Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 11
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Minggu, 12 Juni 2016
   
 

ORANG YANG BANYAK DIAMPUNI BANYAK BERBUAT KASIH, ORANG YANG SEDIKIT DIAMPUNI SEDIKIT PULA BERBUAT KASIH

 
 
 
2 Sam 12:7-10.13 | Mzm 32:1-2.5.7.11; R.5c | Gal 2:16.19-21 | Luk 7:36-8:3

Tuhan telah menjauhkan dosamu, engkau tidak akan mati (2 Sam 12:7-10.13)

Setelah Daud mengambil isteri Uria, Nabi Natan berkata kepadanya, "Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda, dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu. Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang, isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri kaubiarkan dibunuh oleh pedang Bani Amon. Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dengan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu." Lalu berkatalah Daud kepada Natan, "Aku sudah berdosa terhadap Tuhan!" Dan Natan berkata kepada Daud, "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu, engkau tidak akan mati."

 

KESALAHAN akan selalu dilakukan oleh setiap manusia normal. Oleh aneka alasan, manusia mengabaikan kehendak Tuhan dan memperhatikan hanya keinginannya. Namun Tuhan senantiasa memberikan kesempatan untuk bertobat, sehingga oleh pengampunan, manusia dapat kembali ke jalan keselamatan. Tema dosa, pengampunan dan menjadi manusia baru, akan kita renungkan dalam refleksi ini.

Daud melakukan kejahatan serius, ketika ia berkonspirasi merampas isteri Uria, dengan cara membiarkan Uria mati terbunuh oleh orang Amon (bdk. 2 Sam 11:14-17). Kejahatannya ini dikecam oleh Nabi Natan, karena sebagai raja yang diberkati Tuhan, Daud telah berkianat pada Tuhan. Kecaman Nabi Natan itu ternyata membuat Daud bertobat, sehingga Tuhan mengampuni dia. Demikian juga perempuan berdosa yang menemui Yesus di rumah Simon, orang Farisi itu. Ia beresiko ditolak, namun ia ingin dibebaskan dari beban dosa. Ia lelah menjadi orang terkucil. Ia percaya, kalau Yesus mengampuni dirinya, orang banyak bisa menerimanya. Harapan perempuan terkabul, karena Yesus mengampuni dosanya. Ia telah dibebaskan. Dosa sangat merusak pribadi manusia, namun tobat dan pengampunan membuat si pendosa menjadi manusia baru. Paulus menggarisbawahi pesan ini dalam surat kepada umat di Galatia. Pada mulanya Paulus itu menganiaya jemaat Kristus (Kis 9:1-2). Namun pertemuan dengan Kristus (Kis 9:3-5) telah mengubah dirinya. Maka dengan bangga ia menyatakan, bahwa oleh pertobatan itu, kini Kristus hidup di dalam dirinya.

Kita melihat alur pesan keselamatan yang sangat jelas. Tuhan mengundang kita ke dalam Kerajaan-Nya. Oleh dosa, kita menyimpang dari jalan itu dan menuruti jalan kehancuran jiwa. Namun intervensi Tuhan, terutama melalui Kristus, membuka peluang rekonsiliasi melalui tobat dan pengampunan. Kita perlu mengakui, bahwa kita sering tidak peduli dengan Tuhan. Dosa membutakan mata kita. Namun mari bertobat dengan sungguh-sungguh, karena oleh tobat dan pengampunan itu, kita menjadi manusia baru dan layak menjadi utusan-Nya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami untuk selalu berlaku jujur, sehingga kami layak baik di mata Tuhan maupun sesama. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 32:1-2.5.7.11; R: lih. 5C)

Ref: Ampunilah, ya Tuhan, kesalahanku.

  1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni dan dosa-dosanya ditutupi. Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu.
  2. Dosa-dosaku kuungkapkan kepadaMu, dan kesalahanku tidak kusembunyikan. Aku berkata, "Aku meng- hadap Tuhan dan mengakui segala pelanggaranku." Maka Engkau sudah mengambil kesalahanku.
  3. Engkaulah persembunyian bagiku, ya Tuhan. Engkau menjagaku terhadap kesesakan. Engkau melin- dungi aku sehingga aku luput dan bersorak.
  4. Bersukacitalah dalam Tuhan! Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, bersorak-sorailah, hai orang- orang jujur.
 

Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:16.19-21)

Saudara-saudara, kamu tahu, tidak seorang pun dibenarkan karena melakukan Hukum Taurat, tetapi karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan karena iman dalam Kristus dan bukan karena melakukan Hukum Taurat. Sebab tidak seorang pun dibenarkan karena melakukan Hukum Taurat. Sebab oleh Hukum Taurat, aku telah mati terhadap Hukum Taurat supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus. Meskipun demikian aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidup yang kuhayati sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran karena hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

 

Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih (Luk 7:36-8:3)

Sekali peristiwa, seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu lalu duduk makan. Di kota itu, ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa. Ketika mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya. Kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hati, "Jika Dia ini nabi, mestinya Ia tahu, siapakah dan orang apakah wanita yang menjamahnya itu; mestinya Ia tahu bahwa wanita ini adalah orang yang berdosa." Lalu Yesus berkata kepada orang Farisi itu, "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon, "Katakanlah, Guru." "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka hutang kedua orang itu dihapuskannya. Siapakah di antara mereka yang akan lebih mengasihi dia?" Jawab Simon, "Aku sangka yang mendapat penghapusan hutang lebih banyak." Kata Yesus kepadanya, "Betul pendapatmu itu!" Dan sambil berpaling kepada wanita itu, Yesus berkata kepada Simon, "Engkau lihat wanita ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberi Aku air untuk membasuh kaki-Ku; tetapi wanita ini membasuh kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk, ia tidak henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi ia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih." Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, "Dosamu telah diampuni!" Orang-orang yang makan bersama Yesus berpikir dalam hati, "Siapakah Dia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" Tetapi Yesus berkata kepada wanita itu, "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat."
Tidak lama sesudah itu, Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa, mewartakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya menyertai Dia; juga beberapa wanita yang telah disembuhkannya dari roh-roh jahat atau berbagai macam penyakit, menyertai Dia. Mereka itu ialah Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat; Yohana isteri Khuza, bendahara Herodes; Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita ini melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge