Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA BIASA PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Rabu, 3 Februari 2016
  St. Blasius, martir
 

PADA HARI INI GENAPLAH NAS KITAB SUCI, NAMUN AKU BERKATA KEPADAMU, TAK ADA NABI YANG DIHARGAI DI TEMPAT ASALNYA

 
 
 
 
2 Sam 24:2.9-17 | Mzm 32:1-2.5-7 | Mrk 6:1-6

Akulah yang berdosa karena menghitung rakyat. Tetapi domba-domba ini, apakah yang mereka lakukan? (2 Sam 24:2.9-17)

Sekali peristiwa, Raja Daud berkata kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia, katanya, “Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.” Lalu Yoab memberitakan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu pria yang dapat memegang pedang, dan orang Yehuda ada lima ratus ribu. Tetapi berdebar-debar hati Daud, setelah ia menghitung rakyat. Maka berkatalah Daud kepada Tuhan, “Aku telah sangat berdosa karena melakukan ini! Maka sekarang, Tuhan, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”
Setelah Daud bangun pada waktu pagi, datanglah sabda Tuhan kepada Nabi Gad, pelihat Daud, demikian, “Pergilah, katakanlah kepada Daud, ‘Beginilah sabda Tuhan. Tiga perkara Kuhadapkan kepadamu, pilihlah satu daripadanya, maka Aku akan menimpakan kepadamu.” Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata, “Pilihlah dari ketiga bencana ini. Akan terjadi tiga tahun kelaparan di negerimu; atau engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari lawanmu sementara mereka itu mengejar engkau, atau akan terjadi tiga hari penyakit sampar di negerimu. Sekarang, pikirkanlah dan pertimbangkanlah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang Mengutus aku.” Lalu berkatalah Daud kepada Gad, “Sangat susah hatiku! Biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan Tuhan, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.” Jadi Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan. Maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang.
Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, menyesallah Tuhan karena malapetaka itu, lalu Ia bersabda kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu, “Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu.” Waktu itu malaikat Tuhan itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus. Ketika melihat malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, berkatalah Daud kepada Tuhan, “Sungguh, aku telah berdosa, dan telah membuat kesalahan! Tetapi domba-domba ini, apakah yang mereka lakukan? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku.”

TEMANKU Paul itu anak yang nakal. Ketika masih kecil hingga remaja, ia termasuk seorang yang suka membuat keonaran, baik di sekolah maupun di lingkungan bermain. Seringkali di hari Minggu, ia mengajak teman-teman pergi ke bukit-bukit, masuk ke hutan, dan sebagainya, sehingga tidak menghadiri ibadat di Gereja. Kebiasaannya itu membuatnya sering disebut "kafir" oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Sesudah selesai kuliah dan pindah ke Jakarta, Paul melihat, bahwa sisi rohaniahnya sangat lemah. Ia lalu memperbaikinya, terlibat aktip di lingkungan Gereja dan menjadi aktivis kaum muda paroki. Ketika ceritera itu sampai di kampung, semua orang tertawa, bagaimana mungkin hal itu terjadi. Beberapa dari kami malahan meragukan perubahannya. Terlalu indah bagi seorang Paul, tapi ternyata itu benar dan sungguh dihayatinya.

Ketika Yesus kembali ke Nazaret, orang-orang menyambutnya dengan penuh semangat. Mereka sudah mendengar aneka ceritera tentang kata dan perbuatanNya. Namun ketika Ia mulai mengajarkan hal yang sama kepada mereka, yang diperolehnya ialah penolakan. Orang Nazaret tidak melihat inti pengajaran dan hakekat mujizat yang dilakukanNya, tetapi mempersoalkan dari mana kuasa itu datang dan bagaimana mungkin ia bisa memperolehnya. Mereka tak bisa menerima, bahwa kuasa Roh dapat mengubah seseorang menjadi utusan Tuhan. Padahal, para nabi dan raja- raja di masa lampau juga dipilih dari lingkungan biasa. Mereka menutup sendiri pintu keselamatan bagi mereka.

"Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarga dan rumahnya", demikian kata Yesus. Perkataan itu relevan juga bagi lingkungan kaum beriman masa kini. Kalau paroki meng- undang seorang pembicara dari tempat lain, umat memenuhi gereja atau aula paroki. Kalau pembicara itu dari lingkungan sendiri, umat ogah-ogahan, padahal yang disampaikan oleh pembicara tamu dan pembicara lokal tak banyak bedanya, bahkan mungkin pembicara lokal lebih berkualitas. Mental penghargaan terhadap sesama kaum beriman harus lebih ditingkatkan, karena Roh bisa berkarya melalui siapapun. (ap)

Roh Kudus, roh pembaharu hidup kami, ajarilah kami untuk memahami dan menghargai penyelenggaraanMu, karunia dan kuasaMu yang kaucurahkan melalui saudara-saudara kami.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm32:1-2.5.6.7; R: lh. 5c)

Ref: Ya Tuhan, ampunilah semua dosa kesalahanku.

  1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni dan dosa-dosanya ditutupi! Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu.
  2. Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, “Aku akan menghadap Tuhan.” Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.
  3. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi ditimpa kesesakan; kendati banjir besar terjadi ia tidak akan terlanda.
  4. Engkaulah persembunyian bagiku, ya Tuhan! Engkau menjagaku terhadap kesesakan. Engkau melindungi aku, sehingga aku luput dan bersorak.
 

Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri (Mrk 6:1-6)

Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pula kah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya. “ Maka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidak-percayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge