Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 11
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Rabu, 15 Juni 2016
   
 

ORANG YANG BANYAK DIAMPUNI BANYAK BERBUAT KASIH, ORANG YANG SEDIKIT DIAMPUNI SEDIKIT PULA BERBUAT KASIH

 
 
 
2 Raj 2:1.6-14 | Mzm 31:20.21.24 | Mat 6:1-6.16-18

Tiba-tiba datanglah kereta berapi dan naiklah Elia ke Surga (2 Raj 2:1.6-14)

Pada waktu itu Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal, dan ketika mereka ada di kota Yerikho, berkatalah Elia kepada Elisa, “Baiklah engkau tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke Sungai Yordan.” Jawab Elisa, “Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan dikau.” Lalu berjalanlah keduanya. Lima puluh orang dari rombongan nabi di Yerikho ikut berjalan dengan mereka. Tetapi mereka memandang dari jauh, ketika Elia dan Elisa berdiri di tepi Sungai Yordan. Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya dan dipukulkannya ke atas air. Maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana. Lalu keduanya menyeberang dengan berjalan di tanah yang kering. Sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa, “Mintalah apa yang hendak kulakukan bagimu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa, “Semoga aku mewarisi dua bagian dari rohmu.” Berkatalah Elia, “Apa yang kau minta itu sukar! Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah bagimu seperti yang kauminta. Jika tidak, ya tidak akan terjadi.”
Sedang mereka berjalan terus sambil bercakap-cakap, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya. Lalu naiklah Elia ke surga dalam angin badai. Melihat itu berteriaklah Elisa, “Bapaku! Bapaku! Kereta Israel dan orang-orang yang berkuda!” Kemudian Elia tidak kelihatan lagi oleh Elisa. Maka Elisa merengut pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua. Sesudah itu ia memungut jubbah Elia yang telah terjatuh. Lalu Elisa berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi Sungai Yordan. Dipukulkannya jubah Elia yang terjatuh itu ke atas air sambil berseru, “Di manakah Tuhan, Allah Elia?” Maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana. Lalu Elisa menyeberang.

 

PENAMPILAN istimewa seorang pemusik di atas panggung, atau aktor di layar kaca, atau politisi di podium orasi, tidak terlepas dari peranan sekian banyak orang yang bekerja diam-diam di belakang layar. Adakah mereka ini mendapat pujian? Tidak! Yang mendapat kehormatan, nama besar, jabatan dan ketenaran lainnya ialah yang tampil tersebut. Namun si artis, penyanyi atau politisi yang tahu integritas dirinya akan menghargai semua orang yang telah mendukung dirinya, terutama mereka yang ada di balik layar ini. Mereka berhak untuk memperoleh apresiasi yang layak.

Tujuan seseorang beribadah sebagai bentuk penghayatan iman ialah untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwanya serta jiwa sesamanya. Karena itu, ibadah sejati itu bergandengan dengan karya nyata yang menyentuh hidup orang lain. Sesungguhnya Tuhan tidak memerlukan puji-pujian dari manusia, namun lebih menghargai karya manusia demi kesejahateraan diri dan orang lain. Maka ibadah itu bukan untuk dipamerkan melainkan untuk menimba inspirasi, sehingga pelayanan kepada sesama menjadi lebih kuat dan menyentuh lebih banyak orang.

Ketika Tuhan menuntun perjalanan kita agar selalu sesuai dengan Sabda- Nya, ia memberikan kita inspirasi dan petunjuk praktis untuk bertindak. Tetapi keputusan terakhir selalu di tangan kita sendiri. Kehendak bebas kita dapat membuat kita memutuskan yang berlawanan dengan kehendak Tuhan. Namun kehendak bebas juga dapat mendorong kita memutuskan yang selaras dengan kehendak Tuhan. Pedoman kita ialah apa tujuan iman itu, yang kita temukan di dalam nurani yang terasah. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk tidak berlaku munafik dalam kata dan perbuatan, agar kami semakin murni di hadapanMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:20.21.24; R: 25)

Ref: Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai kalian semua yang berharap kepada Tuhan.

  1. Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kaulakukan di hadapan manusia bagi orang yang berlindung pada-Mu!
  2. Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.
  3. Kasihilah Tuhan, hai semua orang yang dikasihi-Nya! Tuhan menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang yang congkak diganjarnya dengan tidak tanggung-tanggung.
 

Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau (Mat 6:1-6.16-18)

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda, “Hati-hatilah, jangan sampai kalian melakukan agamamu di depan orang supaya dilihat. Sebab jika demikian, kalian takkan memperoleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang-orang munafik di rumah-rumah ibadat dan lorong-lorong, supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu, mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kalian berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan di tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jikalau engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kalian berpuasa, janganlah muram mukamu, seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge