Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Kamis, 18 Februari 2016
   
 

JIKA ENGKAU BERPUASA, LAKUKANLAH ITU SECARA TERSEMBUNYI, MAKA BAPAMU YANG MELIHATNYA AKAN MEMBALASNYA

 
 
 
 
Est 4:10a.c-12.17-19 | Mzm 138:1-3.7c-8 | Mat 7:7-12

Padaku tida ada seorang penolong selain Engkau, ya Tuhan (Est 4:10a.10c-12.17-19)

Di kala bahaya maut menyerang, Ratu Ester pun berlindung pada Tuhan. Ia mohon kepada Tuhan, Allah Israel, katanya, “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini. Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku. Sejak masa kecilkku telah kudengar dalam keluarga bapaku, bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kau pilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagi-Mu; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah Kau janjikan. Ingatlah, ya Tuhan, dan sudilah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa! Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu, dan ubahlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang-orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya. Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorang pun selain Engkau, ya Tuhan.”

PERIODE Prapaskah diwarnai oleh semangat tobat dan pembaharuan diri, yang diungkapkan dengan aneka cara. Kita sering merenungkan puasa dan pantang sebagai wujud matiraga untuk lebih mampu mengendalikan hawa nafsu manusiawi kita. Kita berbicara tentang karya-karya amal sebagai wujud cinta kepada Tuhan dan sesama. Satu aspek lain yang tidak kalah penting ialah peningkatan kualitas komunikasi dengan Tuhan dalam bentuk doa. Ada banyak doa kita lakukan, dari yang hening sampai yang meriah, dengan atau tanpa kata-kata. Apa sebetulnya nilai doa?

Pertama, doa berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada perlindungan Tuhan, sebagaimana yang dilakukan oleh Ester di dalam kesesakannya. Ia tidak berpaling kepada allah lain, tetapi sepenuhnya kepada Tuhan yang telah membebaskan orang Israel dari perbudakan Mesir, namun kini juga menghukum mereka dalam pembuangan. Oleh dosa, kasih Tuhan berganti hukuman. Oleh iman, hukuman berganti belas kasih dan keselamatan. Sejalan dengan itu, Yesus menekankan doa sebagai wujud iman, bahwa hanya pada Tuhan kita meraih kepenuhan hidup, karena Ia berkenan memberikan yang terbaik kepada umatNya, sesuai dengan rencanaNya. Kita hanya perlu datang kepadaNya.

Ketika kita ingin meningkatkan kualitas relasi dan komunikasi dengan Tuhan, kuantitas dan kualitas doa perlu diperbaiki. Pertama, doa harus menjadi bagian dari acara hidup sehari-hari, bukan datang sendiri, bukan hanya di saat ada kebutuhan, tetapi diciptakan dan menjadi santapan iman sehari-hari. Kedua, kualitasnya diperdalam, di mana doa mencakupi semua dimensi rohaniah, yakni ucapan syukur, permohonan, keluh kesah, suka- cita, dan perwujudan cinta kepada sesama. Doa menjadi sumbangan kita, bukan hanya bagi kebutuhan kita, tetapi juga bagi sesama, terutama ketika secara fisik kita tak dapat berbuat apa-apa untuk menolong mereka. Kita persembahkan mereka ke dalam tangan Tuhan. (ap)

Beri kami peneguhan, o Tuhan, agar di saat kami menghadapi tantangan hidup, hanya padaMu kami berpaling dan mengadu.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 138:1-2a.2bc-3.7c-8; R: 3a)

Ref: Pada hari aku berseru, Engkau menjawab aku, ya Tuhan.

  1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus.
  2. Aku memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kau buat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
  3. Tuhan, tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku!Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!
 

Setiap orang yang meminta akan menerima (Mat 7:7-12)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge