Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Jumat, 26 Februari 2016
   
 

BIARLAH KAMI MENDIRIKAN TIGA KEMAH,
SATU UNTUK ENGKAU, SATU UNTUK MUSA
DAN SATU UNTUK ELIA

 
 
 
 
Kej 37:3-4.12.13a.17b-28 | Mzm 105:16-21 | Mat 21:33-43.45-46

Lihat, tukang mimpi datang, marilah kita bunuh dia (Kej 37:3-4.12.13a.17b-28)

Israel lebih mengasihi Yusuf daripada semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itu anak yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayah mereka lebih mengasihi Yusuf daripada semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepada Yusuf, dan tidak mau menyapanya dengan ramah. Pada suatu hari pergilah saudara-saudara menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem. Lalu Israel berkata kepada Yusuf, “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka.” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu, dan didapatinyalah mereka di Dotan.
Dari jauh Yusuf telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Lihat, tukang mimpi kita itu datang! Sekarang, marilah kita bunuh dia, dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakana, seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya dengan mimpinya itu!” Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, Sebab itu kata Ruben, “Janganlah kita bunuh dia!” Lagi kata Ruben kepada mereka, “ Janganlah tumpahkan darah! Lemparkan saja dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia.” Maksud Ruben, ia hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
Baru saja Yusuf sampai pada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Lalu mereka membawa dia dan melemparkannya ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael yang datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladam. Mereka sedang dalam perjalanan mengangkut barang-barang itu ke Mesir. Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu, “Apakah untungnya kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya pun mendengarkan perkataan itu. Ketika saudagar-saudagar Midian itu lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

SANTO PAULUS memberi nasehat praktis kepada jemaatnya di Efesus. "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri ke- sempatan kepada Iblis" (Ef 4:26-27). Amarah itu mungkin bersumber dari hal yang kecil, salah paham, masalah sepele rumah tangga, relasi bisnis sehari-hari, dan sebagainya. Ketika amarah itu dipelihara, iblis dengan mudah memanipulasinya sehingga merambah aneka bidang lain, yang mungkin pada prinsipnya tidak ada kaitan langsung dengan akar masalah. Ketika amarah menjadi kebencian, orang bisa berubah menjadi monster yang siap menghancurkan sesamanya.

Kisah saudara-saudara Yusuf atau perumpamaan tentang para penggarap kebun anggur menggambarkan betapa berbahayanya memelihara sikap ini. Mulai dari cemburu, berkembang menjadi iri hati, lalu kebencian, amarah dan akhirnya kejahatan menjual saudara sendiri dalam kasus anak-anak Yakub, atau membunuh ahli waris dalam konteks perumpamaan Yesus. Kedua kejahatan ini sama-sama menunjukkan rendahnya penghargaan terhadap martabat manusia, karena akal sehat dan keseimbangan psiko- logis sang pelaku sudah sepenuhnya dikuasai oleh amarah dan kebencian. Martabat manusia yang luhur dan merupakan wujud dari gambaran Allah, diperlakukan sekehendak hati oleh pribadi lain, yang juga merupakan wujud dari gambaran Allah yang sama. Terjadilah lingkaran kekerasan yang tak akan terputus kalau orang tidak sungguh-sungguh bertobat.

Pesan mendasar yang perlu kita perhatikan di sini ialah, bahwa setiap orang beriman harus secepat mungkin membunuh potensi dosa di saat masih kecil. Irihati pada kekayaan orang bisa membuat orang mencuri atau merampok. Mau hidup mudah dan mewah bisa membuat orang korupsi, berjualan narkoba, melacurkan diri, dan sebagainya. Tidak ada orang yang tertakdir menjadi pendosa yang dikutuk dunia dan surga. Semua orang diutus Tuhan menjadi berkat bagi dunia. Namun ketika kita salah memaknai hidup dan nilai-nilainya, kita dengan mudah dijerat oleh kegelapan. Kita lalu berubah menjadi serigala yang memangsa sesama. Di masa Prapaskah ini, mari kita bertobat dari dosa-dosa tersebut. (ap)

Tegurlah kami , ya Tuhan, agar kami sesegera mungkin membunuh pintu dosa dan tidak membiarkan kegelapan menguasainya. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 105:16-17.18-19.20-21; R: 5a)

Ref: Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan.

  1. Ketika Tuhan mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka, yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.
  2. Kakinya diborgol dengan belenggu, lehernya dirantai dengan besi, sampai terpenuhilah nubuatnya, dan firman Tuhan membenarkan dia.
  3. Raja menyuruh melepaskan dia, penguasa para bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan pengelola segala harta kepunyaannya.
 

Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia (Mat 21:33-34.45-46)

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada Imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi. “Dengarkanlah perumpamaan ini. Seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara juga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap, lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi para penggarap menangkap hamba-hamba itu, yang seorang mereka pukul, yang lain mereka bunuh, dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak daripada yang semula. Tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka, pikirnya ‘Anakku pasti mereka segani.’ Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu, mereka berkata seorang kepada yang lain, ‘Ia adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.’ Maka mereka menangkap dia, dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Kata imam-imam kepala dan tua-tua itu kepada Yesus, “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu, dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya.”
Kata Yesus kepada mereka, “ Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci, ‘Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?’ Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu Aku berkata kepadamu, Kerajaan Alllah akan diambil dari padamu, dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” Mendengar perumpamaan Yeus itu, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mengerti bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Maka mereka berusaha menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Yesus nabi.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge