Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 12
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Kamis, 23 Juni 2016
   
 

SETIAP ORANG YANG MAU MENGIKUTI AKU HARUS MENYANGKAL DIRINYA DAN MEMIKUL SALIBNYA SETIAP HARI

 
 
 
2 Raj 24:8-17 | Mzm 79:1-5.8-9 | Mat 7:21-29

Raja Yoyakhin beserta semua para penguasa diangkut sebagai orang buangan ke Babel (2 Raj 24:8-17)

Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta, puteri Elnatan, dari Yerusalem. Yoyakhin melakukan yang jahat di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan ayahnya. Pada waktu itu majulah tentara Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem, dan kota itu terkepung. Nebukadnezar sendiri datang menyerang sementara orang-orangnya mengepung kota itu. Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel: ia sendiri, ibunya, perwira-perwiranya, para pembesar dan pegawai-pegawai istananya. Raja Babel menangkap Yoyakhin pada tahun yang kedelapan pemerintahannya. Seluruh isi rumah Tuhan dan isi istana raja dikeluarkannya. Dikeratnya pula emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di Bait Tuhan, seperti yang telah disabdakan Tuhan. Seluruh penduduk Yerusalem diangkutnya ke pembuangan; semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa: sepuluh ribu tawanan; juga semua tukang dan pandai besi. Tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. Nebukadnezar mengangkut Yoyakhim ke pembuangan di Babel; juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya, dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel. Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya; sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel. Kemudian raja Babel mengangkat paman Yoyakhinm yang bernama Matanya, menjadi raja menggantikan Yoyakhin, dan menukar namanya menjadi Zedekia.

 

SELAMA kurang lebih dua bulan ini, saya memberikan kursus pengantar Kitab Suci kepada banyak fasilitator (pendamping) KBG (Komunitas Basis Gerejawi) di Paroki St. Damian, Bengkong, Batam. Ketika membicarakan rencana penyelenggaraan tersebut bersama koordinator seksi Kitab Suci paroki itu, dasar keinginan yang mereka sampaikan ialah realitas, bahwa banyak dari antara fasilitator tidak memiliki wawasan yang memadai tentang Kitab Suci. Dengan kursus ini, mereka ingin dibantu untuk mem- bentuk pemahaman yang lebih baik, sehingga mereka bisa mendampingi umat dalam sharing Injil di KBG masing-masing. Langsung saya teringat akan perumpamaan tentang rumah di atas wadas yang tidak roboh oleh badai. Bagi saya, Kitab Suci adalah wadas tersebut.

Yesus menyebut mereka yang mendengar sabda-Nya itu laksana orang yang mendirikan rumah di atas wadas, sehingga rumah itu selamat dalam gempuran badai. Badai itu adalah berbagai godaan yang menyebabkan manusia lemah jatuh ke dalam dosa. Wadas adalah Firman Tuhan, yakni Yesus Kristus sendiri. Dengan mendengar firman-Nya, manusia memiliki pedoman hidup yang sesuai kehendak Tuhan, sehingga mereka mampu melawan godaan dan berpegang teguh pada kebaikan.

Hidup dan karya setiap orang beriman itu laksana membangun dan meme- lihara rumah. Penghuni rumah adalah dirinya dan orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya. Kita membangun komunitas (mis. keluarga) tempat kita menghayati Sabda Tuhan dalam praksis. Dengan menghayati Sabda Tuhan, kita menempatkan Kristus sebagai kepala atas komunitas ini, sehingga seluruh hidup dan karya kita harus selalu diselaraskan dengan kehendak Tuhan. Bagi orang yang mencintai Tuhan, tak pernah ada kata berpaling kepada hal lain selain Tuhan. Maka tak ada tempat untuk godaan dan dosa. Apa yang harus ditakuti orang yang setia ini? (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadilah wadas kokoh bagi komunitas umat beriman, agar kami mampu mengatasi godaan dan dosa. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 79:1-2.3-5.8.9; R: 9bc)

Ref: Demi kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan, bebaskanlah kami.

  1. Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, dan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing. Merkea memberikan mayat hamba-hamba-Mu kepada burung-burung di udara untuk dimakan; daging orang-orang yang Kaukasihi mereka berikan kepada binatang-binatang liar di bumi.
  2. Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan. Kami menjadi celaan tetangga, olok-olok dan cemoohan orang sekitar. Berapa lama lagi cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
  3. Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyosong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
  4. Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, ya Allah penyelamat! Lepaskanlah kami, dan ampunilah dosa kami, oleh karena nama-Mu!
 

Rumah yang didirikan di atas wadas dan rumah yang didirikan di atas pasir (Mat 7:21-29)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, ”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?’ Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah dari pada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!’ Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.” Setelah Yesus mengakhiri perkataan-Nya ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, bukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge