Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Selasa, 23 Februari 2016
  St. Polikarpus, uskup dan martir
 

BIARLAH KAMI MENDIRIKAN TIGA KEMAH,
SATU UNTUK ENGKAU, SATU UNTUK MUSA
DAN SATU UNTUK ELIA

 
 
 
 
Yes 1:10.16-20 | Mzm 50:8-9.16bc.17.21.23 | Mat 23:1-12

Belajarlah berbuat baik, usahakanlah keadilan (Yes 1:10.16-20)

Dengarlah firman Tuhan, hai para pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! “Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik. Usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! Lalu kemarilah, dan baiklah kita berperkara!” Firman Tuhan. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil yang baik dari negeri ini. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.” Sungguh, Tuhan sendirilah yang mengucapkan ini.

MENURUT tradisi, St. Polikarpus adalah murid dari St. Yohanes Rasul, rasul yang dikasihi Yesus. Ia menjadi uskup di Smyrna (Turki). Karena setia pada imannya, ia pun dibunuh pada tahun 155. Ketika diadili oleh prokonsul dan dipaksa mengingkari Kristus, ia berkata, "Sudah delapan puluh enam tahun saya mengabdi Kristus, dan tidak pernah saya meng- alami bahwa Kristus berbuat salah kepadaku. Bagaimana mungkin saya menghojat Raja dan Penyelamatku?" (Schneiders, N.M. Orang Kudus Se- panjang Tahun. Jakarta: Obor, 2010. hal. 101-102).

Kesaksian iman St. Polikarpus bertentangan langsung dengan sikap hidup kaum Farisi dan ahli Taurat yang menduduki kursi Musa, yang mengajarkan iman dan moral kepada umat tetapi diri sendiri tidak melakukannya. Yesus mengingatkan para murid untuk taat pada pengajaran itu, karena tugas mereka sebagai pengajar umat merupakan karunia dari Tuhan sendiri. Isi pengajarannya pun berasal dari pewahyuan diri Tuhan yang tertulis jelas di dalam Kitab Taurat. Sebagai orang beriman, mereka wajib mendengar pengajaran itu tetapi tidak wajib mengikuti teladan hidup mereka, karena mereka sendiri tersesat di dalam pola hidup pribadinya. Andaikata sedikit saja mereka bertobat dari dosa, mereka menjadi teladan sempurna bagi seluruh bangsa, karena dosa mereka diampuni oleh Tuhan yang berbelas kasih kepada orang yang bertobat, sebagaimana yang digarisbawahi oleh Nabi Yesaya.

Seorang teman pernah bertanya kepadaku, apakah saya sudah menjalan- kan segala sesuatu yang saya kotbahkan. Dengan jujur saya katakan tidak semua bisa saya jalankan. "Jika kamu tidak menjalankan, bagaimana bisa kamu berani mengajar orang untuk menjalankannya?" katanya sinis. "Benar, karena saya juga berjuang seperti mereka", kataku, "tetapi satu hal yang pasti, apa yang saya sampaikan tak lebih dari Firman Tuhan sendiri dan pengajaran moral yang datang dari Gereja. Sebagai warga Gereja, saya juga masih terus berziarah mencari pemenuhan diri." Akan lebih indah kalau kotbahku berasal dari perbuatanku, tapi setidak-tidaknya orang-orang diingatkan akan kewajibannya hidup sesuai Firman Tuhan. (ap)

Buatlah kami selalu rendah hati, ya Yesus, agar kami terus berusaha mewujudkan kasihMu bersama sesama kami dalam ziarah ini. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 50:8-9.16bc.17.21.23 R: 23b)

Ref: Siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

  1. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu, atau kambing jantan dari kandangmu.
  2. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
  3. Itulah yang engkau lakukan, apakah Aku akan diam saja? Apakah kau kira Aku ini sederajat dengan engkau? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu.
  4. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan dari Allah.
 

Mereka mengajarkan tetapi tidak melakukan (Mat 23:1-12)

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-rang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya. Mereka mengingat-ingat beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat. Mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah suka disebut Rabi; karena hanya satulah Rabimu, dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satulah Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge