Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA BIASA PEKAN 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Senin, 8 Februari 2016
   
 

SESUDAH MENYAKSIKAN SEMUA ITU, MEREKA PUN MENINGGALKAN SEGALA SESUATU LALU SEGERA MENGIKUTI YESUS

 
 
 
 
1 Raj 8:1-7.9-13 | Mzm 132:6-8.10 | Mrk 6:53-56

Imam-imam membawa Tabut Perjanjian ke tempat Mahakudus, dan datanglah awan memenuhi rumah Tuhan (1 Raj 8:1-7.9-13)

Setelah Rumah Allah selesai dibangun, Raja Salomo memerintahkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin keluarga Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan Raja Salomo semua orang Israel. Setelah semua tua-tua Israel datang, imam-imam mengangkat tabut itu. Mereka mengangkut tabut Tuhan dan Kemah Pertemuan serta segala barang kudus yang ada dalam kemah itu. Semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. Sedang Raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian Tuhan itu ke tempatnya, yakni di ruang belakang rumah itu, di tempat Mahakudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub. Sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungan dari atas. Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan Tuhan dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, turunlah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga oleh karena awan itu, imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Pada waktu itu berkatalah Salomo, “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”

BEBERAPA teman sepermainanku berbakat menjadi pelawak. Mereka bisa melucu kapan dan di manapun, bahkan pada saat-saat yang begitu serius pun mereka masih bisa membuat orang tertawa. Kadang-kadang saya merasa kasihan juga dengan mereka, karena di saat mereka ingin serius dan butuh di dengar, semua orang tidak serius menanggapinya. Tapi satu hal yang pasti, ada bersama mereka itu selalu menyenangkan, karena suasananya begitu jenaka. Humor-humor yang diciptakan itu ringan, sopan dan tidak berbau porno. Kadang-kadang begitu tajam menusuk tetapi tak pernah ditujukan kepada orang tertentu. Saya selalu menganggap mereka sebagai bunga-bunga kebersamaan. Tanpa mereka hidup rasanya sangat membosankan. Yang menarik, mereka tak pernah memanfaatkan bakatnya itu untuk keuntungan pribadi, tetapi sekedar menghidupkan suasana dan menghibur hati banyak orang.

Ketika Tabut Tuhan dipindahkan ke Bait Suci Yerusalem, Salomo meng- ucapkan doa ini, "Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya." Tuhan kini menjadi pusat hidup orang Israel, berkatnya dicurahkan demi kesejahteraan seluruh bangsa. Ketika Tuhan ada di tengah umatNya, tak ada lagi yang lebih penting, selain daripada melakukan yang baik dan yang berkenan di mataNya, karena itulah sumber rahmat. Penyertaan Tuhan itulah yang diwujudkan Yesus, karena ketika Ia ada di tengah umat, semua mengalami berkatNya dan menimba rahmat sukacita yang mengalir dari kebaikanNya.

Bagaimana Tuhan berkarya tidak ada seorang pun tahu. Siapa yang dipilih Tuhan untuk menjadi pengantara berkatNya, tak ada seorangpun yang mengetahuinya. Semua ada di dalam rencana dan perhitunganNya. Namun sebagai umatNya, kita perlu melakukan satu hal, yakni selalu menyiapkan diri agar layak dipergunakan Tuhan untuk membagi rahmatNya. Kita perlu hidup dan dijiwai oleh nilai-nilai iman yang benar, berlaku jujur dan murni di hadapanNya, sehingga di saat Ia memerlukan, kita siap untuk menjalankan semua kewajiban menurut rencanaNya. (ap)

Tuhan, berdiamlah selalu di tengah kami, teguhkanlah kami dengan rahmatMu, gembirakanlah hati kami dengan kasihMu, dan buatlah kami layak untuk menjadi pengantara berkatMu bagi sesama.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 132:6-7.8-10; R: 8a)

Ref: Di hadapan para dewata aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.

  1. Dengarlah! Kami dengar tabut itu ada di Efrata, kami telah mendapatinya di padang Yaar. “Mari kita pergi ke tempat kediaman-Nya, dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.”
  2. Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu, Engkau serta tabut kekuasaan-Mu! Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan biarlah bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi! Demi Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!
 

Semua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh (Mrk 6:53-56)

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Yesus pergi, ke desa-desa, ke kota-kota atau kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge