Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 9
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Jumat, 3 Juni 2016
  Hari Raya Hati Kudus Tuhan Yesus
 

IA MENGAMBIL ROTI DAN IKAN, MENENGADAH KE LANGIT, BERSYUKUR DAN MEMBAGI-BAGIKAN- NYA DAN MEREKA MAKAN SAPAI KENYANG

 
 
 
Yeh 34:11-16 | Mzm 23:1-6; R.1 | Rm 5:5b-11 | Luk 15:3-7

Aku sendiri akan menggembalakan domba-dombaKu dan Aku akan membiarkan mereka berbaring tenang (Yeh 34:11-16)

Beginilah firman Tuhan, "Dengar, Aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencari mereka. Seperti seorang gembala mencari domba-dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan- nya, begitulah Aku akan mencari domba-dombaKu, dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, kemana mereka diserakkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari pelbagai negeri serta membawa mereka ke tanahnya. Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka. Di atas gunung-gunung Israel yang tinggi, di situlah tempat penggembalaannya; di sana, di tempat peng- gembalaan yang baik, mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku, dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, sedang yang gemuk dan kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagai mana mestinya."

 

HARI RAYA HATI KUDUS TUHAN YESUS menjadi kesempatan emas bagi kita sekalian merenungkan secara khusus korban diri Yesus di salib untuk keselamatan umat manusia. Injil Yohanes mencatat kejadian seputar kematian Yesus sebagai berikut, "Ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air" (Yoh 19:33-34). Darah dan air yang mengalir itu menjadi tanda pemurnian manusia dari dosa-dosa sehingga menjadi pribadi baru yang layak untuk diselamatkan. Hati yang terluka itu terus memancarkan aliran rahmat hingga hari ini, sehingga kita yang percaya kepadaNya turut diselamatkan.

Apa wujud keselamatan yang dijanjikan Yesus? Bacaan-bacaan hari ini menampilkan Tuhan sebagai gembala yang menyayangi domba-domba- Nya. Dalam pesan kenabiannya, Yehezkiel menggambarkan kemurahan hati Tuhan. Domba-domba dihantar ke padang rumput dan sumber air. Yang hilang dicari, yang terluka diobati, dan seterusnya. Sementara Yesus dalam Injil menggambarkan diri sebagai gembala yang mencari domba tersesat, lalu dengan sukacita membawanya kembali untuk disatukan dengan domba yang tidak tersesat. Itu sudah menjadi alasan bersukacita bagi diriNya dan saudara-saudaraNya. Dengan kata lain, demi domba yang tersesat, Yesus siap melakukan apapun. Sukacita yang diperoleh karena keberhasilan menyelamatkan jiwa manusia jauh lebih penting daripada keluhan atas penderitaan dalam perjuangan tersebut.

Hari Raya Hati Kudus Yesus hendaknya mengingatkan kita akan tugas kita sebagai sembilan puluh sembilan domba yang tidak tersesat. Keselamatan itu memang datang dari Yesus berkat wafat dan kebangkitanNya. Darah Kristus membuka jalan menuju keselamatan. Maka, ketika ada orang beriman yang tersesat dan menyimpang dari dosa, kita memang harus berusaha mencarinya. Kita bertindak atas nama Kristus agar membawa jiwa itu kembali ke jalan yang benar. Namun di saat yang sama, kita harus saling menggembalakan satu sama lain, sehingga kawanan domba yang tidak tersesat tetap menyatu, tidak tercerai berai, dan dengan penuh sukacita siap menyambut kepulangan saudaranya yang bertobat. Di sini sukacita Yesus menjadi sempurna, karena umat yang ditebusNya sungguh saling mengasihi satu sama lain. (ap)

Tuhan Yesus, semoga darah dan air yang memancar dari hatiMu, mendorong kami untuk mencintai sesama kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 23:1-6; R: 1)

Ref: Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

  1. Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegar- kan daku.
  2. Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
  3. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.
  4. Kerelaan dan kemurahanMu mengiriku aku seumur hidupku. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.
 

Allah melimpahkan kasihNya atas kita (Rm 5:5b-11)

Saudara-saudara terkasih, kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita yang durhaka, pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar, tetapi untuk orang yang baik mungkin ada orang yang berani mati. Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Apalagi sekarang, saat kita telah dibenarkan oleh darah-Nya; pasti kita akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, apalagi sekarang, di saat kita telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

 

Bergembiralah bersama dengan daku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan (Luk 15:3-7)

Sekali peristiwa, Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge