Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 12
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Jumat, 24 Juni 2016
  Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
 

SETIAP ORANG YANG MAU MENGIKUTI AKU HARUS MENYANGKAL DIRINYA DAN MEMIKUL SALIBNYA SETIAP HARI

 
 
 
Yes 49:1-6 | Mzm 139:1-3.13-15; R.13b | Kis 13:22-26 | Luk 1:57-66.80

Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa (Yes 49:1-6)

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak aku ada di perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tanganNya. Ia membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panahNya. Ia berfirman kepadaku, "Engkau adalah hambaKu, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagunganKu." Tetapi aku berkata, "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia. Namun, hakku terjamin pada Tuhan dan upahku pada Allahku."
Tuhan telah membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hambaNya, untuk mengembalikan Yakub kepadaNya dan supaya Israel dikumpulkan kepadaNya. Maka aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allah yang menjadi kekuatanku sekarang berfirman, "Terlalu sedikit bagimu kalau hanya menjadi hambaKu untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari padaKu sampai ke ujung bumi."

 

PEKERJAAN sebagai penjaga malam tidak sesederhana yang dibayangkan oleh orang-orang. Irama tubuh manusia terbiasa dengan beristirahat pada malam hari, sehingga penjaga malam harus beristirahat siang hari supaya dapat berjaga sepanjang malam. Walaupun demikian, tetap ada godaan untuk tidur atau jatuh tertidur. Maka, saat-saat menjelang fajar terasa me- nyenangkan, karena sebentar lagi matahari akan terbit dan ia boleh pulang dan beristirahat di rumah. Di masa lalu, ketika teknologi belum sehebat sekarang, cahaya fajar menjadi isyarat sukacita. "Ketika kulihat cahaya fajar, jiwaku bergolak dalam suka, karena alam serasa bangkit, menatap harap ke hidup baru", sepenggal puisi dapat kita rangkai dari pengalaman tersebut.

Dalam mada syukur atas kelahiran anak di hari tuanya itu, ayah Yohanes Pembaptis, Zakaria, mengungkapkan pengharapannya akan datangnya "Sang Surya pagi dari tempat yang tinggi" (Lk 1:78) yang menyinari mereka yang berdiam dalam kegelapan dan menghantar umat manusia ke jalan damai sejahtera. Zakaria tahu, puteranya yang baru lahir bukan itu, namun ia tahu, puteranya akan menjadi pendahulu Sang Surya, seperti yang telah disampaikan Malaikat Gabriel di Bait Suci Yerusalem (bdk. Lk 1:17). Zakaria mencerna janji itu dan memaklumkannya dalam sukacita. Tuhan yang empunya kemuliaan, namun sebagai utusan pendahulu, Yohanes bisa mengambil bagian di dalam kemuliaan tersebut.

Hari Raya kelahiran Yohanes Pembaptis merupakan perayaan tentang pengharapan. Sebagai manusia lemah, kita sering menyimpang dari jalan kebenaran dan menghayati hidup penuh dosa. Maka kita memerlukan nabi- nabi seperti Yohanes yang mengingatkan kita, bahwa kedatangan Tuhan itu bukan janji kosong, tetapi sungguh muara perjalanan rohani di mana orang yang percaya mengalami kepenuhan hakekat dirinya, yakni bersatu dengan Sang Pencipta dan Penyelamat. Siapakah nabi-nabi itu? Kita semua yang percaya kepada Kristus. Kitalah seruan kenabian untuk membangunkan dunia yang tertidur dalam dosa. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami "yohanes-yohanes" di jaman modern ini, agar umatMu setia bertekun dalam pengharapan. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 139:1-3.13-15; R: 13b)

Ref: Aku bersyukur kepadaMu oleh karena misteri kejadianku .

  1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku. Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri. Engkau mengerti pikiranku dari jauh, Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring. Segala jalanku Kaumaklumi.
  2. Sebab Engkau lah yang membentuk buah pinggangku. Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena miseri kejadianku; ajaiblah yang Kaubuat.
  3. Jiwaku benar-benar menyadarinya, tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu. Ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.
 

Kedatangan Yesus disiapkan oleh Yohanes (Kis 13:22-26)

Pada suatu hari Sabat, di rumah ibadat di Antiokhia, Paulus berkata, "Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja umatNya. Tentang Daud, Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hatiKu, dan yang melakukan segala kehendakKu. Dari keturun- annya lah, sesuai dengan yang telah dijanjikanNya, Allah telah membangkitkan juru selamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan Yesus itu, Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika hampir selesai menunaikan tugasnya, Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Dia akan datang kemudian dari pada aku. Membuka kasut pada kakiNya pun aku tidak layak. Hai saudara-saudara, baik yang termasuk keturunan Abraham maupun yang takut akan Allah. Kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita."

 

Namanya ialah Yohanes (Luk 1:57-66.80)

Pada waktu itu, genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga dan sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya, berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu. Zakharia meminta batu tulis lalu menuliskan kata-kata ini, “Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua yang mendengarnya, merenung-kannya dan berkata, “Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai dia." Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Ia kemudian tinggal di padang gurun sampai tiba harinya ia harus menampakkan diri kepada Israel.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge