Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 12
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Sabtu, 25 Juni 2016
   
 

SETIAP ORANG YANG MAU MENGIKUTI AKU HARUS MENYANGKAL DIRINYA DAN MEMIKUL SALIBNYA SETIAP HARI

 
 
 
Rat 2:2-14.18-19 | Mzm 74:1-7.20-21 | Mat 8:5-17

Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai puteri Sion! (Rat 2:2-10.10-14.18-19)

Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Dalam amarah-Nya Ia menghancurkan benteng-benteng Puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi, dan mencemarkan kerajaan serta pemimpin-pemimpinnya. Maka duduklah para tua-tua puteri Sion tertegun di tanah. Mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah. Mataku kusam dengan air mata, hatiku remuk redam. Hancur luluh hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab kanak-kanak dan bayi jatuh pingsan di lapangan-lapangan kita. Mereka bertanya kepada ibunya, “Mana roti dan anggur?” Di lapangan-lapangan kota mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya. Apa yang dapat kunyatakan kepadamu? Dengan apa yang aku dapat menyamakan dikau, ya Puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara Sion? Karena luas bagaikan lautlah reruntuhanmu. Siapa yang akan memulihkan dikau? Nabi-nabimu melihat penglihatan yang dusta dan hampa bagimu. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu guna memulihkan dikau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan. Berteriaklah dengan nyaring kepada Tuhan, hai puteri Sion! Cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam. Janganlah kau beri dirimu istirahat. Janganlah matamu tenang. Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam. Curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan. Angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan di ujung-ujung jalan karena lapar!

 

BANYAK penduduk asli di banyak daerah tergusur peranannya oleh para pendatang yang lebih ulet. Mengingat rentannya hidup di daerah orang, para pendatang biasanya bekerja sungguh-sungguh, membangun jejaring bisnis, mengikuti pendidikan dan ketrampilan yang dapat diandalkan. Sementara banyak penduduk lokal terbuai oleh ceritera masa lalu dan kemapanan budaya yang membuat mereka tak peka terhadap peluang-peluang sosial ekonomi. Idi Amin, diktator Uganda misalnya, ketika tidak sanggup melihat keberhasilan orang-orang Asia, memutuskan untuk mengusir kaum migran, kebanyakan keturunan India, yang menyebabkan runtuhnya ekonomi di negara tersebut. Hak khusus orang Uganda sepertinya ditegakkan, tetapi mereka sama sekali belum siap menegakkan haknya itu.

Banyak orang Israel masih terbuai oleh kenangan akan penyertaan Tuhan dalam peziarahan bangsa itu. Agaknya mereka lupa akan pengalaman pahit keruntuhan Kerajaan Israel yang tak pernah bisa dibangun lagi; dan pem- buangan Kerajaan Yehuda ke Babilonia, yang kemudian dengan susah payah membangun kembali Yerusalem pasca pembebasan. Menurut iman mereka, pengalaman pahit itu adalah ganjaran atas ketidaksetiaan mereka pada perjanjian dengan Tuhan. Maka seharusnya mereka membangun pola hidup baru yang sungguh selaras dengan kehendak Tuhan. Yesus tidak melihat hal itu, maka Ia mengingatkan para murid agar tidak terjebak dalam kemapanan rohaniah lalu lupa membaharui diri.

Meratapi kemalangan diri tidak mengubah apapun, karena kita dapat terus tenggelam dalam rasa kasihan diri. Yang paling utama ialah rela menerima kenyataan pahit dan belajar bangkit dari kejatuhan. Iman yang dibaharui akan menghantar kita pada kesadaran baru, bahwa jika kita tidak sungguh- sungguh memperbaiki diri, kita akan tertinggal dalam jalan keselamatan. Marilah kita menepati janji kita pada Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami selalu agar terus memperkuat kerohanian kami dalam menghadapi tantangan jaman. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21; R: 19b)

Ref: Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan terus-menerus umat-Mu yang tertindas.

  1. Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu? Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kau tebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.
  2. Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus; segala-galanya telah dimusnakan musuh di tempat kudus. Lawan-lawan-Mu mengaum di tempat pertemuan-Mu dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda. Mereka kelihatan seperti orang mengayunkan kepalan tinggi-tinggi.
  3. Mereka siap menebas kayu-kayuan yang lebat; dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya di palu mereka dengan kapak dan beliung; mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah.
  4. Pandanglah kepada perjanjian, sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh kekerasan. Janganlah biarkan orang yang terinjak-terinjak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.
 

Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub (Mat 8:5-17)

Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, ‘Pergi!’, maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’, maka ia datang. Ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.”
Mendengar hal itu, Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub, di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Lalu Yesus berkata kepada perwira itu, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan wanita itu, lalu lenyaplah demamnya. Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan, dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu, dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah sabda yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge