuhan. Kedua, kebebasan dari ketakutan terhadap pe- nolakan dunia. Kita diundang Tuhan untuk menjadi pewarta Injil, tetapi jelas dunia tidak akan menerima kita begitu saja. Pilihan bebas mengikuti Kris- tus membuat kita sadar akan konsekuensi yang kita hadapi. Namun, iman itu memerdekakan, sehingga tugas kerasulan pun dijalani dengan hati bebas, karena muara perjalanan kita ialah keselamatan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga dengan bebas kami memutuskan menjadi pengantara berkatMu kepada sesama kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 16:1-2a.5.7-9.9-10.11; R: lih. 5a)

Ref: Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku.

  1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku."
  2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
  3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
  4. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.
 

Kamu dipanggil untuk merdeka (Gal 5:1.13-18)

Saudara-saudara, Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka, Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain karena kasih. Sebab seluruh Hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" Akan tetapi, kalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, jangan-jangan kamu saling membinasakan. Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya ber- tentangan, sehingga setiap kali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Sebaliknya, kalau kamu membiarkan diri dibimbing oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah Hukum Taurat.

 

Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Aku akan mengikuti Engkau ke mana saja Engkau pergi (Luk 9:51-62)

Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya dan pergi ke Yerusalem. Maka diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi lalu masuk ke sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, "Tuhan, bolehkah kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, "Kamu tidak tahu apa yang kamu inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya." Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan dan berkata kepada Yesus, "Aku akan mengikuti Engkau kemana pun Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya, "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Lalu kepada seorang lain Yesus berkata, "Ikutilah Aku!" Tetapi orang itu berkata, "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus menjawab, "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." Dan seorang lain lagi berkata, "Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata, "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge