Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 11
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Selasa, 14 Juni 2016
   
 

ORANG YANG BANYAK DIAMPUNI BANYAK BERBUAT KASIH, ORANG YANG SEDIKIT DIAMPUNI SEDIKIT PULA BERBUAT KASIH

 
 
 
1 Raj 21:17-29 | Mzm 51:3-6a.11.16 | Mat 5:43-48

Engkau menyuruh orang Israel berbuat dosa (1 Raj 21: 21:17-29)

Sesudah Nabot dibunuh, Tuhan bersabda kepada Nabi Elia, orang Tisbi, “Bangunlah, pergilah menemui Ahab, Raja Israel di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. Katakanlah kepadanya demikian, ‘Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah membunuh dan merampas.’ Katakan pula kepadanya, ‘Beginilah sabda Tuhan: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ pula lah anjing akan menjilat darahmu.”
Kata Ahab kepada Elia, “Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?” Jawab Elia, “Memang sekarang aku akan mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan. Sungguh, aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu. Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari kelurga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yeroboam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia. Sebab engkau telah menyakiti hati-Ku dengan menyebabkan orang Israel berbuat dosa. Juga mengenai Izebel Tuhan telah bersabda, ‘Anjing akan mamakan Izebel di tembok luar Yizreel. Siapa saja dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing, dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara.’ Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak dirinya dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. Bahkan ia telah berlaku keji. Ia mengikuti berhala-berhala, seperti orang Amori yang telah di halau Tuhan dari depan orang Israel.”
Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya, dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung dan berjalan dengan langkah lamban. Maka bersabdalah Tuhan kepada Elia orang Tisbe itu, “Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendah- kan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-KU, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya. Barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya.”

 

KOTBAH DI BUKIT dilontarkan Yesus untuk mendorong umat beriman agar melihat dan memahami secara baru penghayatan iman mereka selama ini. "Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya”, demikian kata Yesus. Bagaimana menjadi sempurna seperti Bapa dalam hal mencintai sesama?

Tuhan memberi sendiri contoh mengasihi secara sempurna di dalam kasus Raja Ahab dari Samaria yang merampas kebun anggur Nabot secara tidak beradab. Elia yang menjadi utusan Tuhan datang menyampaikan teguran Tuhan. Keduanya tidak selalu berhubungan baik secara pribadi, namun Elia tetap memegang teguh tugasnya. Kecaman dan teguran yang keras itu membuahkan penyesalan di dalam hati Ahab. Apa jawaban Tuhan? "Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapanku, Aku tidak akan mendatang- kan malapetaka dalam zamannya", firman Tuhan. Apakah manusia biasa sanggup melakukan hal seperti ini? Sulit! Tetapi Yesus tetap mengingatkan orang beriman untuk melihat belas kasih Bapa ini sebagai ukuran, serta berupaya untuk mendekatinya dalam hidup sehari-hari, ketika ada sesama manusia yang bersalah dan menyakitkan.

Perintah untuk menjadi sempurna seperti Bapa tidak dimaksudkan bahwa kita harus sesempurna Bapa. Kita tak mungkin memiliki kasih dan peng- ampunan seperti Bapa. Namun, apa yang dilakukan Bapa itulah yang harus menjadi ukuran bagi kita, sehingga kita mempunyai target yang hendak dikejar. Upaya yang dilandasi pada niat tulus untuk membenahi diri inilah yang justru membuahkan kasih dan penerimaan Bapa, yang kita teruskan kepada sesama. Itulah lingkaran saling mengasihi yang realistis. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami senantiasa kesempurnaan kasih Bapa, agar kami belajar meneladaninya selalu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-4.5-6a.11.16; R: lh. 3a)

Ref: Ya Tuhan, kasihanilah kami, orang yang berdosa ini.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa.
  3. Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu!
 

Kasihilah musuh-musuhmu (Mat 5:43-48)

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian telah mendengar bahwa disabdakan, ‘Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu.’ Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian. Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge