Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 12
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Selasa, 21 Juni 2016
  St. Aloysius Gonzaga, biarawan
 

SETIAP ORANG YANG MAU MENGIKUTI AKU HARUS MENYANGKAL DIRINYA DAN MEMIKUL SALIBNYA SETIAP HARI

 
 
 
2 Raj 19:9b-11.14-21.31-35a | Mzm 48:2-4.10-11 | Mat 7:6.12-14

Aku akan membela dan menyelamatkan kota ini demi Aku dan demi Daud (2 Raj 19:9b-11. 14-21.31-35a.36)

Pada waktu kota Yerusalem dikepung, Sanherib, raja Asyur, mengirim utusan kepada Hizkia, raja Yehuda. Ia berpesan, “Beginilah harus mau kamu katakana kepada Hizkia, raja Yehuda: Janganlah Allahmu yang kau percaya itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan bahwa Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur. Sesungguhnya engkau telah mendengar apa yang dilakukan raja-raja Asyur terhadap segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya. Masakan engkau ini akan dilepaskan?”
Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya. Kemudian pergilah ia ke rumah Tuhan dan membentangkan surat itu di hadapan Tuhan. Hizkia berdoa di hadapan Tuhan demikian, “Ya Tuhan, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi. Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Condongkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan dengarkanlah; bukalah mata-Mu dan lihatlah, ya Tuhan; dengarkanlah perkataan Sanherib yang telah dikirimkannya untuk mengaibkan Allah yang hidup. Ya Tuhan, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa! Mereka pun telah menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. Maka sekarang, ya Tuhan, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui,bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya Tuhan.”
Lalu Nabi Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur, telah Ku-dengar.’ Inilah sabda yang telah diucapkan Tuhan mengenai dia, ‘Anak dara, yaitu Puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olok engkau; dan Puteri Yerusalem telah menggeleng-geleng kepala di belakangmu. Dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal, dan dari Gunung Sion akan tampil orang-orang yang terluput. Cemburu Tuhan semesta alamlah yang akan melakukan hal itu.’ Maka beginilah sabda Tuhan mengenai raja Asyur, ‘Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana. Ia juga tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya. Melalui jalan dari mana ia datang, ia pun akan pulang, tetapi ke kota ini, ia tidak akan masuk,’ demikianlah sabda Tuhan, ‘Aku akan membela kota ini untuk menyelamatkannya demi Aku dan demi Daud, hamba-Ku.” Maka pada malam itu keluarlah malaikat Tuhan, membunuh seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur itu, pulang lalu tinggal di kota Niniwe.

 

ORANGTUAKU selalu menekankan pentingnya melayani orang-orang tanpa pamrih. Saya tidak selalu berhasil mengikuti nasihat mereka, tetapi saya bisa menyaksikan konsistensi mereka di dalam menerapkan yang mereka ajarkan kepada anak-anaknya. Walaupun penekanannya ada pada "tanpa pamrih", sekarang saya melihatnya sebagai sebuah investasi bagi masa depan. "Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan", kata ayah suatu ketika, "jika kita tidak pernah menolong orang sekarang ini, jangan pikir orang akan menolong kita, di saat kita mengalami kesulitan nanti." Dengan demikian, perbuatan-perbuatan baik merupakan tabungan hari depan, yang diterima kembali melalui orang-orang yang berkehendak baik.

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, per- buatlah demikian juga kepada mereka", demikian kata Yesus dalam Kotbah di Bukit. Perbuatan baik seseorang merupakan berkat Tuhan kepada orang yang mengalami kebaikan tersebut. Berkat Tuhan itu tidak pernah sia-sia, karena ketika orang menyadari karunia tersebut, rasa syukur menguasai hati nuraninya, dan ia akan berpikir bagaimana bisa menjadi berkat Tuhan bagi orang lain. Dengan pengajaran-Nya tersebut, Yesus sesungguhnya sedang mendorong para murid untuk membentuk sebuah rantai perbuatan baik, pertama-tama di lingkungan orang beriman sendiri, kemudian melebar dan menyentuh hidup banyak orang. Ketika rantai perbuatan baik itu men- jadi jiwa kebidupan banyak orang, Tuhan sungguh-sungguh berkarya, dan dunia menjadi lebih ramah terhadap semua orang, karena berkat itu nyata dan mempengaruhi hidup banyak orang.

Ketika Yerusalem dikepung oleh Sanherib, raja Asyur, Hizkia, raja Yehuda berpaling kepada Tuhan. Tuhan berkenan pada penyerahan diri Hizkia dan mengutus Yesaya bin Amos untuk meneguhkan raja Hizkia. Berkat campur tangan Tuhan, Yerusalem diselamatkan dan kerajaan Yehuda tetap tegak. Kunci keselamatan itu ada pada perbuatan baik, yakni kerendahan hati dan penyerahan diri Hizkia kepada Tuhan. Penyerahan diri hanya bisa dilakukan oleh orang yang percaya penuh pada penyelenggaraan Tuhan. Kepercayaan jenis ini datang melalui jatuh bangun menilai pengalaman hidup, kerelaan untuk membaharui diri, dan berusaha memahami apa kehendak Tuhan. Itu lah tugas kita saat ini. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami rela melakukan yang baik bagi sesama, karena di dalam mereka kami melayani Engkau. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 48:2-3a.3b-4.10-11; R: lh. 9d)

Ref: Allah menegakkan kotanya untuk selama-lamanya.

  1. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.
  2. Gunung Sion, pusat kawasan utara, itulah kota Raja Agung. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri sebagai benteng.
  3. Dalam bait-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pulalah kemasyhuran-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.
 

Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka (Mat 7:6.12-14)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge