Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 12
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Rabu, 22 Juni 2016
   
 

SETIAP ORANG YANG MAU MENGIKUTI AKU HARUS MENYANGKAL DIRINYA DAN MEMIKUL SALIBNYA SETIAP HARI

 
 
 
2 Raj 22:8-13; 23:1-3 | Mzm 119:33-35.37.40 | Mat 7:15-20

Di depan rakyat, raja membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah Tuhan, dan diadakannyalah perjanjian di hadapan Tuhan (2 Raj 22:8-13; 23:1-3)

Di masa pemerintahan Raja Yosia, Imam Besar Hilkia berkata kepada Safan, panitera raja, “Aku telah menemukan Kitab Taurat di Rumah Tuhan.” Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan dan Safan terus membacanya. Kemudian Safan, panitera raja, masuk menghadap raja. Ia melapor kepada raja, “Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah Tuhan dan memberikannya kepada para pengawas yang bertugas pada rumah Allah.” Diberitahukannya juga kepada raja, “Imam Besar Hilkia telah memberikan sebuah kitab kepadaku.“ Lalu ia membacakannya di depan raja.
Segera sesudah mendengar isi Kitab Taurat itu, Raja Yosia mengoyakkan pakaiannya. Kemudian raja memerintahkan Imam Besar Hilkia, Ahikam bin Safan, Akhbor bin Mikha, Safan, si Panitera, dan Asaya, hamba raja, “Pergilah, mintalah petunjuk Tuhan bagiku, bagi rakyat dan seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan itu. Sebab murka Tuhan yang hebat bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena leluhur kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dan tidak berbuat seperti yang tertulis di dalamnya.”
Sesudah itu raja menyuruh mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. Kemudian pergilah raja ke rumah Tuhan, dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Di depan mereka semua raja membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah Tuhan itu. Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang, dan diadakannyalah perjanjian di hadapan Tuhan untuk hidup dengan mengikuti Tuhan, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan segenap jiwa, dan untuk menepati perkataan perjanjian, yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.

 

KETAKUTAN yang diciptakan oleh rejim Orde Baru terhadap rakyat Indo- nesia itu begitu besar, sehingga satu dua generasi orang Indonesia ter- bentuk dalam pola pikir kecurigaan dan kebencian yang tinggi pada ajaran Marxisme. Sayangnya, ada banyak orang yang tidak tahu, bahwa ajaran ini tidak sama dengan atheisme atau diktator proletariat Leninisme, sehingga begitu sedikit orang memahami Marxisme dan Komunisme, kebanyakan orang langsung menghakimi. Masyarakat telah dikondisikan untuk melihat rejim militerisme Orde Baru sebagai pola politik yang ideal, yang membela kepentingan nasional, yang menjadi sandaran banyak orang beriman dalam berhadapan dengan kaum tak bertuhan. Orang-orang tidak menyadari, bahwa mereka digiring menjadi manusia yang sarat kebencian, tidak kritis, fanatik dan membenci kebebasan dan tidak menghargai perbedaan. Ini justru lebih memecah belah masyarakat.

"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas", kata Yesus mengingatkan murid-murid-Nya. Nabi-nabi palsu ini "mewartakan" kebenaran dengan agenda menjerat umat beriman, sehingga mereka tunduk dan mengikuti kemauannya. Jeratan melilit mereka dengan ketat, sehingga ketika mereka menyadari perangkap tersebut, semuanya sudah terlambat. Mereka sepenuhnya ada dalam genggaman kegelapan yang menghancurkan jiwa-jiwa. Yesus mendorong para pengikut-Nya agar peka terhadap tanda-tanda jaman, membaca kelicikan kegelapan ini, agar tetap berani berbuat yang benar.

Kembali ke sistem politik yang mencuci otak masyarakat Indonesia tadi. Ketika masyarakat sudah berada di dalam ketakutan massal, penguasa politik dan ekonomi bekerjasama menguasai sumber-sumber daya alam. Semua dieksploitasi habis-habisan untuk kepentingan para pemodal, yang terbanyak dikuasai oleh korporasi trans-nasional. Dengan doktrin demi kepentingan nasional, hak-hak sosial dan politik masyarakat dikebiri, diambil dan dikuasai oleh segelintir orang dalam jejaring korupsi dan nepo- tisme yang mengerikan. Di saat yang sama, mereka membungkus diri dengan topeng keagamaan yang memberi kesan betapa sucinya mereka dan betapa luhurnya moralitas yang dianut. Ketika masyarakat akhirnya terbuka matanya, sebagian kekayaan bangsa ini sudah dicuri dan sulit dibawa kembali kepada masyarakat. Kita disilaukan oleh ke munafikan para nabi palsu di bidang sosial dan politik ini. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, buatlah kami murni di hati dan jujur di tindakan, agar dengan berani kami berkarya demi Kerajaan-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:33.34.35.37.40; R: 33a)

Ref: Perlihatkan kepadaku, ya Tuhan, petunjuk-petunjuk ketetapan-Mu.

  1. Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, petunjuk-petunjuk ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.
  2. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.
  3. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.
  4. Lalukanlah mataku dari hal-hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!
  5. Sesungguhnya aku rindu akan titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu.
 

Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka (Mat 7:15-20)

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, ”Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri, atau buah ara dari rumput duri? Camkanlah! Setiap pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnya lah kalian akan mengenal mereka.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge