Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA BIASA PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Sabtu, 6 Februari 2016
  St. Paulus Miki, dkk, martir dari Jepang
 

PADA HARI INI GENAPLAH NAS KITAB SUCI, NAMUN AKU BERKATA KEPADAMU, TAK ADA NABI YANG DIHARGAI DI TEMPAT ASALNYA

 
 
 
 
1 Raj 3:4-13 | Mzm 119:9-14 | Mrk 6:30-34

Salomo memohon hati yang bijaksana, agar sanggup memerintah umat Allah (1 Raj 3:4-13)

Pada suatu hari Raja Salomo pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan kurban sebab di situlah bukit pengurbanan yang paling besar. Seribu kurban bakaran ia persembahkan di atas mezbah itu. Di Gibeon itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Bersabdalah Allah, “Mintalah apa yang kau harapkan dari pada-Ku!” Lalu Salomo berkata, “Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau! Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Sekarang, ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kau pilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dan membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”
Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka bersabdalah Tuhan kepada Salomo, “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh, Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seseorang seperti engkau. Namun yang tidak kau minta pun akan Kuberikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di kalangan raja-raja.”

NILAI UTAMA dalam hidup merupakan sebuah pilihan yang menentukan bagaimana seseorang akan hidup dan berkarya. Jika nilai itu adalah uang, maka ia akan mempertaruhkan segalanya untuk mencari kekayaan. Jika nilai itu adalah kekuasaan, ia terjun ke dalam politik. Jika nilai itu adalah intelektualitas, maka ia akan tekun belajar di bidang akademik. Jika nilai itu adalah keselamatan, ia akan menggunakan semua perolehannya untuk menjalankan tugas misioner.

Raja Salomo tidak meminta kekayaan atau kekuasaan politik, melainkan kebijaksanaan di dalam menganalisa dan memutuskan sebuah perkara. Tuhan sangat berkenan kepada permohonan ini, sehingga karunia itu diberi dan Salomo pun dikenal sebagai raja yang bijaksana. Di mata Yesus, nilai utama itu adalah keselamatan umat manusia, maka Ia mengesampingkan semua rasa lelah dan langsung melayani mereka yang sudah menantikan diriNya, laksana domba tanpa gembala. Bagi Yesus, kehausan rohaniah mereka lebih penting untuk diperhatikan, daripada kelelahan dirinya dan para muridNya. Nilai keselamatan itu membuat Yesus dan para murid mengabaikan kebutuhan diri dan memperhatikan kebutuhan umat Allah yang mencari jalan kebenaran.

Apa nilai utama dalam hidup? Jika pertanyaan itu diajukan, orang bisa saja tak mampu menjawab karena bingung. Mungkin karena memang tak ada nilai tertentu, mungkin karena ia tak pernah memikirkannya. Sebagai orang Kristiani, kita perlu merenungkan pertanyaan ini, sehingga kita mampu memberi jawaban yang tepat, bukan untuk memuaskan penanya, tetapi untuk memberi batasan bagi diri, model pelayanan apa yang kita pilih untuk mengisi hidup dan dengan cara apa kita mewujudkannya. Nilai itu tak lain daripada diri Kristus. Sang Penyelamat. (ap)

Tuhan, perkuatlah sendi-sendi iman kami, baik pribadi maupun keluarga, kami agar selalu berpegang teguh pada jalan-jalanMu.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:9.10.11.12.13.14; R: 12b)

Ref: Ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

  1. Bagaimana kaum muda mempertahankan hidupnya tanpa cela? Dengan mengamalkan firman-Mu.
  2. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.
  3. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
  4. Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadakku.
  5. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kau ucapkan.
  6. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.
 

Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala (Mrk 6:30-34)

Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus. Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge