Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 9
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Sabtu, 4 Juni 2016
  Peringatan Hati Tak Bernoda Maria
 

IA MENGAMBIL ROTI DAN IKAN, MENENGADAH KE LANGIT, BERSYUKUR DAN MEMBAGI-BAGIKAN- NYA DAN MEREKA MAKAN SAPAI KENYANG

 
 
 
2 Tim 4:1-8 | Mzm 71:8-9.14-15ab.16-17.22 | Mrk 12:38-44

Lakukanlah pekerjaan seorang pewarta Injil. Hidupku mulai dicurahkan dan Tuhan akan mengaruniakan mahkota keselamatan kepadaku (2 Tim 4:1-8)

Saudara terkasih, di hadapan Allah dan di hadapan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi kerajaan-Nya: Wartakanlah Sabda Allah. Siap sedialah selalu, baik atau tidak waktunya. Nyatakanlah yang salah, tegur dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Sebab akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendak-Nya, untuk memuas- kan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi engkau, kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah dalam penderitaan, lakukanlah pekerjaan pewarta Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Mengenai aku, darahku mulai dicurahkan sebagai persembahan, dan saat kematianku sudah mendekat. Aku telah menyelesaikan pertandingan yang baik, mencapai garis akhir dan memelihara iman. Kini tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku pada hari-Nya oleh Tuhan, hakim yang adil; bukan hanya kepadaku, tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

 

PERINGATAN Hati Tak Bernoda Maria merupakan sebuah tradisi tua yang lahir dari refleksi iman tentang kesaksian yang ditulis dalam Injil Lukas. Dua kali di dalam Lukas bab 2, disebutkan, bahwa "Maria menyimpan semua perkara itu dalam hatinya" (bdk. Lk 2:19 dan 2:51b). Yang pertama terjadi ketika para gembala datang dan memberi kesaksian tentang penampakan para malaikat pada hari kelahiran Yesus, dan yang kedua terjadi pada saat Yesus, yang berusia dua belas tahun, hilang dan ditemukan kembali di Bait Allah Yerusalem, di antara para ahli Taurat. Cuplikan pendek ini memberi gambaran tentang siapa Maria, yakni seorang pendoa yang menyimpan dan merenungkan kehendak Tuhan di dalam hatinya.

Bertepatan dengan peringatan ini, refleksi Injil hari ini berpusat pada pujian Yesus atas persembahan janda miskin, yang memasukkan dua peser ke dalam kotak persembahan di Bait Allah, Yerusalem. Dua peser itu bukan jumlah yang besar, dan mungkin tidak diperhitungkan oleh para pengurus Bait Allah itu. Bagi Yesus, kerelaan untuk memberi persembahan itu membuktikan kualitas pribadi janda miskin ini. Ia pasti membutuhkan uang tersebut untuk hidup keluarganya, toh ia masih mau memenuhi kewajiban- nya sebagai umat Allah. Memberi dari kekurangan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang percaya penuh pada penyelenggaraan Tuhan. Jika ia tidak yakin, ia mungkin menyimpannya untuk cadangan hidup hari esok. Tidak! Ia bukan jenis manusia itu. Tuhan tidak akan menutup mata.

Dalam obrolan dengan sejumlah umat, seorang pria muda menyampaikan kritikan dari teman-teman Kristen bukan Katolik, bahwa orang Katolik tidak serius memenuhi hukum persepuluhan. Pria itu merasa tertantang dan membawa persoalan tersebut ke pertemuan itu. Saya mengingatkan dia akan pentingnya memperhatikan nilai utama di balik hukum. Bagi Yesus, yang jauh lebih penting ialah kemauan orang untuk mencintai dan memberi sesuatu sebagai tanda cinta itu. Ungkapan cinta yang tulus dan percaya penuh pada penyelenggaraan Allah itu jauh lebih besar nilainya daripada korban persepuluhan. Janda miskin itu adalah contohnya. Yesus tidak pernah penyebut ibunya sebagai contoh, tetapi bagi saya, kualitas iman Bunda Maria adalah contoh bagi semua orang beriman, bagaimana men- cintai Tuhan sepenuhnya, pasrah pada kehendak-Nya tanpa syarat. Tak ada salahnya kalau kita meneladani Bunda Kristus ini. (ap)

Bunda Maria, Bunda tanpa noda, doakanlah kami anak-anakmu, agar meneladani Yesus PuteraMu, dalam hidup dan karya kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 71:8-9.14-15ab.16-17.22; R: 15ab)

Ref: Mulutku akan menceriterakan keselamatan yang datang dari-Mu, ya Tuhan.

  1. Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, sepanjang hari penuh penghormatan kepada-Mu. Jangan- lah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.
  2. Tetapi aku senantiasa mau berharap kepada-Mu dan menambah puji-pujian bagi-Mu. Mulutku akan menceriterakan keadilan-Mu dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu.
  3. Aku datang dengan keperkasaan Tuhan Allah, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja! Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.
  4. Akupun mau menyanyikan syukur dengan gambus atau kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.
 

Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain (Mrk 12:38-44)

Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata, "Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat. Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka men- duduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka men- caplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukum yang lebih berat."
Pada kali lain, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka memberi dari kelimpahannya, tetapi janda miskin itu memberi dari kekurangannya: semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge